My Psycho Husband

My Psycho Husband
Surat


__ADS_3

Selama proses Pemakaman, Stive hanya diam dengan ekspresi datar nya, sementara Ella, ia terus bersama denan Jasmine. Entah ke sambet mahkluk apa, kini Jasmine terus lengket dengan Ella, mungkin memang dirinya sangat membutuhkan bahu untuk bersandar, atau kini ia mulai sadar bahwa memang Ella tidak seburuk yang ia kira.


“Jhon, kau telusuri semua CCTV, dan temukan siapa dia.” Kata Stive dengan mengepalkan tangan nya kuat.


“Baik Tuan,” Jhon pun menganggukkan kepala nya dan segera pergi dari ruang kerja Stive.


“Mah!” desis Stive memijit pelipis nya, lalu ia beranjak dari duduk nya dan menuju ke Pondok, tempat mama nya biasa tinggal di sana.


Bukan tanpa alasan Stive meletakkan Mama nya di pondok terpisah. Itu semua atas keinginan nya sendiri, dulu saat masih sehat, Melanie sendiri yang menyiapkan pondok itu, ia sering menghabiskan waktu di sana untuk membaca buku dan merangkai bunga bersama Mawar. Dan saat ia di pulangkan dari rumah sakit, setiap malam Melanie selalu mimpi buruk saat ia tinggal di kamar utama. Sejak itu, Stive akhirnya memindahkan Melanie ke pondok dan ternyata benar, di sana ia lebih nyaman dan kondisi nya semakin membaik terlebih saat Ella datang.


Stive mengerutkan dahi nya saat melihat ada sesuatu yang berada di bawah bantal mama nya. Ia pun segera mengambil nya dan membuka isinya. Ia menemukan beberapa surat yang di tulis oleh Melanie, mungkin ini adalah pesan terakhir untuk nya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, ia pun segera membawa nya ke dalam kamar nya dan membaca nya di sana.


“Stive,“ panggil Ella saat melihat Stive jalan terburu-buru menaiki tangga.


“Ada apa?” tanya nya datar.


“Bolehkah aku tidur dengan Jasmine malam ini, seperti nya dia masih syok kehilangan—"


Sesampainya di dalam kamar, Stive mulai membuka surat yang untuk nya. Di sana ada tiga surat, yang salah satu nya untuk dirinya, Jasmine dan juga Ella. Entahlah, mengapa mama nya ingin memberikan surat kepada Ella, batin Stive.


Karena penasaran, ia pun akhirnya membuka surat yang untuk Ella terlebih dahulu.

__ADS_1


Dear Ella


“Ella, mungkin saat kamu sudah membaca surat ini, kamu sudah tidak bisa bertemu saya lagi. Ella, kamu gadis yang cantik, baik dan juga begitu ceria, kamu bisa mengubah sifat anak saya yang telah lama hilang. Dan kamu berhasil membuat saya termotivasi untuk sembuh. Tapi, saya sadar, mungkin ini memang karma yang memang seharusnya saya tebus. Dia terus mengincar ku, dia tak menginginkan aku untuk bisa kembali seperti dulu lagi.


Ella, satu hal yang harus kamu tahu, mengenai ibu kandung kamu. Mewakili anak saya, saya meminta maaf yang sedalam dalam nya. Saya harap, setelah kamu mengetahui ini, kamu masih tetap bersedia hidup di samping nya. Karena saat ini, hanya kamu yang bisa saya harapkan.


Dia tidak sengaja melakukan itu, dan dia terus hidup dalam penyesalan nya. Saya mohon, maafkan dia dan biarkan saya yang menebusnya.”


Stive tidak sampai habis membaca surat itu, ia pun langsung meremas nya dan membakar nya di dalam kamar. Ia tidak mau sampai Ella mengetahui nya, maka akan di pastikan bahwa Ella akan meninggalkan nya.


‘Mengapa Mama bisa menulis hal seperti ini!’ gumam Stive marah.

__ADS_1


__ADS_2