My Psycho Husband

My Psycho Husband
Mendatangi Hendra


__ADS_3

Dengan membulatkan tekad, kini akhirnya Jasmine menemui Hendra. Sebelumnya, ia sudah memastikan bahwa Hendra tak ada di rumah sakit, itu berarti Hendra berada di rumah singgah. Yah, rumah singgah, rumah yang di dirikan oleh Hendra untuk anak – anak terlantar, ah lebih tepatnya anak jalanan.


Hanya Jasmine yang mengetahui itu, Stive sama sekali belum mengetahui itu. Hendra sengaja mengambil anak anak jalanan untuk ia latih dan jadikan tombak untuk menyerang Stive. Setelah menempuh perjalanan kurang dari dua jam, kini Jasmine sudah sampai di sebuah rumah yang berada lumayan jauh dari keramaian.


Saat ia datang, dirinya sudah di sambut oleh beberapa laki- laki yang membuka kan nya pintu gerbang. Jasmine hanya diam dan acuh menanggapi senyum mereka, karena Jasmine sudah tahu arti makna senyuman itu.


“Papa dimana?” tanya Jasmine to the point saat salah seorang laki laki Menghampiri nya.


“Tuan Hendra ada di belakang, apa mau saya antar?” tawar nya dengan lembut.


“Ah tidak perlu, aku bisa sendiri.” Jawab Jasmine lalu ia hendak pergi, namun tangan nya malah di cekal oleh laki-laki tadi.


“Bay, lepasin.” Kata Jasmine menatap tajam laki- laki yang bernama Bayu.

__ADS_1


“Kenapa kau jarang kemari? Sikap mu juga semakin formal padaku? Dan kenapa kau mau bertemu dengan Tuan Hendra? Ada apa?” tanya nya beruntun.


“Oh ayolah Bay, dia papa ku. Why jika aku ingin bertemu dengan nya? Dan untuk sikap ku? Aku memang seperti ini dari dulu,” jawab Jasmine.


“Tidak, kamu bukan Jasmine yang biasa. Kenapa Jas?”


“Bay, aku buru – buru. Tolong lepasin,” pinta Jasmine pelan dan lembut.


“Kamu bahkan belum memberikan ku jawaban atas pertanyaan ku dulu.”


Jasmine pun langsung beranjak dan pergi, sementara Bayu masih menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan. Tiga tahun ia menunggu jawaban dari Jasmine tentang perasaan nya. Dan kini ia mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan untuk nya.


‘Apakah kau sudah menemukan laki-laki lain yang lebih baik dariku?’ gumam Bayu dalam hati sambil mengepalkan kedua tangan nya dengan kuat.

__ADS_1


****


“Papa,” panggil Jasmine saat melihat keberadaan Hendra yang tengah memberi makan ikan di kolam belakang.


“Wah, lihat siapa ini yang datang?” kata Hendra dengan senyum sinis.


“Papa, kenapa Papa masih melakukan ini? Tidak bisakah Papa berhenti? Bukankah kak Marko sudah menyuruh Papa untuk berhenti?” tanya Jasmine to the point.


“Apa kau datang hanya untuk menyuruh ku berhenti?” tanya Hendra mengerutkan dahinya, ia semakin merasa kecewa dengan kedatangan Jasmine.


“Pah, Jasmine sayang sama Papa. Jasmine gak mau terjadi apapun sama papa,”


“Hahahaha, memang nya, apa yang mau terjadi dengan ku? Ingat Jasmine, papa melakukan ini untuk kalian berdua. Jadi, kalau kalian tidak bisa membantu Papa, cukup diam dan pergi lah.” Kata Hendra dengan wajah datar.

__ADS_1


‘Harusnya kau itu kuliah ke luar negri, bukan malah diam di tempat musuh mu, ckck, merepotkan.” Hendra terus menggerutu sambil memasuki rumah nya. Sementara Jasmine hanya diam dan menundukkan kepalanya, bayangan demi bayangan akan masa lalu terus terngiang di kepala nya.


__ADS_2