
Dear Stiven
“Stive, maafkan Mama yang tidak bisa menemani kamu lagi. Mama yakin kamu kuat dan bisa melakukan semua sendiri tanpa mama. Bahagia lah sayang, dan satu hal lagi mama mohon berhati hatilah. Dia masih hidup dan dia sudah kembali, jangan sampai itu akan menggoyahkan mu.
Kini, mama tidak akan melarang mu lagi untuk bersama nya, tapi mama minta agar kamu selesaikan urusan mu dengan Ella. Dia gadis baik dan penurut, jangan kamu sakiti dia, mama sangat menyayangi nya. Mama titip Ella dan Jasmine padamu. Meski Jasmine bukan anak mama, tapi dia tetap putri mama, dia adik kamu.
Saat nanti kamu tahu kebenaran nya, jangan sampai kamu menyesal karena langkah mu salah. Doa mama selalu mengikuti kemana pun langkah kaki mu melangkah.”
Stive kembali mengerutkan dahi nya saat selesai membaca surat dari Melanie untuk nya. Dia siapa yang di maksud, Stive kembali memutar otak nya untuk berfikir, namun karena memang ia masih dalam suasana berkabung, ia tidak bisa memfokuskan pikiran nya. Satu hal yang ia akan ingat, ia akan melindungi Ella dan juga Jasmine, yah hanya itu tujuan nya kini.
Dan yang terakhir, ia membuka surat untuk Jasmine. Begitulah Stive, ia akan mengecek semua nya sebelum akhirnya akan ia berikan pada orang yang tertuju.
__ADS_1
Dear Jasmine
“Putriku Jasmine, yang paling cantik. Bagaimana kabar kamu Sayang. Maafin mama yang tidak pernah bisa menemani hari hari kamu. Mama yakin, kamu pasti tumbuh menjadi putri yang baik dan cantik seperti mama.
Sayang, mama tahu apa yang kamu lakukan di luar sana. Mama mohon hentikan, jauhi dia dan tetap lah berada di samping kakak mu. Mama mohon jangan rusak dirimu hanya karena sampah itu.
Dan bisakah kamu menghentikan dia?”
Lagi dan lagi Stive kembali mengerutkan dahi nya saat melihat pertanyaan di ujung akhir surat tersebut.
“Jasmine!” panggil nya saat membuka pintu, membuat kedua wanita itu langsung terkejut saat melihat pintu terbuka tiba-tiba.
__ADS_1
“Kakak! Stive!” pekik keduanya bersamaan.
“Astaga, apa yang kalian lakukan!” seru Stive terkejut dan segera membalikkan tubuh nya keluar.
****
Sedari tadi Jhon terus memantau CCTV di rumah Stive sebelum kejadian, dan memang benar ia menemukan beberapa orang yang sedang berdiskusi di dekat dapur. Tak lama kemudian mereka membagi tugas, dua orang segera keluar dan sempat berbincang dengan penjaga gerbang. Dan satu lagi memasuki pondok Melanie.
Di dalam pondok tidak ada CCTV karena Melanie melarang nya, ia tidak mau privasi nya terganggu. Dan setelah beberapa saat, ia pun keluar dan segera menuju ruang bawah tanah.
Jhon yakin itulah saat ia menembak musuh yang sedang Stive eksekusi saat itu, karena setelah itu ia berjalan terburu-buru. Memang tidak terlihat ia membawa pistol, namun terlihat bahwa sedari tadi, tangan nya ia masukkan ke dalam jaket.
__ADS_1
“Mengapa ia memakai jaket saat bertugas? Bukankah itu suster nyonya Melanie? Shitt, mengapa wajah nya tidak begitu jelas.” Umpat Jhon, lalu ia kembali mencari wajah asli dari pelayan tersebut.
“Astaga!” pekik nya terkejut saat sudah berhasil meng- zoom wajah pelayan tersebut.