My Psycho Husband

My Psycho Husband
Kemarahan Stive


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari nyonya Melanie. Ella pun akhirnya mulai merapikan pot pot tersebut. Di mulai dari mengangkat beberapa pot yang berisi tanah dan bunga mawar putih. Setelah selesai, ia mulai mengganti nya dengan bunga yang baru, ia merapikannya dengan langkah sedikit tertatih. Kepalanya terasa sedikit nyeri dan mata nya berkunang-kunang. Perut nya melilit, tentu saja karena ia memang belum makan sejak kemarin siang. Semalam, saat di rumah orang tuanya, dirinya tidak makan apapun, dan ia ketiduran hingga pagi hari karena ulah tuan Stive.


Karena tadi pagi ia masih merasa sakit, ia mengurungkan niat untuk sarapan, dan tadi saat ia sudah sangat lapar dan ingin makan, malah dirinya mendapatkan pekerjaan dari Jasmine. Kini tubuh nya benar benar terasa sangat lemas, namun setiap kali matanya bertemu dengan mata nyonya Melanie, ia langsung tersenyum dan merasa kuat kembali.


Bruk!


Entah sudah berapa pot yang ia pecahkan karena ia terjatuh, penampilan nya kini sudah tak beraturan dengan tubuh yang di penuhi tanah dimana – mana. Bahkan baju mahal nya kini sudah seperti baju gembel, lebih buruk dari baju nya yang ada di rumah lama nya.


Jangan tanya mengapa bisa seperti itu, karena tadi Jasmin sempat mengerjainya, dan ia tidak bisa melawan karena memang benar apa yang di katakan Jasmine, dirinya bukan siapa – siapa.


“Huh, akhirnya selesai sudah. Alhamdulilah.” Ella tersenyum lega saat melihat pondok kini sudah di penuhi mawar merah, dan ia juga mengacungkan dua jempol nya pada Nyonya Melanie, ia segera pamit dan pergi kembali ke kamar nya untuk mandi sebelum Stive pulang.

__ADS_1


***


“Jhon, kau pulanglah. Karena aku juga ingin beristirahat.” Ujar Stive saat turun dari mobil, biasanya ia akan menyuruh Jhon untuk masuk dan singgah agar menyelesaikan pekerjaan nya, namun hari ini ia benar-benar merasa sangat lelah, hingga ia menyuruh Jhon agar pulang dan istirahat juga.


“Terimakasih tuan,” ucap Jhon menundukkan kepalanya, lalu ia segera kembali ke mobil dan meninggalkan rumah tuan nya.


Saat Stive hendak melangkahkan kaki nya menaiki tangga, tiba tiba ia terbesit ingin melihat keadaan nyonya Melanie. Akhirnya ia memutar langkah nya menuju pondok. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat keadaan depan pondok sangat berbeda.


“Siapa yang melakukan ini!” teriak Stive membuat semua pelayan langsung berhambur mendekat ke arah suara.


“Tu- tuan,” ucap salah satu pelayan dengan nada takut dan gugup.

__ADS_1


“Siapa yang menyuruhmu melakukan ini hah!” bentak Stive pada pelayan tersebut.


“Tu- tuan, bu- bukan kami yang melakukan ini. ka-kami ...”


“Katakan siapa!”


“Nona Ella!” jawab salah seorang pelayan wanita dengan berani, “Tadi saya melihat nona Ella yang mengganti bunga- bunga ini. Saya sudah mencoba melarang nya, namun nona Ella tidak menghiraukan kami,” imbuh nya.


“Tadi saya juga sudah mencoba melarang nya Tuan, namun sepertinya nona Ella memang tidak mau mendengarkan kami.” Saut pelayan lain.


“Kakak itu terlalu manjain dia, makanya dia bisa seenaknya bertindak disini!” saut Jasmine tiba tiba datang dan menyulut sumbu panas di kepala Stive.

__ADS_1


Tanpa berkata lagi, ia pun segera pergi dengan langkah tergesa, membuat Jasmine menyeringai puas, “Mam pus!”


__ADS_2