My Psycho Husband

My Psycho Husband
Welcome baby boy


__ADS_3

Stive masih diam, mengamati bayi mungil yang berada di pangkuan nya. Yah, ia hanya berani memangku, ia belum berani untuk menggendong nya. Matanya berkaca kaca, ia masih tidak menyangka bahwa dirinya memiliki bayi laki laki, dan itu berarti ia tidak perlu lagi melihat Ella kesakitan.


“Sa—Sayang ...” gumam Stive sedikit terbata, lalu ia menatap Ella dengan perasaan begitu haru, begitu pun dengan Ella yang juga tersenyum kepada Stive.


“Selamat bro, bayi impian mu.” Ucap Marcel tulus memberikan ucapan.


“Tapi kenapa bisa berubah laki laki? Bukan kah waktu itu waktu di USG bayi ku perempuan? Apakah di dalam sana bisa ganti kelamin?” lagi-lagi pertanyaan konyol kembali Stive lontarkan, membuat Marcel langsung menghela nafas nya berat karena bingung bagaimana ia menjelaskan nya.


“Untuk itu, kau bisa tanyakan lagi pada dokter kandungan, jangan padaku, karena aku tidak tahu detail nya. Intinya, anak kamu menag dari awal laki aki, bukannya di dalam rahim bisa ganti sesuai keinginan orang tua nya begitu. Mungkin saat itu dokter melakukan kesalahan, mereka kurang teliti, makanya bisa mengatakan bayi mu perempuan.” Jelas Marcel.

__ADS_1


“Sumpah yah, seumur hidup ku, aku baru melihat seorang ayah yang tidak antusias melihat kelahiran bayinya.” Celetuk Marcel.


“Bukan aku tidak antusias, tapi aku khawatir dengan Ella, kau tahu, aku sangat mencintai nya, aku takut terjadi apapun padanya,” Stive menatap Ella dan kembali memberikan nya kecupan indah di kening.


“Tapi bukan begitu juga Stive, bisa bisa nya kau tidak mengenali anak mu sendiri,”


“Bukan tidak mengenali, tapi belum.”


“Tidak akan ada next time, sudah cukup. Aku tidak mau melihat istriku kesakitan lagi,” saut Stive dengan tegas.

__ADS_1


Ella memberikan isyarat pada Marcel agar tidak menjawab ucapan Stive kembali,dan akhirnya Marcel pamit undur diri, ia memilih bergabung dengan Jasmine dan Jhon yang saat ini tengah duduk di kursi ruang tunggu yang berada di depan ruang perawatan Ella.


“Astaga, di dalam orang lagi bucin. Disini pun juga sama,” Marcel menggelengkan kepala nya, berdecak melihat tingkah kakak dan adik yang tengah di landa asmara, “Kalian pacaran?”


“Tidak,, Iya,” jawab keduanya bersamaan, tentu saja Jasmine menjawab Iya, dan Jhon yang menjawab tidak. Dan itu membuat Jasmine langsung melotot dan menatap tajam pada laki laki yang belum genap dua puluh empat jam mengatakan perasaan padanya itu.


Beberapa saat yang lalu, sebelum mereka mendengar kabar Ella melahirkan, Jhon dan Jasmine memnag tengah jalan berdua. Jhon mengungkapkan isi hatinya, dan belum sempat Jasmine menjawab, suara dering telfon mengejutkan keduanya. Saat itu Marcel lah yang menelfon Jhon dan mengatakan bahwa Ella di bawa ke rumah sakit akan melahirkan, dan saat itu juga Jhon langsung mengajak Jasmine untuk pulang ke indonesia.


“Jadi mana yang benar,” tanya Marcel sekali lagi.

__ADS_1


“Tidak,,, Iya,”jawab keduanya lagi bersamaan. Dan kini bagian Jasmine yang mengatakan tidak, ia menatap Jhon dnegan perasaan sedih, ia merasa bahwa Jhon malu mengakui perasaan nya di depan orang. Sakit, itulah yang ia rasakan saat ini.


“Sudahlah, aku masuk.” Jasmine pun akhirnya memilih pergi dan masuk ke dalam ruang perawatan Ella kembali, sementara Marcel langsung tertawa terbahak bahak melihat bagaimana raut wajah Jhon yang merasa bersalah karena sudah membuat Jasmine bersedih.


__ADS_2