My Psycho Husband

My Psycho Husband
Khawatir


__ADS_3

“Tuan, lebih baik anda di rumah biar saya yang mencari nona Ella,” kata Jhon menahan Stive agar mengurungkan niatnya untuk pergi.


Tadi, Stive sudah menerima laporan bahwa Ella pergi dengan seorang wanita bernama Jasmine, dan Stive memutuskan untuk menemui Jasmine ke mansion utama, namun Jhon selalu mencegahnya karena kondisi Stive masih sangat lemah.


“kemana kau mau mencari nya hah! Aku menyuruh mu melacak HP nya saja kau tidak bisa!” gerutu Stive mengumpat kesal.


“Maaf Tuan, tapi memang tadi terakhir keberadaan nona Ella ada di sana, dan kemungkinan ponsel nya mati jadi tidak titik nya hilang.”


“Sudahlah, kau—"


Baru saja Stive hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba sebuah mobil masuk terlebih dulu ke mansion nya. Jasmine, yah itu adalah mobil milik Jasmine, dan benar saja beberapa detik kemudian Jasmine dan Ella turun dan segera berjalan menghampiri dirinya.

__ADS_1


“Darimana saja kamu hah!” bentak Stive tiba-tiba saat Ella sedang berjalan ke arah nya, seketika membuat langkah kaki Ella terhenti.


Stive sempat meringis sebentar, lalu ia berjalan tertatih menuju Ella dan segera mencengkram pergelangan tangan nya dengan erat, “Kenapa kau selalu menguji kesabaran ku Ella. Kenapa hah!”


“S—Stive lepaskan, sakit,” ringis Ella berusaha melepaskan cengkraman tangan Stive.


“Aku tanya sekali lagi, kamu darimana hah! Perjalanan rumah mu kemari paling lama hanya dua jam, kenapa kau baru sampai sekarang! Apa kau tahu sejak tadi aku mencari kamu, apa kau tidak tau bagaimana—"


Ella tahu, saat ini Stive marah padanya karena mencemaskan nya, ia takut dirinya terluka makanya ia bersikap seperti itu. Ella sudah cukup hafal dengan sikap posesif Stive padanya, walau tangan nya sedikit sakit, namun ia lega karena Stive Masih mengkhawatirkan nya, masih memikirkan dirinya dan masih menunggu kedatangan nya.


“Aku tau kamu khawatir sama aku. Maaf, sudah membuatmu khawatir, dan maaf sudah membuat mu menunggu lama,” Ella mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Stive yang kini sudah sedikit melunak, yah Stive memang lah kasar dan mudah marah. Namun, bila Ella sudah berbicara lembut, maka Stive juga pasti akan luluh, berbeda bila Ella melawan yang ada Stive akan semakin marah.

__ADS_1


“Kenapa kau bisa lama? Dan kenapa kau tak meminta izin ku atau mengatakan padaku kalau kau akan kemari?” tanya Stive dengan wajah datar nya.


“Karena aku takut membuat mu marah. Aku hanya ingin menjenguk mu dan melihat keadaan mu, aku mau memberikan kejutan untuk mu, maafkan aku.”


“Menjenguk ku? Apa aku terlihat seperti orang sakit?”


“Tidak, kamu sudah tidak terlihat seperti orang sakit. Bahkan kamu sudah sangat sehat, bukti nya kamu sudah bisa membentak ku tadi,” jawab Ella sedikit membuang wajah nya ke samping.


“Kau tau alasan ku, dan aku rasa—"


“Ya ya ya, aku sudah terbiasa.” Jawab Ella lagi dan Stive langsung memeluk gadis nya dengan begitu erat, ia sangat merindukan Ella sejak lama, namun ia juga tidak ingin egois. Stive ingin memberikan nya kebebasan sebentar sebelum hari itu tiba.

__ADS_1


“Kak, apa kau tahu bahwa Ella pernah di perkosa?” tanya Jasmine mengepalkan kedua tangan nya, seketika membuat ketiga orang di sana langsung menatap pada Jasmine.


__ADS_2