
“Kamu gapapa?” tanya Jhon saat sudah berhasil membawa Jasmine masuk ke dalam mobilnya.
“Da- darimana kamu tahu a-aku disini? Ke- kenapa kamu bi- bisa disini?” tanya Jasmine terbata di sertai tubuh yang masih bergetar hebat.
Tadi, sewaktu Hendra menarik nya ke dalam kamar dan hendak melancarkan aksinya, tiba- tiba pintu di dobrak secara paksa oleh Bayu. Yah, Bayu, anak didik Hendra, anak jalanan yang di besarkan oleh Hendra sejak kecil hingga menjadi seorang laki-laki kuat dan tangguh. Hendra sangat mengandalkan Bayu, ia memberikan segala nya untuk Bayu. Ia akan menjadikan Bayu sebagai alat nya untuk menghancurkan Stive, namun siapa sangka, bila ternyata Bayu mencintai Jasmine, dan ia berhasil menggagalkan rencana nya.
Dan saat Bayu tengah berkelahi dengan Hendra, Jasmine memanfaatkan nya untuk kabur, bertepatan dengan kedatangan Jhon yang baru masuk ke dalam rumah setelah berhasil melumpuhkan beberapa pengawal Hendra.
“Bukankah aku sudah bilang, kalau keadaan masih bahaya! Kenapa kamu malah pergi, apa kamu pikir aku akan tenang melihat mu pergi begitu saja seorang diri hah!” seru Jhon panjang lebar, langsung membuat Jasmine menatap nya dengan air mata yang semakin deras membasahi pipi nya.
“Hiks hiks hiks,” Jhon pun kembali menarik Jasmine ke dalam pelukan nya. Membiarkan gadis itu menangis, menuntaskan seluruh air mata nya.
__ADS_1
“Harus nya kamu mendengarkan ku! Bagaimana kalau tadi aku telat sedikit, lalu kamu—"
“Hiks hiks hiks, aku gak tahu kalau ternyata Papa bisa senekat itu. A- aku pikir Papa tidak akan tega menyentuh ku. Papa hiks hiks hiks,”
“Sudah lah, tenangkan diri kamu dulu. Bukankah nyonya Melanie sudah menyuruh mu untuk tetap berada di mansion tuan Stive? Mengapa kamu nekat kemari dan hendak menjadi santapan lelaki tua itu!” kata Jhon dengan mengepalkan kedua tangan nya. Bayangan wajah Jasmine yang ketakutan, di tambah rambut acar- acakan dan hanya mengenakan selimut, membuat darah Jhon semakin mendidih.
“A- aku takut kakak membunuh Papa, atau papa membunuh kakak. aku gak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi. Kamu tahu, bila sampai kakak kenapa – napa, bagaimana dengan Ella, juga bayi nya? Aku gak mau itu terjadi, aku—"
“Tapi kamu hampir kehilangan—" Jhon tak sanggup meneruskan ucapan nya, gigi nya langsung bergerutuk, rahang nya kembali mengeras dan tangan nya semakin mengepal kuat.
****
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Hendra yang sudah terkapar di lantai dengan wajah babak belur.
“Harusnya, saya yang bertanya. Kenapa anda melakukan ini? Bukankah Jasmine anak anda?” tanya Bayu dengan raut wajah datar nya.
“Hahahaha, apa kah kau masih mencintai anakku? Hahaha!” hendra langsung tergelak saat melihat raut kemarahan di wajah Bayu.
“Anda sangat menjijikkan!” gumam Bayu begitu lirih.
“Orang menjijikkan inilah yang membuat mu seperti sekarang!” sentak Hendra mencoba bangkit, “Kau tahu, aku sudah lama tidak menyentuh seorang wanita. Dan gadis kecil ku sudah besar, dia menyodorkan diri kepadaku, apakah aku salah?” tanya Hendra dengan senyum smirk di wajah nya.
“Dan asal aku tahu Bay, gadis kecil ku itu sudah besar, kulit nya begitu lembut, dan begitu-“
__ADS_1
Bug!
Bayu kembali menghajar Hendra dengan sangat brutal. Ia tahu bahwa Hendra adalah orang jahat, tapi ia tidak tahu bahwa Hendra tak hanya jahat, namun juga sangat menjijikkan. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu tentang anak nya sendiri.