
Siang itu, Ella sangat merasa bosan berada di dalam mansion seorang diri. Sejak kejadian beberapa waktu yang lalu, Jasmine memutuskan untuk pergi dari mansion. Ia memilih untuk melanjutkan kuliah nya ke luar negri. Namun, meskipun Stive mengizinkan nya, ia masih terus memantau pergerakan Jasmine.
“Kamu mau ikut?” tawar Stive yang hendak kembali ke kantor. Tadi ia sengaja pulang untuk makan siang karena keinginan Ella.
“Bolehkah?” tanya Ella antusias.
“Tentu saja, asal kamu senang, tapi aku juga tidak mau kamu terlalu lelah.”
“Aku tidak lelah Stive, ayo kita berangkat.” Ella begitu antusias untuk mengikuti Stive ke kantor. Ia sudah sangat bosan terus berada di dalam kurungan istana itu.
Kini, kehidupan Ella dan Stive sudah di katakan jauh lebih baik. Semua beban yang pernah Ella rasakan, kini seolah lenyap, beban itu hilang dan tergantikan dengan kenikmatan yang tiada tara. Dirinya tinggal menunggu kelahiran putri pertama mereka, yah beberapa waktu lalu, Ella dan Stive sudah melakukan USG dan melihat bahwa anak yang di kandung oleh Ella adalah perempuan.
Sejujurnya, Stive sedikit kecewa, karena ia sangat ingin memiliki anak laki- laki. Namun, ia juga tidak terlalu memperlihatkan kekecewaan nya, ia tidak ingin membuat istri nya sedih.
__ADS_1
Selama di kantor, Ella juga tak banyak melakukan pekerjaan. Ia hanya menonton drama di dalam kamar, dan sesekali ia berkeliling untuk melihat lihat keadaan. Hingga, tanpa sengaja ia melihat sesuatu yang membuat nya mengerutkan dahi.
Karena penasaran, Ella meminta izin pada Jhon, bahwa ia ingin berjalan jalan seorang diri. Ia ingin mengikuti seseorang yang ia merasa seperti mengenal orang tersebut. Jhon yang mengetahui itu hanya menganggukkan kepalanya, namun diam diam ia juga memantau istri dari bos nya agar tidak terjadi hal yang tak di inginkan.
“Kok gak ada?” gumam Ella saat ia merasa sudah kehilangan jejak, “Kenapa dia pergi? Kenapa cepat sekali,” imbuh nya, ia mengusap perut besarnya, lalu ia berbalik dan hendak kembali ke ruangan Stive.
“Apakah mataku sudah rabun? Tapi aku jelas melihat nya, tapinya dimana? Kenapa aku bisa kehilangan jejak nya,’ Ella terus bergumam di sepanjang jalan, masih memikirkan tentang seseorang yang mungkin ia kenal, namun dengan cepat orang itu menghilang.
“Sayang,kamu darimana?” tanya Stive menghampiri Ella yang baru saja keluar dari lift.
“Ayo kita pulang,” ajak Stive hendak kembali masuk ke dalam lift.
“Tas aku,” kata Ella menghentikan langkah nya.
__ADS_1
“Sudah di bawa oleh Jhon, ayo. Aku ingin membawa mu ke suatu tempat,”
“Kemana?”
“Ada deh,”
“Stive,” rengek Ella memanyunkan bibir nya, membuat Stive langsung terkekeh.
Tak sabar, ia pun langsung mengangkat tubuh Ella dan Menggendong nya di sepanjang jalan. Meski beberapa kali Ella meminta untuk di turunkan dan ingin berjalan sendiri, namun Stive tidak memperdulikan nya, ia tetep kekeuh menggendong Ella. Membiarkan seluruh karyawan nya menatap ke arah mereka, bahkan tak sedikit yang memuji perlakuan Stive kepada istrinya.
Awalnya, semua sangat terkejut, namun semakin lama, mereka semakin terbiasa dan kini mereka menyukai sosok Stive yang sekarang. Lebih sering tersenyum dan tertawa, bahkan suaranya juga lebih sering terdengar oleh beberapa karyawan di sana. Karena dulu, sosok Stive sama sekali tidak bisa tersentuh, hanya orang orang tertentu yang bisa mendengar suara nya, dan juga untuk tersenyum, rasanya seperti mustahil.
.
__ADS_1
.
Menuju ending yah, mau happy end atau sad end 🙈🙈🤣🤣 komen di bawah 🙈 komen terbanyak mommy kabulin 🙈🙈