
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Kini, usia kandungan Ella sudah memasuki usia enam bulan. Masa – masa ngidam sudah berhasil ia lalui, dan kini, Ella dan Jasmine beserta Jhon tentu nya tengah berjalan- jalan di sebuah Mall untuk membeli perlengkapan bayi.
Sebenarnya, Stive sudah melarang Ella, ia sudah menyiapkan semua kebutuhan anak nya nanti, namun bukan Ella namanya bila tidak bisa mendapatkan keinginan nya. Seperti saat ini, dengan terpaksa Stive melakukan meeting seorang diri tanpa di temani Jhon.
“Nona, ini sudah sangat banyak. Masih belum cukup kah?” tanya Jhon menghela nafas berat karena tangan nya sudah penuh dengan barang belanjaan milik Ella.
“Sudah cukup kok. Tapi aku lapar, kita makan dulu yah.” Ella menggandeng tangan Jasmine dan mengajak nya untuk mampir di salah satu restauran yang berada di dalam Mall tersebut.
Drrtt .. drrtt ..
Menghela nafas berat, Jhon menghentikan langkah nya saat merasakan sebuah getaran dari saku jas nya. Ia terpaksa berhenti dan meletakkan barang belanjaan nya untuk bisa mengambil HP dan mengangkat panggilan tersebut.
“Hal—"
“Kalian dimana?” tanya Stive tiba – tiba sebelum ia menyelesaikan ucapan nya.
__ADS_1
“Nona Ella dan Jasmine sedang makan Tuan, apa—"
“Cepat bawa mereka pulang sekarang juga!”
“Tapi Tuan, tadi—"
“Sekarang Jhon!” seru Stive dan langsung mematikan sambungan tefon nya. Jhon pun mengerutkan dahi nya sebentar seolah berfikir. Sedetik kemudian, ia segera tersadar dan dan segera menyusul Ella dan Jasmine.
Sepanjang perjalanan pulang, Ella terus menggerutu memarahi Jhon. Namun Jhon hanya diam dan mendengarkan, bukan karena takut, tapi Jhon tengah memikirkan alasan mengapa Stive menyuruh nya segera pulang. Padahal, saat mereka hendak berangkat tadi semua baik- baik saja. Dan apakah mereka pergi terlalu lama? Batin Jhon namun ia segera mengelak, karena mereka baru beberapa jam meninggalkan Mansion.
“Tidak apa,” jawab Jhon yang masih fokus dengan setir nya.
“Tidak mungkin bila tidak ada apa – apa, kau menyuruh kami pulang. Kamu dengar sendiri bagaimana Ella ngomel dari tadi. Aku rasa seperti ada sesuatu? Benarkah?” tanya Jasmine lagi menatap Jhon dengan intens. Kini posisi duduk Jasmine berada di depan bersama Jhon, sementara Ella di belakang seorang diri.
“Huufft,, Jhon kau tau bagaimana raut wajah mu saat ini? Tegang dan kaku, seperti-“
__ADS_1
“Seperti apa Jas?” tanya Ella yang mendengar percakapan Jasmine pada Jhon.
“Hah, tidak!” jawab Jasmine dengan cepat dan menoleh ke belakang sebentar.
“Dasar duo JJ, kalian itu sama saja. Membuat ku kesal, baru tadi aku merasa sedikit lega dan bebas dari Stive, rasa marah ku pada nya belum ilang, dan kini kalian menambahi rasa kesal ku itu.” Celoteh Ella dengan kesal.
Yah, tujuan Ella mengajak Jamsine jalan – jalan adalah untuk menghilangkan stres nya karena sedang kesal dengan Stive. Sejak dia hamil, Stive menjadi over protektif, Stive selalu melarang nya melakukan banyak hal. Bahkan untuk naik, turun tangga saja, Stive selalu menggendong nya. Maka dari itu, kini ia nekat pergi keluar rumah karena sudah benar- benar jengah dengan Stive.
Dan belum hilang rasa kesal nya itu, dirinya sudah di buat kesal lagi oleh Jhon karena memaksa nya pulang saat dirinya hendak makan.
Setelah mobil yang mereka tumpangi sampai, Ella bis melihat Stive tengah berjalan cepat ke arah nya. Dengan perasaan kesal, Ella pun turun dan hendak protes pada suami nya. Namun, belum sampai dirinya menghampiri Stive, tiba tiba ...
Dorrr!
Seketika semuanya menjadi hening ....
__ADS_1