
“Kita ngapain disini?” tanya Jasmine yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan Jhon.
Setelah di usir dari dalam kamar, kini kedua manusia tersebut tengah memandangi kamar pasangan yang sedang di mabuk cinta. Baik Jasmine maupun Jhon hanya diam dan menatap pintu dengan tatapan yang sulit di mengerti, terlebih saat suara- suara adegan live begitu nyaring terdengar.
Tanpa mengucap kata apapun, Jhon pun seolah tersadar dan langsung pergi meninggalkan Jasmine. Membuat gadis itu pun terkejut dan bergegas mengikuti laki-laki itu.
“Kanebo kering, tunggu!” seru Jasmine mengejar langkah kaki Jhon yang begitu lebar.
“Jangan mengikuti ku!” ujar Jhon tanpa menghentikan langkah nya.
“Ini udah sore yah, aku rasa kamu juga tidak akan kembali ke kantor. Jadi kau mau kemana? Aku tidak ada acara dan aku tidak keberatan kau ajak jalan sore,” ucap Jasmine begitu saja dan tanpa permisi langsung masuk ke dalam mobil.
“Saya mau pulang, jadi lebih baik anda turun.” Kata Jhon penuh penekanan.
“Yaelah, gak usah sok. Buruan ayo masuk kita jalan. Jarang – jarang kan kamu pergi bersama ku. Mumpung aku lagi baik dan gabut di rumah.”
__ADS_1
“Turun,” Jhon langsung membuka pintu mobil yang di tumpangi Jasmine dan menyuruh nya keluar.
“Gak mau!” kekuh Jasmine sambil bersedekap tangan di dadaa. “Aku mau ngapain di rumah? Mau mandorin yang lagi kerja di ranjang? Ckckck,”
“Bila kau mau, silahkan!” ujar Jhon cuek dan tampak tak perduli.
“Astaga Jhon, mengapa kau itu bisa se kaku ini sih? Tidak adakah rasa iba pada diriku yang malang ini? walau sedikit saja,” ucap Jasmine memelas. Sungguh, kini dirinya ingin pergi sejauh mungkin, menghilangkan suara- suara yang terus terngiang di telinga nya sejak tadi.
“Tidak!” jawab Jhon datar.
“Maka dari itu, silahkan turun.”
“Dasar kanebo kering, kurang aer, kurang kasih sayang, makanya gak peka!” sungut Jasmine emosi, “Fine gue keluar! Sono pergi lo, pergi yang jauh sekalian!” imbuh nya lalu segera turun.
Brakk!
__ADS_1
Jhon pun langsung menutup pintu dan masuk ke dalam mobil sisi kanan. Sementara itu, Jasmine yang melihat Jhon masuk dan tengah sibuk memasang sabuk pengaman, ia memanfaatkan nya dengan langsung membuka pintu itu kembali dan naik begitu saja. Inilah kesalahan Jhon, ia lupa mengunci pintu mobil nya.
“Ayo jalan!” kata Jasmine tanpa dosa dan langsung memasang sabuk pengaman nya.
“Astaga!” desis Jhon menghela nafas nya berat, ia menatap Jasmine dengan begitu tajam, sementara Jasmine tampak cuek dan tidak perduli. Ia memilih fokus engan HP- nya.
Jhon pun tak punya pilihan lain. Ia terpaksa melajukan mobil nya, entah kemana, asal menjauh dari mansion Stive. Karena dirinya juga masih terngiang dengan suara- suara dari putaran DVD dan juga video live Stive dan Ella.
“Shitt!” umpat Stive tiba- tiba dan memukul setir nya.
“Kau itu kenapa sih?” tanya Jasmine ketus, namun Jhon hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Jasmine. “Jhon, bolehkah aku bertanya?”
“Hem,” jawab nya cuek.
“Kamu mau pulang ke Apartemen mau anu yah? Apakah sesakit itu? Seperti yang di katakan di artikel ini?” tanya nya sambil menunjukkan layar HP nya pada Jhon.
__ADS_1
Ciittt ... suara mobil yang berhenti mendadak, membuat Jasmine langsung terkejut dan kepala nya berhasil berciuman dengan dasboard mobil.