My Psycho Husband

My Psycho Husband
Tamu tak di undang


__ADS_3

‘Permainan akan segera di mulai.’


Sebuah pesan singkat pada layar HP Stive, membuat nya seketika menghentikan meeting dengan klien nya.


Dengan cepat ia menghubungi nomor Ella, namun tak ada jawaban, ia pun lanjut menghubungi Jhon agar segera membawa istri nya pulang. Sementara ia terus melajukan mobil nya pulang ke mansion. Dengan perasaan resah dan gelisah, tak sampai lima menit mobil yang di bawa Jhon sudah sampai.


Stive pun berniat hendak menghampiri istrinya, namun tiba – tiba sebuah suara Pistol mengejutkan semua orang yang ada di sana.


Doorr!!


Sebuah peluru, hampir saja mengenai kaki Ella. Peluru itu berhasil menembus ujung drees yang di kenakan Ella tanpa menyentuh kulit nya sedikit pun. Namun, walau begitu mampu membuat tubuh Ella limbung dan berujung pingsan karena terkejut.


“Ella!” jerit Jasmine dari dalam mobil. Ia pun segera turun dan menghampiri Ella dan Stive.


Seketika mata Stive nyalang, ia menatap satu persatu orang yang berada di mansion nya. Seluruh pengawal nya juga tak tinggal diam, mereka ikut mencari siapa pelaku sebenar nya. Hingga tiba – tiba, sebuah suara tembakan kembali terdengar, namun bukan berasal dari mansion, melainkan dari luar gerbang.


Stive mengarahkan penjaga nya untuk melihat, begitu pun degan Jhon yang langsung bergerak melihat asal tembakan. Sementara Stive dan Jasmine langsung membawa Ella masuk ke dalam mansion, agar lebih aman.

__ADS_1


“Kamu jaga Ella,” kata Stive dan Jasmine hanya mengangguk. Setelah Stive keluar, Jasmine segera menutup pintu dan mengunci nya, ia melihat sedikit dari balik gorden, bagaimana Jhon tengah berkelahi dengan musuh.


Tak berapa lama, Stive datang dan tanpa banyak berkata lagi, ia menembak semua musuh nya tanpa tersisa. Tak hanya satu kali tembakan, ia merasa bahwa dirinya baik hati, maka ia memberikan dua tembakan sekaligus pada satu orang musuh nya.


“Katakan, siapa yang menyuruh mu bertamu kemari?” tanya Stive menodong kan pistol pada satu orang yang masih hidup.


“Tu—tuan Hendra,” jawab nya dengan nafas putus – putus.


“Ah, dia lagi.” Ujar Stive menghela nafas berat, “Baiklah, sekarang aku akan mengantarkan kau agar ikut teman – teman mu.” Imbuh Stive dan langsung menembak tepat di salah satu mata musuh nya.


Jasmine yang melihat dengan jelas, bagaimana Jhon dan Stive mengatasi tamu – tamu tak di undang nya, hanya mampu menelan saliva nya dengan susah. Tanpa mendengar percakapan mereka, namun Jasmine sudah tau dengan pasti, bahwa orang di balik ini semua adalah ayah angkat nya.


Dengan perasaan penuh bersalah, Jasmine pun meneteskan air matanya. Dia merasa sangat bersalah, karena hingga kini ia belum bisa membuat laki laki itu berhenti, bahkan ia malah semakin menjadi jadi.


‘Mama, maafin Jasmine,’ gumam Jasmine pelan sambil terisak.


Membulatkan tekat, Jasmine segera keluar dari kamar Stive dan segera masuk ke dalam kamar nya. Ia sudah memastikan bahwa Ella dalam keadaan aman, ia pun segera bersiap dan bergegas untuk menemui hendra.

__ADS_1


‘Sepertinya memang hanya aku yang bisa menghentikan papa,’ gumam Jasmine meyakinkan diri.


“Kamu mau kemana?” tanya Jhon saat melihat Jasmine baru keluar kamar.


“A- aku mau—"


“Di luar masih belum aman. Kau mau pergi? Mau cari mati?” kata Jhon datar.


“Kalau memang mati sudah menjadi takdir ku, kenapa tidak.” Jawab Jasmine juga tak kalah datar, ia tak ingin banyak berdebat dengan Jhon, ia pun langsung melewati pria itu begitu saja.


.


.


Yuhuuuu,, mommy datang lagi dengan bawa cerita baru .. Yuk mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah 😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_1


__ADS_2