
“Bapak!” Siang itu, Ella di kejutkan dengan kedatangan Darto di mansion Stive. Sudah beberapa bulan berlalu, sejak ia tahu kenyataan bahwa bapak nya lah yang mengkhianati ibunya, membuat Ella melepas kontak dengan sang bapak. Dan kini, tiba – tiba, bapak nya datang bersama dengan ibu tirinya, Ratih.
“Ella, bagaimana kabar kamu Nak?” tanya pak Darto.
“A- aku baik- baik saja. Kenapa bapak kesini?” tanya Ella dengan menahan nafas nya, jujur ia sangat merindukan pak Darto. Namun, ia juga masih memikirkan rasa sakit yang ibu kandung nya alamin sebelum meninggal.
Bagaimana bisa, seorang suami dan ayah mengkhianati keluarga nya hanya demi seorang wanita lain. Ia menjadikan istrinya janda demi untuk menikahi seorang janda. Ella tak habis pikir dengan jalan pikiran bapak nya dulu semasa muda.
__ADS_1
“Kamu Masih marah sama Bapak?” tanya pak Darto pelan, karena ia sangat merasa bersalah pada putri kandung nya sendiri.
“Ma- masuklah dulu,” ujar Ella mempersilahkan orang tua nya untuk masu. Walau sebenar nya ia masih enggan dan marah pada bapak nya, namun biar bagaimana pun, kini yang ia punya hanya mereka.
Terlepas dari semua kesalahan masa lalu orang tua nya, itu urusan mereka. Ella pun hana bisa pasrah dan menerima. Ia tak akan tega melihat bapak nya meminta maaf hingga rela berlutut di depan nya. Meski ia marah, namun Ella masih memiliki akal sehat. Ia tak akan mungkin membiarkan itu terjadi.
Dan juga, ibu Ratih, biar bagaimana pun, ia sudah berubah. Dia bukan lagi ibu yang dulu sering jahat padanya, ah sebenarnya bu Ratih tidak pernah jahat, kini Ella mengerti, mungkin itu hanyalah wujud dari rasa penyesalan nya. Ia kehilangan sahabat hanya demi seorang laki- laki. Karena belum lama ia bahagia dengan Darto dan kehilangan sahabat nya, yakni ibu kandung Ella, Darto sudah sakit dan tidak bisa memberikan nya kebahagiaan. Jangankan kebahagiaan, nafkah saja sudah tidak bisa, ia harus pontang panting mencari pinjaman agar toko yang dulu ia dirikan bersama ibu kandung Ella tetap bertahan dan tidak terjual.
__ADS_1
“Pak, Bu, harusnya kalian bukan meminta maaf sama Ella. Tapi sama ibu kandung Ella.” Kata Ella dengan nada bergetar menahan tangis. Bohong bila ia tidak terharu, dengan apa yang ia saksikan saat ini.
“Ella kecewa sama Bapak dan Ibu, tapi apakah bila Ella terus marah dan dendam pada kalian, akan bisa membangkitkan ibu kandung Ella? Tidak, Ella tidak mau terus hidup dengan penuh rasa marah dan dendam. Tapi- hiks hiks.”
Bu Ratih pun bangkit dan mendekati Ella. Walau sebenarnya ia ragu, takut bila Ella akan menolak dirinya, namun ia bertekad untuk mendekat. Dan kini, ia sudah berhasil memeluk Ella dengan penuh haru. Sementara Ella yang akhirnya merasakan kembali pelukan dari bu Ratih semakin terisak.
“Maafkan Ibu,” ucap bu Ratih pelan. Ella hanya menganggukkan kepalanya, dan beberapa saat kemudian ia membalas pelukan bu Ratih.
__ADS_1
‘Mungkin, ini yang di sebut dengan perjuangan cinta. Jodoh memang tak bisa di paksakan, dan kita tidak akan pernah tahu akan apa yang terjadi di depan. Entah dengan cara apa dan bagaimana, Tuhan menyatukan kita dengan jodoh kita. Kita tidak bisa mengembalikan apa yang telah hilang, tapi setidak nya kita bisa memperbaiki keadaan dan menjaga apa yang kita miliki saat ini.’
'Aku berharap, Ibu di sana sudah tenang dan Ikhlas.'