My Psycho Husband

My Psycho Husband
Mansion utama


__ADS_3

“Kamu tahu Stive, sejak kecelakaan itu, dokter mengatakan bahwa umur ku tidak akan panjang lagi. Sebentar lagi aku juga akan mati, jadi kalau kamu mau membunuhku sekarang tidak apa. Aku bahagia karena setidak nya aku mati karena di bunuh oleh orang yang paling aku cintai, dan itu lebih baik daripada aku mati karena sebuah penyakit sialan itu,” dengus Mawar namun air mata terus mengalir membasahi pipinya.


Mawar bangkit dari duduk nya, ia mendekati Stive kembali dan meraih pistol di tangan Stive. Tak segan segan ia mengarahkan pistol itu tepat di kepala nya sambil menatap Stive.


“Tarik pelatuk nya Stive, agar aku bisa cepat bertemu mama mu, aku akan meminta maaf langsung pada nya nanti. Sekarang atau nanti bagiku sama saja, aku juga akan mati.” Katanya lagi.


“Sudah cukup penderitaan yang aku alami selama ini Stive hiks hiks, aku sudah lelah, daripada aku harus kembali pada Marko dan tuan Hendra, akan lebih baik kamu membunuh ku sekarang, aku mohon bunuh aku.” Kata Mawar memohon.


“Maaf,” gumam Stive pelan, lalu ia segera membuang pistol itu dan memeluk Mawar dengan begitu erat, membuat tangis mawar semakin pecah, Begitu pun dengan Stive.

__ADS_1


“Bunuh aku Stive, biarkan aku mati sekarang. Aku sudah tidak mau lagi merasakan sakit itu, aku mohon bunuh aku sekarang hiks hiks hiks.”


“Tidak, aku tidak akan membunuh mu, dan aku tidak akan membiarkan mu merasakan sakit itu lagi, jangan paksa aku melakukan nya,” kata Stive yang semakin mengeratkan pelukan nya.


‘Sudah aku duga,’ gumam Jhon yang sedari tadi mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.


Sementara itu, Jasmine yang hendak pulang ke mansion Stive mengerutkan dahinya saat membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh asisten kakak nya tersebut. Jhon mengirimi nya pesan agar tidak kembali ke mansion Stive, Jhon menyuruh nya untuk membawa Ella ke mansion utama, yakni dimana tempat tinggal nya dengan papa nya, atau mansion oma opa Stive.


Merasa penasaran, Jasmine pun akhirnya menelfon Jhon untuk menanyakan kenapa dan ada apa, namun saat ia berulang kali mencoba menghubungi Jhon nomor itu sudah tidak aktif. Jasmine pun akhirnya tidak punya pilihan lain selain membawa Ella ke mansion utama.

__ADS_1


“Jasmine ini dimana?” tanya Ella saat melihat mansion yang lebih megah dari milik Stive.


“Ini tempat mansion utama. Rumah oma sama opa dulu. La, gue takut lo di apa-apain lagi sama kakak, jadi selama keadaan lo belum pulih lo tinggal disini dulu ya, kalau lo mau sekolah lo bisa bareng sama gue kuliah.” Kata jasmine mencari alasan.


“Apa tidak apa bila aku disini? Bagaimana kalau kakak kamu mencari ku nanti?” tanya Ella sedikit takut, membayangkan Stive saat mencari nya namun dirinya tak ada, akan membuat Stive mengamuk.


“Nanti gue akan bilang sama Jhon, agar dia memberitahu kakak. Sudahlah, ayo masuk,’ kata Jasmine, lalu Ella pun mengikuti Jasmine masuk ke dalam mansion.


“Nah, Ella ini kamar kakak. Lo bisa tinggal disini untuk sementara, kamar yang lain belum di bereskan, jadi lo disini aja dulu ya.” Kata Jasmine dan Ella hanya menganggukkan kepala nya, ia segera masuk dan istirahat di dalam kamar Stive.

__ADS_1


__ADS_2