My Psycho Husband

My Psycho Husband
kematian


__ADS_3

“Mama! Nyonya Melanie!” pekik Ela dan Stive bersamaan saat memasuki pondok.


Nampak nyonya Melanie kini sudah tergeletak di lantai dengan mulut yang sudah di penuhi oleh busa, Stive dan Ella segera menghampiri nya dan Ella meletakkan kepala nyonya Melani di pangkuan nya. Stive pun segera memanggil beberapa pengawal yang berjaga.


Semua tampak terkejut saat mendengar amukan dari tuan Stive. Mereka tidak ada yang tahu bagaimana bisa nyonya Melanie menjadi seperti itu. Dan Stive pun tak segan segan menghajar semua pengawal nya untuk melampiaskan kemarahan nya.


Beberapa saat kemudian, Marcel dan Jhon datang dengan terburu buru. Ella dan Stive serta Jasmine masih tetap berdiri di samping nyonya Melanie yang sudah tak berdaya.


Setelah beberapa saat Marcel memeriksa nya, ternyata nyawa nyonya Melanie sudah tidak bisa di selamatkan, membuat tangis Jasmine dan Ella semakin pecah. Sementara Stive hanya berdiam diri dengan tangan yang mengepal kuat, rahang nya mengeras dan hatinya begitu bergemuruh. Bagaimana bisa ia kecolongan seperti ini, ia bersumpah akan membalas apa yang sudah ia rasakan saat ini.


Mereka sengaja mengalihkan perhatian nya kepada musuh yang ia sekap, tanpa ia sadari bahwa ada salah satu orang yang mengkhianati nya dan berani menusuk nya dari belakang. Ia berhasil membunuh mama nya yang selama ini ia tunggu akan kesembuhan nya.

__ADS_1


“Mama hiks hiks, kenapa mama tinggalin Jasmine hiks hiks.” Ia tak henti hentinya menangis denan histeris sambil memeluk jasad mama nya. Ia tidak menyangka bahwa kini mama nya benar benar pergi untuk selama lama na. Ia belum sempat untuk berkata banyak padanya. Sejak mama nya sakit, ia sangat jarang untuk melihat dan bertemu dengan nya, karena ia hanya di fokus kan untuk belajar dan menikmati hidup. Itulah yang di ajarkan oleh ayah nya, ia tahu bahwa Melanie bukanlah ibu kandung nya, maka ia jarang berinteraksi dengan nya, ia kecewa dan marah mengapa bisa ia bukan anak kandung nya.


Tapi meski begitu, Jasmine sangat menyayangi beliau dan ia juga sangat kehilangan atas kematian nyonya Melanie. Sementara Ella, ia merasa sangat kehilangan karena memang hari hari ia habiskan dengan nyonya Melanie. Bahkan, ia lah yang membuat Ella mampu bertahan dan bisa membuka hati untuk Stive.


“Jhon, kau urus pemakaman, dan kau Marcel, lebih baik kau bawa Jasmine pergi dari sini.” Kata Stive datar.


“Kakak!” pekik Jasmine tidak setuju, ia masih ingin di samping Mama nya untuk yang terakhir.


“Kenapa kakak jahat sekali sama Jasmine hiks hiks,” tanya Jasmine terisak.


“Stive, kumohon, biarkan Jasmine disini. Meski begitu, ia berhak ada disini. Terlepas dari siapa yang tega melakukan ini biarkan waktu yang akan menjawab nya. Percaya lah Stive, Tuhan itu ada dan ia maha adil. Maka cepat atau lambat semua akan terjawab, aku mohon, biarkan Jasmine disini,” pinta Ella memohon kepada Stive, membuat Stive dan Jasmine langsung menatap ke arah nya.

__ADS_1


“Aku rasa Ella benar, biarkan dulu Jasmine ada disini.” Sambung Marcel ikut bersuara, mau tak mau, akhirnya dengan terpaksa, Stive mengiyakan dan membiarkan Jasmine berada di sana.


.


.


.


.


Maaf yah, kalau novel mommy garing atau apa. Jujur saja, ini mommy hanya coba-coba buat genre begini, tapi ternyata GAGAL, 😭😭

__ADS_1


Mommy gak bisa buat yang terlalu kejam, maaf kalau judul dan isi tak sesuai 🙈😭😭


__ADS_2