
Five years leter .....
Lima tahun sudah berlalu, hari hari yang berat telah Ella lewati. Masa lalu akan kepedihan nya, tentang sulit nya ia saat ingin tersenyum. Kini semua terbayarkan, mengenal seorang Stiven Arthajaya, mungkin untuk Sebagian orang, sangatlah mengerikan. Mengingat sikap Stive yang selalu kasar, arogan dan dingin, Ella pun juga sama, namun ia selalu bisa melihat adanya ketenangan pada sosok laki laki itu.
Dan kini, ia sudah cukup mengenal laki laki itu dengan baik. Hampir lima tahun sudah usia pernikahan mereka. Dan kini, ia sangat bersyukur, karena berkat pertemuan nya dengan Stive, hidup nya berubah. Setiap hari, setiap jam, menit bahkan detik, ia selalu merasa bahagia bersama dengan keluarga kecilnya.
Lima tahun yang lalu, ia berhasil melahirkan anak laki laki yang ia berikan nama Clayton Arthajaya, anak laki laki yang awal nya ia kira adalah anak perempuan. Dan sejak saat Stive melihat dirinya merasa kesakitan, Stive tidak pernah lagi membiarkan dirinya terluka barang sedikit pun. Bahkan, saat Clay membuat ulah atau tanpa sengaja menyakiti Ella, maka Stive tak ragu untuk memberikan hukuman untuk anak sekecil itu.
Seperti saat beberapa hari yang lalu, Clay tanpa sengaja melemparkan bola mengenai kaki Ella, hingga membuat nya terjatuh. Bertepatan dengan itu, Stive baru pulang dari kantor dan melihat istrinya terduduk di lantai. Saat itu juga Stive langsung menusuk bola milik Clay hingga kempes. Stive selalu bersikap tegas pada Clay, terlebih itu bila menyangkut Ella. Bukan tak sayang, hanya saja rasa sayang nya pada Ella jauh lebih besar bagi Stive.
__ADS_1
Beruntung, sifat Stive tidak menurun pada Clay. Walau masih ada sedikit yang menurun, namun tidak separah Stive saat bagaimana memperlakukan wanita nya.
“Sudahlah Sayang, jangan murung terus,” bujuk Ella saat melihat Clay masih diam tak bergeming di dalam kamar nya. Sejak kejadian bola nya di kempes kan oleh Ayah nya, Clay menjadi pendiam dan malas bertemu sang ayah.
“Bunda mau disini sama Clay, atau ikut Ayah! Kalau bunda bela Ayah, ya sudah sana keluar dari kamar Clayton!” usir Clay pada bunda nya.
“Sayang, jangan begini dong,” Ella selalu di buat bingung ketika di haruskan memilih antara anak dan suami. Karena sikap kedua nya sama sama keras kepala dan memiliki ego yang tinggi.
“Baiklah baik, bunda disini. Malam ini, bunda tidur sama kamu,” ujar Ella pada akhirnya.
__ADS_1
“Caly tidak menyuruh, tapi kalau bunda memaksa. Ya sudah,’’ dengan mengangkat kedua bahu nya cuek, Clay melepaskan pegangan nya dari tubuh bunda Ella, lalu ia berbalik dan kembali ke tempat tidur.
Ia mengambil gagang telfon di samping tempat tidur, “Bawain makan malam untuk Clay sama bunda, sekarang!” ucap Clay to the point, lalu ia langsung menutup telfon nya begitu saja.
Telfon itu, biasa ia gunakan untuk mengubungi pelayan nya di lantai satu. Clay ebih banyak menghabiskan waktu nya di dalam kamar. Terlebih saat saat dimana ayah nya akan pulang dari kantor, ia malas berdebat terus dengan ayah nya, maka dari itu ia memutuskan untuk berada di dalam kamar Dan menyuruh pelayan membawakan nya makanan dan cemilan ke kamar nya.
.
.
__ADS_1
Holaa semuanya,,, cepet yah, udah lima tahun hihihi..
Okelah, satu chapter lagi yah hehehe ....