My Psycho Husband

My Psycho Husband
Resah


__ADS_3

Sesuai apa yang di katakan oleh Stive, kini Jhon mengantarkan Ella untuk pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, Ella hanya diam dan merenung, mengapa Stive berubah padanya. Mengapa secepat ini ia di buang dan tak di butuhkan.


‘Harusnya aku seneng karena sudah bebas. Aku bisa kembali lagi ke rumah, tapi kenapa dadaa aku sesek banget? Kenapa ini rasanya begitu sakit.’ Gumam Ella tanpa sadar meneteskan air mata, tangan nya sedari tadi terus mengusap dadaa dengan mata yang terus fokus pada jalanan.


Setelah sampai, Jhon tidak bisa masuk atau sekedar mampir. Dirinya hanya mengantarkan Ella sampai di depan pintu gerbang rumahnya. Ella pun mengucapkan terimakasih kepada Jhon.


“Maaf Nona, saya hanya bisa mengantarkan anda sampai disini. Selamat,” ucap Jhon yang membuat Ella langsung menghela napas nya dengan berat.


“Terimakasih Jhon, dan hati-hati di jalan.” Setelah memastikan mobil Jhon pergi, Ella pun segera bergegas masuk untuk menemui ayah nya. Ia sudah menyiapkan diri untuk kembali pada kehidupan yang dulu.


“Bapak!” seru Ella saat melihat bapaknya membuka pintu. Tampak raut wajah Ella yang begitu bahagia, ia tidak menyangka bahwa kini bapak nya sudah bisa berjalan, walau masih sedikit tertatih.


“Akhirnya kamu pulang, Bapak sudah menunggu kamu dari tadi,” ujar pak Darto.


“Bapak sudah menunggu Ella? Bapak tahu kalau Ella mau pulang?” tanya nya heran.

__ADS_1


“Firasat,” jawab pak Darto membuat Ella tersenyum, lalu ia pun kembali memeluk bapak nya dengan penuh sayang.


“Ella seneng banget akhirnya bapak sudah sembuh,”


“Mau sampai kapan kaya gitu? Mending kamu istirahat dulu,” ujar ibu Ratih yang tiba-tiba datang dari arah dapur membuat Ella langsung melepaskan pelukan nya.


“Ibu,” sapa nya lalu ia segera mencium tangan bu Ratih.


“Istirahatlah,” katanya datar, namun Ella tahu bahwa itu tulus. Ella pun menganggukkan kepalanya, lalu ia segera pergi ke kamarnya. Sementara bu Ratih dan pak Darto hana saling pandang dan melihat punggung Ella yang semakin tak terlihat.


****


“Bagaimana?” tanya Stive saat Jhon sudah kembali menghadap padanya.


“Nona sudah di rumah nya Tuan, dan sesuai keinginan, semua baik-baik saja.”

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan wanita itu? Ah aku lupa namanya,”


“Nona Anggia sudah beberapa hari tidak terlihat Tuan. Terakhir info yang saya dapat, dia pergi bersama buronan kita,” jelas nya dan Stive hanya menganggukkan kepalanya.


Stive pun bangkit dari kursinya, ia menatap dinding kaca dan menatap pemandangan kota dan langit yang begitu cerah. Tanpa Ella tahu, bahwa selama Ella berada di mansion milik nya, Stive selalu memantau keluarga Ella. Bahkan, pengobatan Darto juga kebutuhan sehari hari keluarga Ella, Stive lah yang menanggung nya.


“Tuan, apakah kita akan memulai rencana berikutnya?” tanya Jhon pelan.


“Hem, mungkin itu lebih baik. Dia akan aman bersama keluarga nya, dan segera siapkan pernikahan ku,”


“Baik Tuan,” Jhon pun segera pergi meninggalkan Stive terhanyut dalam lamunan nya.


Ting!


Sebuah pesan singkat dari seseorang membuatnya sedikit menyunggingkan senyum di wajahnya. Menghela nafas panjang, Stive meraih jas dan juga kunci mobilnya, dirinya harus menyelesaikan beberapa hal sebelum hari bahagia nya tiba.

__ADS_1


‘Setelah hari pernikahan, akan aku pastikan kamu tidak bisa menghirup udara bebas lagi.’ Gumam seseorang yang sedari tadi mendengar pembicaraan nya.


__ADS_2