
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Stive pun langsung menuju tempat tidur dan menghampiri sang istri. Ia meletakkan kepalanya di pangkuan Ella sambil terus menciumi perut istrinya yang kini sudah terlihat besar.
“Bagaimana perasaan mu?” tanya Stive pelan dan mendongakkan kepalanya. Kini tangan nya terulur untuk Mengusap wajah Ella dan membelai nya dengan lembut.
“Hem, sudah lebih baik. Tapi, aku gak tahu kenapa rasanya masih ada rasa yang sedikit mengganjal, tapi aku tidak tahu apa itu,” kata Ella begitu lirih, ia sejak tadi memang sedang memikirkan sesuatu, namun apa itu dirinya juga tidak tahu.
“Sudahlah, tidak perlu di pikirkan lagi. Bukankah ini keinginan kamu untuk bisa berkumpul kembali dengan keluarga kamu?”
“Iya tapi, setelah aku tau kenyataan itu, rasanya begitu sakit Stive, aku membayangkan bagaimana saat aku berada di posisi ibu ku dulu. Saat ia melihat bagaimana orang yang di cintai mengkhianati nya. Terlebih, orang itu adalah orang terdekat nya, a- aku takut Stive.” Ucap Ella dengan tubuh yang kembali bergetar.
Stive pun segera bangkit, merubah posisi dan kini ia memilih untuk memeluk tubuh istrinya, berharap dengan pelukan nya Ella bisa lebih tenang.
__ADS_1
Ella kembali bercerita bagaimana bu Ratih menceritakan tentang masa lalunya padanya tadi. Ella tidak bisa menyalahkan siapapun, karena itu bukan hak nya. Ia sadar dan tahu bahwa bu Ratih dan bapak nya sangat bersalah. Namun, Ella juga tidak mau menghakimi mereka, biar bagaimana pun mereka orang tuanya, dan juga mereka sudah mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.
“Apa kamu mau aku memberikan mereka hukuman?” tawar Stive, langsung membuat Ella mendongakkan wajah nya menatap wajah Stive.
“Tidak! Bu Ratih sudah mendapatkan hukum alam, ia sudah bertahun tahun merawat bapak ku yang lumpuh karena struk, dan juga aku rasa bapak juga sudah mendapatkan hukuman nya saat ia sakit, biarkan mereka tenang di masa tua nya. Dan aku serahkan semua kepada yang maha pencipta, jangan lagi kamu mengotori tangan kamu untuk menyakiti seseorang, aku mohon.” Pinta Ella dengan tatapan begitu sayu.
“Iya, aku tidak akan melukai siapapun,” kata Stive menenangkan hati Ella.
“Hey, jelas saja aku tidak akan seperti bapak kamu, aku berbeda dengan nya. Dan aku tidak akan menyakiti kamu lagi, apalagi meninggalkan mu, itu mustahil bagiku.” Kata Stive dan kembali memeluk Ella.
Saat keduanya tengah berpelukan, tiba- tiba Stive di kejutkan kembali dengan sesuatu yang bergerak menggelitik perut nya, di iringi dengan suara pekik kan Ella yang nampak begitu terkejut.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Stive sedikit panik.
“Ka- kamu merasakan nya?” tanya Ella dengan tatapan tak percaya.
“Merasakan apa? Tangan kamu? Iya aku merasakan,” jawab Stive yang masih belum mengerti.
“Iks, bukan itu. Ini,” Ella mengambil tangan Stive, lalu ia letakkan kembali di perut nya yang sudah buncit, “Coba panggil dan rasakan.”
“Panggil apa? Siapa? Apa maksud kamu Sayang, aku tidak mengerti.” Ungkap Stive yang memang benar- benar bingung dengan maksud istrinya.
Merasa kesal, Ela pun akhirnya berkonsentrasi mengajak bayinya berbicara, dengan tangan yang masih memegang tangan Stive di perut nya. Hingga beberapa saat kemudian, Stive yang juga merasakan adanya pergerakan di perut Ella ikut memekik karena terkejut.
__ADS_1