
“Shitt!” pekik Stive saat hampir tertembak, ia pun segera mengeluarkan pistol nya yang selalu ia simpan di balik jas. “Kamu diam disini, jangan bergerak.” Kata nya pada Ella, lalu ia segera turun dari mobilnya.
Dor! Dor! Dor!
Stive dengan lihai dan cepat nya menghabiskan lawan. Ia tak segan menusuk dan menembak lawan nya. Setelah sekian lama, baru ini ada yang berani menghampiri nya di rumah. Maka ia tidak akan memberikan ampun.
“Jangan kau bunuh dia, sisakan satu dan baa ke ruang biasa!” titah Stive saat salah satu pengawal nya hendak menembak satu musuh ang memang sudah sekarat.
“Baik Tuan,” kata nya mengangguk, lalu ia memanggil teman nya untuk membawa musuh itu ke ruang bawah tanah.
“Dan untuk mereka, antar kan ke keluarga nya dan jangan lupa pesangon ganti rugi.” Titah nya dan pengawalnya pun mengangguk setuju.
__ADS_1
Meskipun kejam, namun Stive selalu memikirkan keluarga. Yah, baginya keluarga adalah nomor satu, dan bila ada pengawal nya yang gugur saat bekerja padanya, maka ia tak akan lepas tanggung jawab. Ia akan memberikan beberapa uang dan jaminan untuk keluarga yang di tinggalkan.
Setelah itu, Stive kembali ke mobil untuk mengecek keadaan Ella, dan ternyata gadis itu sudah pingsan karena ketakutan. Stive menghela napas nya berat, ia pun mengangkat tubuh Ella dan membawa nya ke kamar.
***
“Sial! Gagal lagi!” umpat seseorang yang baru mendapatkan kabar bahwa orang suruhan nya telah gagal untuk membunuh Stive.
“Tuan, mengapa anda tidak mencoba untuk menggunakan gadis yang berada di sisi tuan Stive?” ucap salah satu pengawal setia nya, membuat laki laki itu terdiam dan memikirkan kembali.
“Saya melihat bahwa tuan Stive begitu mencintai gadis itu, dan nampak sepertinya gadis itu juga belum mengetahui kenyataan sebenarnya, saya yakin, saat gadis itu tahu maka ia akan pergi dan tuan Stive akan hancur. Persis seperti saat ia kehilangan gadisnya yang dulu, anda tahu bagaimana kelemahan dia.”
__ADS_1
“Apakah kau yakin dia sangat mencintai gadis itu? Bukan karena sebatas rasa bersalah?” tanya laki laki itu mengerutkan dahi nya.
“Saya akan menyelidiki nya lagi. Tapi yang saya lihat selama ini memang begitu, perlahan tuan Stive sudah mulai mengurangi sifat arogan nya, dan ia bisa menuruti semua kemauan gadis itu.”
“Hem, menarik. Jadi dia sudah melupakan Mawar? Apakah dari rasa bersalah bisa menumbuhkan rasa cinta pada gadis itu? Ckck,” katanya berdecak dan menyeringai.
“Saya rasa begitu tuan. Lalu langkah apa yang akan kita ambil saat ini?”
“Tunggu dulu, kita diam dulu. Kita berikan mereka waktu sebentar lagi, setelah mereka sudah terikat dan tidak terpisahkan, maka saat nya kita berikan kejutan pada gadis itu. Tak perlu menggunakan kekerasan, cukup katakan padanya tentang kejadian yang sebenarnya, maka aku yakin dia akan meninggalkan Stive dengan sendirinya, tanpa kita mengotori tangan kita, kita sudah berhasil menghancurkan Stive, hahahaha!
“Baik Tuan, lalu apakah kita bisa memberikan nya sedikit hadiah pada gadis itu?”
__ADS_1
“Boleh, kita berikan sedikit hadiah padanya. Kamu kirimkan foto saat mereka bersama dulu, biarkan dia berfikir sejenak.” Katanya lagi dengan senyum menyeringai.