
“Setelah aku pikir – pikir, sepertinya kau memang tidak seharusnya mati sekarang! Terlalu indah buat mu bila secepat itu bertemu dengan wanita impian mu.” Ucap Stive semakin menekan ujung belati nya.
Sakit, jangan tanyakan lagi. Namun, Hendra masih terus berusaha terlihat tidak kesakitan agar Stive terus menyakiti nya dna berujung kematian pada dirinya.
“Bagaimana kalau kau mengenang dulu, masa masa saat kamu dan ayah ku, mencintai satu perempuan yang sama? Bayangkan, saat dimana kamu di campakkan dan di buang begitu saja oleh perempuan itu. Dan sekarang, kau bersusah payah ingin segera menyusul nya. Hahaha, bagaimana kalau ternyata dia di sana sudah bersatu dengan ayah ku? Mengingat, ayah ku menikahi Ibuku karena jebakan, bagaimana?” tanya Stive dengan senyum smirk di wajah nya.
“Bajingann!” umpat Hendra terus memberontak hingga membuat semua pergelangan tangan dan kakinya semakin terluka parah.
__ADS_1
“Aku berikan sedikit lagi hadiah untuk mu!” gumam Stive tajam, ia kembali menusuk ujung belatinya di beberapa bagian sensitif di tubuh Hendra, hingga membuat sang empunya terus menjerit kesakitan.
“Bukankah, kau kemarin mau memakan gadis yang sudah kau angap anak mu sendiri? Bagaimana bila aku beri hukuman, karena dia sudah nakal?” tanya Stive menyeringai. Kini, ujung belatinya sudah menyentuh ujung milik Hendra, dan tak lama kemudian ...
“Aaaaarrrrkkkhhhh!” teriakan Hendra sukses menggema di seluruh ruangan itu, untung saja, bangunan itu berada di tengah hutan, dan juga ruangan itu kedap suara hingga tidak memungkinkan ada orang luar yang emndengar.
Dan, di ruangan itu hanya ada mereka bertiga, yakni Stive, Hendra dan Jhon. Jhon, sedari tadi hanya berdiam diri dengan wajah datar nya di pojokan, Menyaksikan bagaimana Stive memberikan hukuman untuk Hendra karena sudah menghancurkan keluarga nya dan juga adik gadis nya.
__ADS_1
Jhon tidak lekas menerima nya, ia menatap Hendra untuk sesaat. Melihat wajah Hendra yang masih merasakan sakit, namun juga sesekali menatap nya dengan penuh kebencian, membuat amarah Jhon kembali memuncak. Dengan cepat, ia pun segera menerima belati dari tangan Stive, ia lekas membuka celana Hendra dan memberikan pelajaran untuk benda yang sudah hampir merusak gadis suci itu.
Setelah melakukan itu, Jhon dan Stive langsung membuang belati itu dan pergi begitu saja dari ruangan Hendra. Menyuruh beberapa pengawal untuk mengurus nya. Lalu mereka berdua memutuskan untuk segera pulang kembali ke Mansion.
“Jhon, apakah orang tua Ella masih berada di Mansion?” tanya Stive saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Masih Tuan, karena saya yang menyuruh mereka untuk menginap, untuk menemani nona Ella agar tidak terus mengkhawatirkan anda,” jawab Jhon sambil Menyetir kemudinya.
__ADS_1
Kedatangan Darto dan Rati\=ih sebenarnya sudah di rencanakan dari beberapa hari. Namun, Stive belum juga menyetujui nya, Stive belum membicarakan nya dengan Ella, dan ia tak ingin membuat Ella terkejut bila belum siap menerima maaf dari orang tua nya.
Namun, saat ia semalam melihat bagaimana Ella menangis di walk in closed sambil memegang sebuah foto keluarga, akhirnya Stive mengizinkan Darto dan Ratih untuk datang, dengan syarat agar mereka tidak memaksa Ella. Dan setelah siang tadi ia mendapat kabar bahwa Ella sudah memaafkan orang tuanya, ia pun merasa lega dan kembali fokus pada Hendra.