My Psycho Husband

My Psycho Husband
Ingin penjelasan


__ADS_3

"Kenapa dia belum bangun?" tanya Stive penuh kekhawatiran menatap tubuh istrinya yang masih tak sadarkan diri.


"Sebentar lagi dia juga sadar," jawab Marcel untuk ke sekian kalinya.


"Sebentar, sebentar! sedari tadi hanya itu yang kau ucapkan!" seru Stive tertahan, menatap tajam pada dokter sekaligus sepupu nya tersebut.


"Aku bukan Tuhan yang bisa tau kapan dia akan bangun!" jawab Marcel menghela nafas berat, "Dan juga sepertinya kau salah memanggil ku, istrimu tidak membutuhkan mu!"


"Cih, percuma saja gelar dokter mu bila tak bisa menyembuhkan pasien," cibir Stive membuat Marcel mendengus kesal.


Suara perdebatan antara Stive dan Marcel, membuat Ella mulai terusik dan terpaksa membuka matanya dengan perlahan.


Ia hanya bisa menghela nafas nya berat, saat mendengar suara Stive yang selalu mencerca dokter Marcel.


"Lebih baik, hentikan perdebatan mu dan berbalik lah, istri mu sudah sadar. Dan lebih baik, cepat kau bawa dia ke rumah sakit!" tekan Marcel, Stive pun langsung benar berbalik dan melihat wajah Ella yang masih menatap nya datar.


"Kenapa kau itu hobi sekali pingsan!" dengus Stive membuat Marcel dan Ella langsung melotot tak percaya.


Dengan gerakan lemah, Ella meraih bantal di samping nya. Sekuat tenaga ia gunakan bantal itu untuk menimpuk wajah Stive hingga membuat laki-laki itu terhuyung karena mendapatkan serangan mendadak.

__ADS_1


"Auwh, sakit!" pekik Stive marah.


"Lemah," cibir Ella dan Marcel bersamaan.


"Marcel, apa kau lupa dimana pintu keluar dari kamar ku?" tanya Stive tanpa menatap ke arah Marcel.


"Terimakasih," kata Marcel berdecak, lalu ia segera keluar dari kamar Stive dan memilih pergi ke kamar Jhon yang memang masih tidak baik-baik saja.


"Kenapa kau juga tidak keluar?" cetus Ella lalu membuang muka.


"Kenapa kau mengusir ku? ini kamar ku."


"Aku juga suami mu, jadi aku juga berhak berada disini," kata Stive kekuh.


"Aku ingin sendiri. Bisakah kamu beri aku waktu untuk sendiri dulu?"


"Tidak!" jawab Stive dengan cepat, "Aku tidak mau membiarkan mu sendiri dan kehilangan kamu lagi."


"Aku sudah memaafkan mu," kata Ella tiba - tiba.

__ADS_1


"Aku sudah tahu," jawab Stive dengan cepat dan santai.


"Tidak ada kah sedikit saja penjelasan yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Ella menggelengkan kepala nya, ia tak habis pikir mengapa Stive bisa memiliki sifat seperti itu.


"Aku akan menjelaskan nya nanti, saat kamu sudah merasa tenang dan lebih baik. Dan aku juga sudah tidak merasa bersalah akan hal itu, aku berterimakasih pada nya, karena sudah memilih ku untuk menjaga mu."


"Apa maksud mu?"


"Bisakah kamu berfikir positif tentang ku? masih ingatkah kamu dengan ucapan ku dulu?" tanya Stive datar.


"Aku tidak membutuhkan maaf mu, tapi aku hanya ingin kamu mempercayai ku," gumam Ella pelan, "Itukah kata- kata yang kamu maksud?"


"Hem," jawab Stive menghela nafas nya panjang, "Aku tidak akan menjelaskan nya sekarang. Pastikan kamu siap mendengar cerita itu, dan katakan padaku bila kamu siap.'


"Aku sudah siap. Aku ingin mendengar kenyataan dari kamu," jawab Ella dengan cepat, namun Stive hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum tipis.


"Istirahat lah, aku akan mandi terlebih dulu. Kita ke rumah sakit."


"Stive tunggu, ahhhh!"

__ADS_1


__ADS_2