
Suara ketukan pintu sejak tadi sudah terdengar oleh bunda Ela dan Clayton. Namun, Clay terus memeluk bunda nya agak tak beranjak dari tempat tidur. Clay sudah terbangun pagi itu, tapi ia sengaja masih berpura pura tidur agar bunda nya tidak pergi menemui ayah nya.
Dalam hati Clay bersorak riang, saat akhirnya bunda Ella kembali memejamkan matanya. Clay membuka mata, ia melihat jam di dinding, masih pukul empat pagi, namun ayah nya seperti orang kesurupan yang terus menggedor pintu kamar nya. Menghela napas dengan berat, Clay bangkit dan mendekati pintu, namun ia tak membuka nya.
“Ayah, apa kau tidak mengantuk? Jangan berisik, bunda masih tidur!” bisik Clay dari lubang kunci yang berada di pintu. Meski sangat kecil terdengar, namun Stive mampu mendengarnya.
Kesal, marah, tentu saja. Bila ia tak mengingat bahwa Clay adalah anak nya, hasil dari kecebong nya, maka Sudah di pastikan bahwa Stive akan mencincang tubuh anak menyebalkan itu.
“Clayton, buka pintu nya!” perintah Stive dengan tegas.
“Gak mau! Jangan ganggu bunda, malam ini bunda milik Clay, jadi ayah, sana kembali tidur! Jangan ganggu!” jawab Clay dan kini sedikit lebih keras.
“Clayton, ayah akan menghitung.”
“Hitung saja sampai seribu, nanti Clay buka pintu nya. Tapi jarak dari angka satu ke angka berikut nya di jeda sepuluh detik. Silahkan ayah ku Sayang, Clay mau bobo dulu yah,hoaamm ngantuk!” Setelah mengatakan itu, Clay pun langsung pergi dan kembali ke tempat tidur.
__ADS_1
“Clayton, buka pintu nya!” teriak Stive kembali menggedor pintu kamar anak nya. “Astaga, mengapa aku bisa punya anak seperti nya? Ini pasti sifat bunda nya yang ia ikuti. Dasar tukang merajuk!” cetus Stive, lalu ia terpaksa kembali ke kamar nya dengan wajah kesal dan cemberut.
Ia memang belum tidur, karena ia baru menyelesaikan beberapa pekerjaan nya hingga jam dua di ruang kerja. Dan saat ia pergi ke kamar, ia masih belum menemukan Ella. Ia pikir Ella hanya akan menemani Clay sampai tertidur, dan ia akan menjemput istrinya itu, tapi ternyata Clay begitu cerdik, ia sengaja mengunci pintu kamar nya, agar dirinya tidak bisa masuk dan mengambil bunda nya.
Sementara itu, Ella yang ternyata sejak tadi tidak tertidur karena kepikiran dengan suami nya pun, kini kembali membuka mata. Ia benar benar memastikan bahwa Clay Benar kembali tidur, lalu ia pun dengan perlahan beranjak dan membuka kunci pintu kamar Clay dan keluar.
Cklek!
Ella memasuki kamar nya sendiri, dan ia melihat bahwa Stive masih membuka mata, namun saat dirinya masuk, Stive langsung merubah posisi membelakangi nya dan memejamkan mata.
“Astaga, kenapa dua orang ini selalu begitu.” Keluh Ella dalam hati.
“Sudah tidur!” jawab Stive dnegan mata terpejam.
“Ayolah Stive, kamu jangan begini.” Keluh Ella menghela napas kasar.
__ADS_1
“Ya sudah, sana. Mulai sekarang tidurlah sama bocah kecil itu, aku kan sudah tua. Jadi sana, pergi lah.” Oke fiks, Ella benar benar lelah sekarang menghadai dua laki laki yang sama sama posesif dan gila.
Jadi, kalian semua tahu kan, darimana sifat Clay bisa sampai seperti itu. Dan disini lah Ella yang selalu di buat pusing oleh keduanya yang tidak pernah akur. Terkadang, Ella sangat ingin sekali berteriak melepaskan penat di kepala nya.
“Bocah itu anak kamu, kalau kamu lupa!” ucap Ella dengan tegas dan menatap tajam pada suami nya,.
“Anak kamu, sikap dan sifat nya aja sama kaya kamu kok!” cetus Stive berdecak.
“Ngomong sana gih sama kaca! Itu kaca besar, harusnya kalian berdua ngaca, apa saja yang berbeda di antara kalian berdua. GAK ADA Stive, gak ada!” seru Ella meluapkan emosi nya, “Kalian selalu membuatku gila tau gak!” seru nya, lalu ia memilih keluar dari kamar dan menuju kamar tamu agar anak dan suaminya tidak merebutkan dirinya lagi.
.
.
.
__ADS_1
.
Gimana? masih mau lanjut gak?