My Psycho Husband

My Psycho Husband
Di perkosa?


__ADS_3

“Ella!” teriak Stive tiba-tiba terbangun dari istirahat nya. Seketika keringat berkucuran di pelipis nya serta nafas yang begitu memburu. Menahan sakit di perut nya, ia segera meraih ponsel yang berada di nakas, lalu ia mencoba menghubungi nomor yang seseorang.


Tuuttt ... Tuuuttt ..


‘Hallo,’


“Dimana Ella sekarang?” tanya Stive to the point.


‘Ella pergi Tuan, beberapa jam yang lalu—"


“Siapa yang mengizinkan dia pergi hah! Kenapa kau tak bertanya dulu padaku!” bentak Stive sambil meringis.

__ADS_1


“Ma—maaf Tuan, tapi bukan kah anda yang menyuruh nya?”


“Bodoh! Kalau aku yang menyuruh orang untuk menjemput nya pasti aku akan menelfon mu! Sekarang juga cepat cari keberadaan nya dan segera kabarkan padaku!” Setelah mengatakan itu, Stive langsung mematikan sambungan telfon nya. Kini ia bergantian untuk menelfon Jhon.


‘Hal—'


“Jhon, kau lacak keberadaan Ella sekarang juga!” kata Stive langsung, kemudian mematikan sambungan telfon nya tanpa menunggu jawaban dari Jhon.


‘Brengs*k!’ umpat Stive. Ia pun berusaha bangkit dan menuju walk in closed, entah mengapa kini perasaan nya tidak menentu. Gelisah, juga resah melanda hatinya, setelah terbangun dari mimpi buruk nya, hati Stive menjadi tidak tenang.


“Jasmine, sepertinya mereka memang mengikuti kita,” ucap Ella semakin panik saat mobil di belakang nya terus mengikutinya, padahal Jasmine sudah berulang kali berhenti dan menepi untuk memberi jalur untuk mendahului, namun mobil itu tetap saja mengikutinya hingga kini membuat keduanya semakin cemas.

__ADS_1


“Kamu tenang dulu El, duh mana jalanan juga sepi banget lagi,” kata Jasmine ikut panik, berulang kali ia melihat spion nya untuk melihat keadaan belakang, dan memang mobil itu terus mengikuti nya.


“Jasmine, bagaimana kalau mereka orang jahat? Atau mereka itu rampok? A—aku takut di perkosa lagi Jas, aku gak mau!” seketika Ella menjadi parno dan terus bergumam kadang histeris, bayangan laki-laki jahat akan memperkosa nya membuat nya semakin ketakutan.


“Hah, wait. Kamu gak mau di perkosa lagi? LAGI El?'’ tanya Jasmine meyakinkan, “Siapa yang sudah memperkosa kamu El? Gila, bajin*ngan mana itu. Kamu tenang aja El, aku akan jaga kamu, karena kini kamu tanggung jawab ku karena aku yang membawa mu. Tapi siapa yang sudah berani melecehkan mu, dimana dan bagaimana bisa? Apakah kakak ku sudah tahu? Aku yakin, kalau dia tahu dia asti akan mencari laki-laki itu dan membunuh nya dengan tangan nya sendiri,” ucap Jasmine panjang lebar dengan penuh kemarahan.


Tangan nya terus mengepal erat ke setir mobil, ia membayangkan bagaimana amarah Stive bila sampai dia tahu bahwa wanita yang di cintai nya sudah pernah di perkosa oleh laki-laki lain.


“Kamu jangan takut El, kamu katakan, apakah kamu masih mengingat wajah laki-laki itu?” tanya Jasmine, kini pikiran nya bukan lagi kepada siapa yang mengikuti nya di belakang, melainkan fokus pada siapa yang sudah berani memperkosa Ella.


“Sudahlah Jas, jangan menanyakan itu lagi. Aku gak mau bahas itu, kenapa jadi bahas itu sih. Kita lagi bahas orang yang di belakang loh tadi,” kata Ella menghela napas nya berat.

__ADS_1


“Ella, aku akan bantu kamu bicara sama kakak. Biar kakak yang memberikan pelajaran pada laki-laki itu, ayo Ella katakan.” Desak jasmine lagi lagi membuat Ella begitu frustasi.


‘Orang yang memperkosa ku itu kakak kamu Jasmine, huaaa aku pengen nangis rasanya, gimana aku ngomong nya coba. Gak mungkin juga Stive bakal menghabisi dirinya sendiri karena sudah memperkosa aku.’ Gerutu Ella dalam hati.


__ADS_2