
“Siapa nama nya? Apakah kalian sudah memberikan nya nama?” tanya Marcel yang sedang menggendong anak Stiven dan Ella.
“Clayton,” jawab Ella dan Stive bersamaan, “Clayton Arthajaya,” imbuh Stive.
“Hello baby Clay,” panggil Marcel dengan lembut, “Kau sangat tampan Dan lucu, semoga kelak kau tak seperti ayah mu, oke. Jadilah seperti mama mu yang selalu rendah hati dan selalu bisa membuat ketenangan buat pasangan mu kelak,” imbuh nya setengah berbisik membuat bayi yang baru berumur dua hari itu tersenyum seolah mengerti.
“Woaahh, kau benar benar bayi ajaib,” Marcel terkekeh karena Baby Clay terus tertawa saat melihat nya berbicara.
“Aku juga ingin menggendong nya lagi,” rengek Jasmine meminta baby Clay pada Marcel, namun laki laki itu tidak menghiraukan rengekan Jasmine, ia terus menggendong dan mengajak baby Clay bermain.
Sementara Jasmine yang selalu di tolak oleh Marcel langsung memberengut kesal. Lalu ia menatap pada seorang laki laki yang sejak tadi masih sibuk dengan laptop nya di meja yang tak jauh dari ranjang Ella. Sore ini, Ella baru akan di perbolehkan pulang, dan Stive sengaja menyuruh Jhon untuk membawa pekerjaan nya ke rumah sakit, agar dirinya bisa mengecek nya sambil menunggu waktu Ella di perbolehkan pulang.
“Huuhh!” Jasmine seolah sengaja menghela napas nya dengan kasar, sesekali ia menghentakkan kaki nya di lantai. Jhon yang semakin lama semakin merasa risi pun akhirnya ikut menghela napas kasar, ia pun bangkit dari tempat duduk nya. Mengambil hand-senitizer dan mengusapkan nya di tangan. Setelah ia, ia mengambil baby Clay perlahan namun pasti dari tangan Marcel, tanpa mengucap satu kata pun.
__ADS_1
“Astaga!” decak Marcel saat baby Clay tiba tiba di ambil dan di berikan pada Jasmine, sementara Jasmine langsung tersenyum bahagia dan menyambut baby Clay dengan sangat senang.
Stive dan Ella yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya. Stive tidak melarang mereka menggendong baby nya, karena yang ia perioritas kan tetap Ela, istri nya, bukan anak nya.Mungkin orang akan berfikir bahwa Stive egois, memang. Stive sangatlah egois, bila tidak egois, maka itu akan menjadi pertanyaan Stive, apakah itu Stive?
“Jasmine, kenapa kau tak membuat nya sendiri,” celetuk Stive yang melihat Jasmine begitu gemas pada anak nya.
“Kapan kakak mau beri cuti buat asisten kakak,” jawab Jasmine tanpa menatap Stive, fokus nya masih pada baby Clay.
“Kapanpun itu, asal tidak lebih satu minggu.”
“Ya sudah, tiga hari.”
“Astaga,ya sudah gak usah sekalian!” cetus Jasmine semakin sebal, ia pun bangkit dari duduk nya dan memilih menghampiri Jhon yang masih fokus dengan pekerjaan nya.
__ADS_1
Marcel, Ella dan Stive hana terkekeh melihat sifat Jasmine yang sejak dulu tidak berubah. Jasmine adalah princess di keluarga Stive, karena ia dan Marcel adalah laki laki. Meskipun Jasmine tidak sedarah mereka, namun keberadaan Jasmine sejak kecil, sudah memberikan warna di hidup mereka. Dan alasan mengapa Stive tidak menginginkan anak perempuan, karena dirinya begitu takut. Ia takut tidak menjaga anak perempuan nya, ia takut anak nya akan mendapat perlakuan buruk seperti Ella dulu, maka dari tiu ia tidak terlalu menginginkan anak perempuan.
Ia merasa bahwa anak laki laki itu lebih tepat. Selain karena bisa menjadi pewaris nya kelak, anak laki laki juga pasti lebih bisa menjaga dirinya. Begitulah pikir Stive, tanpa ia tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang.
.
TAMAT!!
.
.
Akhirnya selesai juga,, terimakasih untuk kalian semua yang sudah menemani mommy dan mengsuport mommy selama ini. Dari awal hingga akhir, kalian masih setia pada mommy. Meskipun mommy sendiri merasa sedikit kecewa dengan novel ini karena menurut Mommy sendiri, ini sangat berbeda antara judul dan isi, maafkan mommy. Semoga bisa menghibur kalian semua.
__ADS_1
Ah iya, mommy masih ada beberapa extra part, ada yang mau? Jangan lupa tinggalkan jejak ...