My Psycho Husband

My Psycho Husband
Saling menyalahkan


__ADS_3

"Jasmine, kamu kenapa?" tanya Ella saat membuka pintu.


Ella begitu terkejut saat Jasmine datang dengan memakai pakaian Jhon yang terlihat kebesaran. Terlebih, mata gadis itu begitu sembab dan masih ada sedikit sisa isak tangis nya.


Jasmine tidak menjawab, ia pun segera berlari menuju kamar nya. Tadi, ia hendak pergi ke mansion utama, namun Jhon tidak mau, ia takut bila di sana Hendra akan kembali sewaktu waktu. Dan, akan lebih aman bila Jasmine berada di Mansion Stive, maka dari itu ia meminjamkan kemeja nya untuk di pakai Jasmine, masih dengan bawahan bed cover.


"Jhon, kamu apakan Jasmine?" seru Ella langsung menyemprot Jhon yang baru saja masuk ke dalam rumah hanya dengan memakai celana panjang dan kaos singlet putih.


"Saya?" Jhon menunjuk dirinya sendiri sambil menatap Ella dengan mengerutkan dahi, "Saya—"


"Stive!" teriak Ella memanggil nama suaminya, lalu ia kembali menatap Jhon dengan tatapan membunuh, "Aku gak nyangka kamu tega berbuat seperti ini Jhon! Kamu sudah berapa lama bekerja dengan Stive, kenapa kamu tega melakukan ini pada Jasmine!" semprot nya lagi.


"Nona Ella, saya—"

__ADS_1


"Saya apa hah! Saya akan bertanggung jawab begitu? Cih, alasan modus tahu gak! Aku tidak menyangka kau ternyata juga baji ngan! Kenapa kamu tega merusak Jasmine hiks hiks hiks." Seru Ella kini di sertai isak tangis.


"Bukan saya—"


"Sayang, ada apa?" tanya Stive saya baru tiba di ruang tamu. Ia ikut mengerutkan dahinya saat melihat penampilan Jhon dan istrinya menangis, "Kau apakan istriku?" tanya nya menatap tajam pada asisten nya.


"Astaga, kenapa kalian menyalahkan aku semua!" keluh Jhon mengusap wajah nya dengan kasar.


"Jhon!" tekan Stive menunggu penjelasan Jhon.


Jhon pun akhirnya menceritakan semua kejadian kepada Stive. Dari saat dirinya mulai mengikuti Jasmine dan berusaha masuk ke dalam rumah singgah, sampai saat dirinya bertemu Bayu dan berhasil menyelamatkan Jasmine.


Mendengar hal tersebut, tentu saja rahang Stive langsung mengeras, tangan nya terkepal dengan erat, dan tatapan nya semakin tajam. Sementara Ella langsung terdiam, ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Jasmine.

__ADS_1


Mungkin, bila ia hampir di lecehkan oleh Jhon tidak terlalu buruk, mengingat mereka masih sama - sama muda, dan bisa menikah kapan pun. Tapi, bila sampai Jasmine di lecehkan oleh ayah nya sendiri? walau bukan ayah kandung, tapi Hendra sudah di anggap ayah kandung oleh Jasmine. Ella sama sekali tidak bisa membayangkan. ia sampai kehabisan kata - kata. Tubuh nya syok, dan ia pun langsung berjalan dengan cepat menuju kamar Jasmine.


Ia tahu, pasti Jasmine sangat terpukul. Mengingat bagaimana kacau nya penampilan Jasmine tadi, membuat Ella semakin merutuki kebodohan nya yang tak langsung menghampiri Jasmine dan malah menghakimi Jhon.


"Sepertinya aku sudah tidak bisa membiarkan nya." gumam Stive menahan amarah.


"Bayu sudah bertindak." jawab Jhon singkat dan datar.


"Hah, bocah itu. Jadi dia benar mencintai Jasmine?" cibir Stive tersenyum smirk, lalu matanya melirik ke arah Jhon yang kini terlihat semakin datar.


"Besok, kamu bawa bocah itu ke markas. Dan juga, laki - laki tua itu ke tempat biasa! aku ingin menghancurkan nya dengan tangan ku sendiri!"


"Baik Tuan."

__ADS_1


__ADS_2