
“Jas,” panggil Ella saat melihat ada tamu, yang ternyata adalah keluarga Jasmine.
“Hay El, mana Kakak?” tanya Jasmine yang tidak menemukan kakak nya.
“Emm itu, dia masih istirahat. Ada apa? Kok tumben, kesini gak ngabarin dulu.”
“Aku tuh kesel sama Kakak, El. Kenapa dia itu seenak nya aja nyuruh Jhon untuk meng handle semua pekerjaan hari ini. Padahal, sudah dari kemarin aku bilang sama kakak, aku sama Jhon mau pergi hari ini, dan dengan tiba tiba Jhon membatalkan rencana kita begitu aja. Sungguh aku kesal banget sama suami kamu!” sungut Jasmine dengan begitu menggebu.
“Emmtt, maaf Jas. Aku—“ Ella langsung merasa bersalah, karena Stive tidak datang ke kantor, lantaran dirinya yang berpura pura merajuk, padahal dirinya hana untuk menonton sebuah drama.
“Eh iya, dimana Jeje?” tanya Ella mengalihkan pembicaraan.
“Kemana lagi, kalau bukan merecoki si Clay,” jawab Jasmine di sertai helaan napas panjang.
__ADS_1
Ella dan Jasmine pun akhirnya menghabiskan waktu berdua, setelah beberapa saat Ella izin pamit sebentar untuk mandi dan membersihkan dirinya. Juga, ia membangunkan Stive agar pindah ke kamar atau menemui Jasmine terlebih dulu. Namun Stive tidak mau, ia berdalih tak enak badan agar tak keluar dari kamar tamu. Ia begitu malas mendengarkan ocehan dari Jasmine, karena baginya sudah cukup tadi ia berdebat dengan Ella, walau sebentar.
****
“Kamu pulang sana! Ngapain sih disini!”cetus Clay tak suka pada sosok gadis cilik yang kini tengah merebahkan diri di atas ranjang nya.
“Kay gak buleh itu. Nati puang benelan imana? Kay gak unya temen.” Celetuk Jesika atau yang lebih kerap di panggil Jeje. Karena Jessika adalah perpaduan dari Jasmine dan Jhon, maka dari itu mereka memanggil nya Jeje. Umur Jeje masih kurang dari empat tahun, dan suara nya masih belum jelas, berbeda dengan Clay yang sudah lima tahun lebih, dan memang dari segi IQ tentu saja Clay jauh lebih unggul.
“Namaku Clay, Je. Bukan Kay!” tekan Clay menahan geram nya. Ia kini memilih duduk di kursi meja belajar nya sambil bermain dengan game nya, mencoba menghiraukan Jesika, namun nyatanya tak bisa. Keberadaan Jesika benar benar sangat mengganggu nya.
“Iya cama saja kan. Kay,” kata Jesika cuek, ia pun beranjak dari tempat tidur, lalu menghampiri Clay, “Kay, ajalin Jeje dong, Jeje mo mainan itu juga.”
“Enggak! Kamu pulang sana! Ngapain kamu kesini! Aku gak suka, kamu itu perusuh, sana pulang!” usir Clay menatap kesal pada Jesika, namun gadis itu Masih tak bergeming di tempat nya. Matanya masih fokus pada layar komputer yang sedang di mainkan oleh Clay.
__ADS_1
“Bundaaaaaaaaa!” teriak Clay begitu nyaring saat melihat Jessika yang sejak tadi diam.
Sementara dua ibu yang berada tak jauh dari kamar Clay pun langsung menghampiri Clay dengan sedikit berlari. Terutama Jasmine, ia sangat cepat berlari, karena ia takut, apa yang ia pikirkan benar terjadi.
“Lihat itu!’' cetus Clay begitu marah, membuat Ella langsung terdiam saat melihat objek yang di tunjuk oleh Clay, sementara Jasmine hanya mampu menghela napas nya dnegan kasar, lantaran apa yang ia khawatirkan benar adanya.
.
.
.
Yang nanyain Jj nih, udah ada JJ junior yah 🤣🤣🤣 akan mommy kasih beberapa extra part lagi,😁😁😁
__ADS_1