
“Bu, kita mau kemana?” tanya Ella saat bu Ratih memaksanya untuk berdandan.
“Nanti ibu jelaskan di jalan, kita sudah tidak punya waktu. Ini itu sudah siang!” ucap bu Ratih sambil memakaikan lipstik di bibir Ella.
“Bapak dimana? Kakak juga sejak Ella pulang tidak terlihat, kita mau kemana sih Bu?”
“Jangan pernah menanyakan dimana kakak kamu lagi. Biarkan dia bahagia dengan jalan nya, sekarang lebih baik kamu pikirkan hidup kamu sendiri. Ibu memang pernah salah sama kamu, bahkan banyak kesalahan yang ibu buat sama kamu, tapi percayalah kini Ibu tulus meminta maaf kepada mu. Ibu hanya ingin dua putri ibu bahagia,” ujar bu Ratih dengan mata berkaca-kaca.
Ella hanya diam mendengarkan ucapan bu Ratih. Kini dirinya hanya bisa menurut dan pasrah saat di bawa pergi oleh sebuah mobil. Hampir dua jam menempuh perjalanan, kini dirinya sudah sampai di sebuah Hotel yang begitu mewah, dahi nya berkerut lalu mata nya menatap sekeliling.
Menghela nafas berat, Ella mulai turun dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung Hotel. Entah mengapa sedari tadi jantung nya berdetak dengan begitu cepat, ia merasa bahwa akan ada sesuatu yang terjadi. Setelah hampir lamanya ia berdiam diri di rumah, dan kini setelah ia keluar ia merasa akan menghadapi masalah. Tapi apa itu? Batin Ella selalu bertanya-tanya.
“Ibu, ini pesta? Siapa?” tanya Ella pelan.
“Astaga, kenapa kamu lama sekali sih!” decak seorang gadis yang sudah berkacak pinggang menyambut kedatangan Ella.
__ADS_1
“Jenny?” pekik Ella sedikit terkejut.
“Tidak usah berteriak, ayo cepetan!” Jenny pun langsung menarik tangan Ella dengan cepat, membawanya masuk ke dalam lift menuju lantai 35.
“Jen, kita mau kemana?”
“Diem Ella,”
Ting!
Setelah pintulift terbuka, lagi lagi Jenny langsung menarik tangan Ella dan membawa nya ke sebuah kamar. Ella masih di landa kebingungan hebat, dirinya masih bertanya-tanya, mengapa hari ini semua orang bersikap aneh. Dari kepergian bapak nya yang tiba-tiba. Lalu ibunya yang mengajak nya pergi ke pesta, dan kini sahabat nya yang membawa nya ke kamar Hotel untuk apa entah dirinya tidak tahu.
“Di beresin emangnya aku barang berantakan pakai di beresin segala!” kata Ella memanyunkan bibir nya dengan kesal.
“Kamu memang masih sangat berantakan Ella, makanya kamu diem dan menurut, agar rapi dan semakin cantik seperti ku,” ucap Jenny tersenyum.
__ADS_1
“Ogah aku kaya kamu! Blasteran gak jelas, bahkan aku masih bingung kamu ini sebangsa apa?” bisik Ella di telinga Jenny.
“Ellaaaa!” rengek Jenny membuat Ella terkekeh.
****
“Kamu bersiap sekarang! Sebentar lagi acara akan segera di mulai.” Ucap seorang lelaki paruh baya dengan wajah dingin dan datar nya.
“Tapi-“ jawab seorang gadis yang sedari tadi terus menggenggam tas nya.
“Lakukan sekarang, atau kau akan kehilangan semuanya!”
“bisakah kita berhenti, biarkan kami pergi. Kami pastikan saya tidak akan pernah meminta sedikit pun harta dari anda,”
“Heh, kau pikir itu mudah hah! Nyawa anakku terancam gara-gara keceroobohan kamu! Dan apa kamu pikir itu tidak membutuhkan banyak biaya!”
__ADS_1
“Saya akan mengusahakan nya, tapi saya mohon jangan paksa saya untuk melakukan ini. Kami akan segera pergi dari anda,”
“Cih, jangan banyak bicara cepat lakukan atau kau tidak akan pernah bertemu anakku lagi!” ancam nya mutlak, ia tidak punya pilihan lain selain pasrah.