
Sepulang sekolah, Ella langsung kembali ke rumah. Rencana nya ingin belajar kelompok gagal lantaran Stive tidak mengizinkan nya. Di sekolah, Ella di larang berdekatan dengan laki-laki, dan karena dalam kelompok belajar Ella ada anak laki-laki selain Janu, maka Stive melarang nya.
Dengan perasaan kesal bercampur marah, Ela pun langsung masuk ke dalam rumah sambil membanting pintu mobil. Syive tdak marah, ia hanya menghela napas nya panjang, memang semakin kesini dirinya sudah berubah menjadi lebih sabar, namun hanya kepada Ella, bukan yang lain.
“Wow, sudah semakin melunjak ya si gadis kampung!” celetuk seorang wanitayang sedang duduk santai di sofa sambil menyesap minuman nya.
Ella menghentikan langkah nya, matanya teralih menatap wanita tersebut.
Deg!
“Jasmine,” gumam nya pelan.
“Why,” Jasmine pun beranjak dari duduk nya dan menghampiri Ella. Tanpa basa basi lagi, ia langsung menjambak rambut Ella karena sudah merasa sangat geram terhadap nya.
__ADS_1
“Auuwhh sakitt!” lirih Ela menggigit bibir bawah nya, ia tidak mau suara nya terdengar oleh Stive yang masih berada di luar, entah sedang apa dia betah di dalam mobil.
“Lo tahu, gara-gara lo, gue di usir dari rumah gue sendiri. Dan lo tahu, sekarang kakak gue sendiri benci sama gue. Emang dasar jaalang kecil lo ya, lo apain kakak gue bisa sampai tergila gila sama lo hah!”
“Sa-sakit Jamsine, tolong lepasin,” pinta Ella memohon, namun Jasmine tak menghiraukan nya sama sekali.
“Gue benci sama lo, gue benci!” Seru Jasmine yang angsung mendorong tubuh Ella hingga membuatnya terpentuk meja hingga berakhir di lantai.
“Jasmine!” bentak Stive tiba-tiba membuat Jasmine sangat terkejut.
“Sudah ku peringatkan padamu, jangan mengganggu nya!” seru Stive yanglangsung menarik rambut Jasmine dan bergantian menghempaskan nya ke lantai.
“Kakak!” jerit Jasmine tak menyangka bahwa kakak nya bisa memperlakukan nya begitu.
__ADS_1
“Sudah ku katakan, jangan menguji kesabaran ku. Dan sudah ku peringatkan, pergi dari sini, mengapa kau datang lagi? Apa kau mau mengantarkan nyawa ku pada ku hem?” ucap Stive dingin dengan tatapan yang begitu tajam.
Glek!
Jasmne menelan saliva nya dengan begitu sulit, saat dia menatap mata kakak nya. Yah, ini adalah kali pertama Jasmine melihat tatapan mata Stive yang begitu menyeramkan. Memang biasanya Stive juga menakutkan dengan kata-kata tajam dan dingin nya, namun kali ini sungguh Jasmine tidak menyangka bisa melihat sosok iblis di dalam raga kakak nya.
“S-Stive jangan, sudah ...” ucap Ella begitu lirih, ia sedang menahan sakit yang luar biasa pada punggung nya yang terkena ujung meja, yah tanpa ia sadari kini seragam putih nya sudah berubah warna menjadi merah.
Stive menghampiri Ella dan melihat tubuh Ella yang berdarah, membuat amarah nya semakin membuncah.
“Penjaga!” teriak Stive manatap tajam pada Jasmine yang masih terduduk di lantai dengan wajah takut nya, “Kalian bawa dia ke tempat biasa,” ucap nya dingin.
“Kak, jangan kak. Kakak Jasmine tidak sengaja, maafin Jasmine, kakak hiks hiks tolong jangan kak, maafin Jasmine!” Ia terus memberontak dan berteriak meminta ampun, namun Stive tak lagi menghiraukan nya, ia segera mengangkat tubuh Ella dan membawa nya ke dalam kamar.
__ADS_1
“Datang ke rumah, dan bawa dokter sialan itu!” ucap Stive singkat saat menelfon Jhon, tidak perlu menunggu jawaban dari sang empu nya, Stive juga langsung mematikan sambungan telfon tersebut.