
"S-Stive,” gumam Ella sambil menggigit bibir bawah nya, lalu ia menyengir kuda saat melihat tatapan Stive yang kini tampak sangat marah pada nya, “Ke- kenapa kamu bisa masuk?’ tanya Ella berusaha mencairkan suasana.
“Kenapa aku bisa masuk?” Stive kembali mengerutkan dahinya, dengan perlahan, ia menghampiri Ella selangkah demi selangkah, membuat tubuh Ella sedikit merasa terpojok.
“Jadi ini kebiasaan kamu? Bila kamu kesal dengan ku atau Clay, kamu selalu kabur ke kamar ini, karena ini?” tanya Stive lagi, dan kini tatapan nya semakin terlihat sangat menyeramkan.
Marah, tentu saja. Stive seorang psychopat yang penuh kecemburuan. Sikap posesif nya tidak ada yang mengalahkan. Bahkan pada anak nya sendiri, darah daging nya sendiri ia merasa cemburu dan tidak mau mengalah. Dan kini, apa yang Stive lihat benar benar membuat jiwa cemburu nya muncul. Saat Ella marah, memang ia sering lari ke kamar tamu, dan seperti tadi contoh nya, ia buru buru menyelesaikan makanan nya karena segera ingin pergi ke kamar itu lagi. Stive berfikir bahwa Ella benar benar sangat marah padanya, hingga membuat nya ingin segera menghampiri dan membujuk Ella, agar tak terlalu lama marah pada nya. Bahkan, ia sampai membolos bekerja hanya demi istri nya.
Tapi apa ternyata? Ella buru buru kembali ke kamar, hanya karena ingin segera melanjutkan acara menonton drama kesukaan nya. Sudah berulang kali Stive melarang Ella menonton drama seperti itu, karena Stive tidak suka, bila istrinya lebih menyukai pria lain daripada dirinya. Apalagi itu artis bertulang lunak, bagi Stive. Laki laki yang jauh berada di bawah nya, tentu saja, lihat saja tubuh kecil melengking mereka, bisa Stive pastikan bila ia beri satu kali pukulan, maka tubuh itu akan melayang. Tapi Stive heran, mengapa Ella dan adik nya bisa sebegitu nya menyukai laki laki letoy seperti itu.
__ADS_1
“Stive aku—"
“Sepertinya, kamu harus di berikan hukuman,” bisik Stive yang kini sudah berada di hadapan Ella, membuat tubuh Ella semakin gugup dan susah menyeimbangkan hingga sedikit lagi maka akan tumbang.
“Stive, ka- kamu harus ke kantor. A-“
Ella tak bisa menolak nya, semakin ia memberontak dan menolak, maka Stive akan semakin lama memberikan nya hukuman. Jadi ia hanya bisa pasrah dan menerima semua perlakuan Stive dengan pasrah.
***
__ADS_1
Sementara itu, Clay yang sudah merasa bosan, ia kembali menuruni tangga dan mencari keberadaan orang tua nya. Namun, ia sudah lelah berkeliling dan belum juga menemukan dimana ayah nya.
‘Apakah bunda sudah memaafkan ayah?’ gumam Clay seperti berfikir.
Clay hendak melangkahkan kaki menuju kamar tamu, namun tiba tiba saja ia mendengar suara tamu yang memanggil nama nya, hingga membuat nya langsung berbalik dan melihat siapa tamu itu.
“Iks, pengacau datang!” Clay hendak kabur dan kembali ke kamar nya, namun ternyata langkah nya kurang cepat, hingga membuat tamu nya yang baru datang itu langsung menyiksa Clayton dengan gemas.
“Bundaa!” teriakan Clayton seketika membuat Ella dan Stive terganggu. Ella segera bangkit dan memakai pakaian nya, lalu segera keluar kamar. Sementara Stive hanya acuh dan hendak memejamkan matanya kembali.
__ADS_1