My Psycho Husband

My Psycho Husband
Kemarahan Stive


__ADS_3

Setelah memastikan keadaan Ella baik-baik saja, Stive segera melangkahkan kakinya menuju ruang bawah tanah, tempat dimana ia menyuruh penjaga untuk membawa Jasmine.


“Kakak, lepasin Jasmine. Sungguh, tadi Jasmine tidak sengaja hiks hiks.” Saat ini Jasmine tengah duduk di sebuah ukursi dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat tali.


“Kau tau apa kesalahan mu?” tanya Stive dengan santai, ia juga ikut mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang berada tepat di depan Jasmine.


Stive menyilangkan kakinya, lau ia mengambil sebuah rokok dan menghisapnya, membuat Jasmine sedikit terbatuk saat terkena asap rokok yang sengaja Stive arahkan ke wajah nya.


“Jasmine tidak sengaja kak, hiks hiks, sungguh Jasmine tidak sengaja,” kata Jasmine masih mengelak.


“Oh, tidak sengaja. Baiklah, kalau begitu silahkan kau menginap disini,” ucap Stive beranjak dan hendak pergi namun suara Jasmine menghentikan langkah nya.


“Kenapa?” tanya Jasmine dnegan suara lirih.

__ADS_1


“Kenapa kakak tega sama Jasmine begini? Dulu kakak menyayangi Jasmine, dulu kakak tidak pernah kasar pada Jasmine, tapi kenapa sekarang kakak berubah?Kenapa sejak kedatangan gadis kampung itu kakak langsung berubah drastis pada Jasmine, kenapa kak?” jerit Jasmine dengan derai air mata membasahi wajah pipi nya.


“Dulu? Kapan? Yakin?” tanya Stive dengan senyum tipis di wajah nya yang terkesan menyeramkan.


“Jasmine,” Stive melangkahkan kakinya mendekati kursi Jasmine, “Seharusnya, saat aku menyuruh mu pergi, kamu pergi. Karena aku masih berbaik hati memaafkan kalian, tapi kenapa kamu malah datang lagi dan menyiramkan bensin kembali di kobaran api yang sudah hampir padam itu hem?”


“A- apa maksud kakak?” tanya Jasmine semakin ketakutan.


“Dimana Mawar saat itu hem? Siapa yang meninggalkan nya dan kenapa dia bisa ada di sana? Katakan?” tanya Stive masih dengan nada lembut, namun dingin.


“Bukankah kau sengaja juga hem? Kau tahu jelas bagaimana aku dan dia. Kau tak ingin aku bersama nya, karena kau menyukai ku hem? Jasmine, apa kau benar menyukai kakak mu sendiri?”


“Tidak! A-ku,”

__ADS_1


“Lalu kenapa kau membunuhnya!” bentak Sive yang langsung membanting kursi Jasmine, hingga membuat nya ikut tersungkur ke lantai.


“Bukan aku yang membunuhnya!” kata Jasmine ikut menjerit dan menangis, “Aku tidak mencintai kakak, aku juga sangat kehilangan kak Mawar. Aku juga ingin dia yang bersama kakak dulu!”


“Cih!”


“Kakak, meski kita bukan saudara sedarah, tapi aku sayang sama kakak. Jasmine sayang sama kakak bukan cinta sama kakak, jamsine juga mau yang terbaik untuk kakak hiks hiks.”


“Kau pikir aku percaya hah!” kini Stive berjongkok di depan Jasmine dan menarik rambut nya kembali.


“Percaya atau tidak, tapi memang benar bukan Jasmine pelakunya!” ucapnya menjerit frustasi karena Stive tidak mempercayainya.


Stive menatap mata Jasmine yang terus menangis dan memohon padanya, ia bisa melihat tatapan itu memang tatapan tulus dan jujur. Namun entah mengapa masih sulit bagi Stive untuk mempercayainya.

__ADS_1


Ia berfikir bahwa Jasmine mencintainya dan akan menyingkirkan setiap gadis yang berada di dekat nya. Ia takut bila sampai Ella akan bernasib sama dengan Mawar, yah Mawar adalah kekasih Stive, mereka sudah bersama sejak mereka SMP. Hingga saat tragedi itu terjadi, ia begitu syok dan membenci dirinya yang tidak bisa menjaga nya.


__ADS_2