My Psycho Husband

My Psycho Husband
Jenny


__ADS_3

“Ella,” panggil seseorang saat dirinya hendak masuk ke dalam kelas.


“Siapa ya?” tanya Ella mengerutkan dahinya, menelisik dari atas hingga bawah untuk mengenali orang tersebut.


“Iks, kamu ah.” Ucap nya sambil bersedekap tangan di dada serta menyibakkan rambut nya ke belakang.


“Ja—"


“Jenny,” ucap nya mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Ella.


Ella sangat terkejut hingga membuat mulut nya langsung ternganga lebar, bagaimana bisa sahabat nya berada di sekolah nya, dan memakai seragam. Wait, Ella kembali mengerutkan dahinya, otak nya sedang bekerja dengan extra, bagaimana bisa ia disini dan berpenampilan sepertinya. Batin Ella.


“Sudahlah, jangan di pikirin. Yang penting gue bisa sekolah disini sama lo kan,”

__ADS_1


“I-iya tapi kan. Umur kita-“


“itu urusan bos, sudahlah terima beres saja. Gue disini di tugasin buat jaga lo, lagian lo tahu juga dari dulu gue pengen ngerasain sekolah SMA, ya gue gak nolak lah. Mana sekolahan nya elite begini lagi, gila, lo beruntung banget La,” ucap nya panjang lebar.


“Tapi aku masih bingung,” Ella menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sungguh ia tidak menyangka mengapa bisa Janu sekolah dan satu kelas dengan nya.


Umur nya dan Janu berselisih tiga atau empat tahun, dan harusnya Janu itu kakak kelas nya dan juga sudah kuliah dong, lalu mengapa bisa dia seangkatan dnegan nya. Dan satu lagi yang membuat Ella bingung, mengapa Janu bisa menjadi Jenny.


“Ah entahlah, kepala ku pusing. Sudahlah ayo masuk kalau memang kamu satu kelas dengan ku,” Ella segera menarik tangan Janu atau Jenny masuk ke dalam kelas dan duduk di samping nya.


Hari hari Ella di sekolah kini semakin menyenangkan dan ia tidak pernah merasa kesepian lagi. Begitu pun dengan Jenny yang sangat menikmati peran nya, ia memang di tugaskan oleh Stive untuk menjaga Ella, karena Stive tahu bahwa mereka dekat dan bersahabat. Dan Stive juga percaya, ia bisa melihat arti tatapan Janu setiap kali menatap Ella, bukan tatapan penuh damba, melainkan tatapan sayang persaudaraan. Yah, Janu sendiri juga mengatakan bahwa ia menyayangi Ella seperti adik nya sendiri.


Kalau Janu tidak menyayangi Ella, mana mau ia bersusah payah menjaga Toko, di saat penghasilan nya bekerja di klub jauh lebih besar. Itu ia lakukan karena merasa kasian pada Ella dan ingin terus berada di dekat Ella.

__ADS_1


Dan saat Stive memberikan penawaran itu, dengan cepat Janu menyetujui nya, juga Janu meminta agar ia bisa menjadi seorang wanita. Impian nya memang ia ingin menjadi seorang wanita, maka nya ia bekerja keras selama ini agar dirinya bisa terbang ke luar negri dan mengganti alat vital nya, itulah impian seorang Janu.


Dengan senang hati Stive mengabulkan permintaan Janu, ia segera menyuruh Jhon agar membuat data baru tentang Janu yang bermetamorfosis menjadi Jenny.


“Oh ya, bagaimana keadaan bapak ku Jan? Eh Jen,” ucap Ella keceplosan selalu memanggil Janu dengan nama asli.


“Baik, dan bahkan aku lihat kemarin dia sudah mulai bisa berbicara sedikit,”


“Kamu serius Jen? Tidak membohongi ku? Bapak—" mata Ella berkaca-kaca mendapatkan kabar bahagia dari sahabat nya teng orang tuanya.


“Tentu saja, dan seperti nya, ibu kamu bener bener tulus ngerawat bapak kamu, makanya beliau semakin membaik,” ujarnya tersenyum, ia ikut senang saat melihat Ella senang. ”Ah ya, tapi sepertinya kamu harus pulang deh.” Imbuh nya dengan raut wajah sedih bercampur bingung.


“Kenapa?” tanya Ella penasaran karena kini raut wajah Janu berubah tidak seceria tadi.

__ADS_1


__ADS_2