My Psycho Husband

My Psycho Husband
Panik membuat bodoh


__ADS_3

“Dokter!! Cepat kau tangani istriku!” teriak Stive saat sudah sampai di rumah sakit dan bertemu dengan salah stau dokter di sana.


“Hey, ini bukan pekerjaan ku!” saut nya sambil memberikan sebuah brankar kepada Stive agar meletakkan Ella di sana.


“Kau itu dokter bodoh!” cetus Stive dan langsung mendorong brankar bersama beberapa dokter dan perawat.


“Ini bukan keahlian ku Hey! Astaga, lagian kalau aku yang menangani istri mu, yang ada kau akan menyesal,” ucap dokter itu yang tak lain adalah Marcel, ia baru saja menyelesaikan operasi dan hendak pulang, namun ia malah bertemu Stive yang tampak tergesa dan panik.


“Eit, kau tunggu disini bersama ku,” Marcel mencegah Stive yang hendak ikut masuk ke dalam. Sebenarnya tidak apa bila suami ingin menemani, namun Marcel sangat mengingat tabiat seorang Stive, daripada di dalam mengacau, maka ia menyarankan agar Stive menunggu di luar.

__ADS_1


“Aku ingin menemani istriku. Bagaimana kalau mereka nanti tidak pecus menangani Ella, bagaimana kalau ada yang salah, bagaimana kalau mereka melakukan kesalahan, dan bagaimana—"


“Astaga, cukup Stive. Mereka dokter, mereka lebih ahli daripada kamu. Kalau kamu ingin anak dan istri mu selamat dan baik baik saja, lebih baik kau duduk diam disini.” Potong Marcel dengan cepat.


Cukup lama mereka menunggu di luar berdua, berulang kali juga Stive ingin masuk, namun selalu di tahan oleh Marcel. Hingga setelah hampir satu jam, seorang dokter keluar dengan membawa seorang bayi mungil yang di bedong dengan sebuah kain berwarna biru.


“Bagaimana keadaan istri saya dok?” Bukan melihat bayinya, fokus utama Stive langsung menanyakan keadaan Ella. Ia mengintip dan tidak sabar untuk segera masuk ke dalam, namun dokter dan Marcel mencegah nya.


“Oh iya, aku lupa.” Stive menepuk kening nya sebentar, lalu ia mengintip dari balik bedong, melihat wajah nya sebentar, “Cel, kau urus,” lalu ia kembali fokus ingin menerobos masuk ke dalam.

__ADS_1


“Astaga, sudahlah Mia, biarkan dia masuk. Dan untuk bayi mungil ini, kamu langsung antarkan ke ruangan bayi saja.” Ujar Marcel menggelengkan kepala nya. Begitu mendapatkan izin untuk masuk, Stive pun segera masuk ke dalam ruang persalinan.


Tubuh Ella masih begitu lemah, bahkan untuk membuka matanya saja kini dirinya sangat enggan. Ia benar benar kehabisan tenaga. Tenaga nya habis terkuras karena pertarungan nya dengan Stive, dan tadi ia harus berjuang lagi antara hidup dan mati untuk mengeluarkan buah hatinya. Dan kini ia benar benar kehabisan tenaga, setelah melihat bahwa anaknya lahir dengan sehat selamat dan baik baik saja, ia memutuskan untuk memejamkan matanya, ia begitu mengantuk dan ingin tidur.


“Sayang, bangun, ini aku.” Bisik Stive begitu lembut di telinga Ella, namun Ella tidak merespon, ia begitu enggan membuka matanya.


“Sayang,” Bisik nya lagi, karena tidak mendapatkan respon dari Ella, seketika itu juga Stive langsung berteriak memanggil dokter.


“Dokter! Kau apakan istriku? Kenapa dia tidak bangun? Bukan kah anakku sudah keluar? Tapi kenapa dia tidak juga bangun, kenapa dia begini? Istriku tidak kenapa napa kan? Dia tidak terluka kan? Kau berikan obat apa padanya hah!” seru Stive membabi buta menatap tajam pada beberapa dokter, hingga Marcel akhirnya masuk dan menyeret Stive untuk keluar dari ruangan itu, agar petugas bisa memindahkan Ella ke ruang perawatan.

__ADS_1


“Otak mu kenapa sih Stive? Kau tidak berfikir bagaimana lelah nya dia? Sebelum dia kau bawa kemari, kau apakan dia? Jadi biarkan dia istirahat untuk memulihkan tenaga nya,” celetuk Marcel berdecak. Dan itu sukses membuat Stive langsung terdiam, mencerna ucapan Marcel dan menemukan jawaban bahwa sebelum melahirkan, mereka memnag sedang bercinta. Dan kini ia merutuki kebodohan nya, rasa bersalah nya semakin memuncak pada istrinya. Tentu saja ia pasti sangat kelelahan karena nya dan anaknya. Batin Stive akhirnya ia diam dan memilih duduk di kursi.


__ADS_2