My Psycho Husband

My Psycho Husband
Jasmine


__ADS_3

“Jasmine,” tekan Ella menatap Jasmine lalu menggelengkan kepalanya.


“La, kamu gak boleh diem aja begitu. Kamu harus bilang sama kakak, biar dia yang akan menghajar laki-laki itu, aku yakin pasti kakak bisa mencari keberadaan laki-laki itu dan langsung memberikan nya pelajaran agar tak mengulangi nya lagi pada perempuan lain.” Kata Jasmine menggenggam tangan Ella, “Kakak, masa kakak diam saja mendengar berita begini? Bukan kah kakak mencintai Ella? Apakah kakak akan diam saja mendengar Ella dilecehkan seperti itu?” tanya Jasmine mantap kakak nya.


‘Bagaimana dia tidak diam, Memang nya apa yang akan dia lakukan pada dirinya sendiri,’ gumam Ella dalam hati sedikit memanyunkan bibir nya.


‘Tuan, anda dalam masalah.’ Gumam Jhon dalam hatinya menahan tawa.


“Kalian berdua jangan memuji ku dalam hati. Karena aku bisa mendengar nya!” kata Stive dengan kesal langsung memberikan tatapan tajam nya pada Ella dan Jhon, yang membuat keduanya juga langsung menelan saliva nya.


“Dan kamu Jasmine, jangan pernah ikut campur. Fokus lah pada kuliah mu, atau kalau kau tidak mau kuliah dan bekerja, kau bisa cepat menikah dengan lelaki kaya!” kata Stive ketus, lalu ia segera menarik tangan Ella dan membawanya masuk kedalam mansion.


“Loh, kok malah jadi marah sama Jasmine! Jasmine kan Cuma mau memberikan informasi sama kakak!” kata jasmine membela diri. “Dan kalau kakak mencintai Ella, harusnya kakak membalas perbuatan laki laki itu, bukan malah marah sama Jasmine begini!”

__ADS_1


“Tenanglah, dia akan segera menghajar cermin!” ujar Jhon datar membuat Jasmine mengerutkan dahi nya.


“Kenapa kakak akan menghajar cermin? Aku kan menyuruh nya menghajar laki-laki yang sudah melecehkan Ella, bukan malah menghajar cermin” kata Jasmine cemberut kesal.


“Karena dia akan bertemu dengan laki laki itu bila di depan cermin!”


Jasmine sempat terdiam dan berfikir, mencerna ucapan Jhon juga reaksi kakak nya saat mendengar laporan nya, dan seketika mulut nya menganga terbuka lebar, menatap Jhon dengan tatapan tidak percaya.


“Iya nona,” jawab Jhon lalu ia segera pergi memasuki mansion.


“Jhon tunggu!” Jasmine mengejar Jhon dan kembali memastikan bahwa pemikiran nya salah, namun Jhon sudah tidak lagi memperdulikan dirinya, bahkan kini Jhon langsung masuk ke dalam ruang kerja Stive dan mengunci nya dari dalam.


“Jhon sialan! Woy kanebo kering! Jawab dulu, jangan begini!” teriak Jasmine terus menendang pintu ruang kerja Stive.

__ADS_1


Beginilah sikap Jasmine yang sesungguh nya, dirinya sangat manja dan bar bar. Dulu, dirinya begitu di manja dan di sayang oleh orang orang, terlebih Stive dan Marko, namun sejak peristiwa dulu, semua orang menjauhi nya dan mengabaikan nya. Dirinya rapuh dan hanyut dalam hasutan Hendra hingga membuatnya sempat menjadi wanita arogan, sombong dan begitu jahat.


Sementara itu, di dalam kamar, Stive langsung menyudutkan Ella hingga terhimpit dinding. Matanya menatap tajam mata Ella seolah meminta penjelasan denan apa yang di katakan oleh Jasmine padanya tadi.


“Apa yang kau katakan pada Jasmine hem?” tanya Stive pelan namun penuh penekanan.


“A—aku tidak mengatakan apapun,” jawab Ella gugup.


“Bagaimana dia bisa mengatakan seperti itu?”


“Tadi aku hanya keceplosan. Aku Cuma bilang kalau aku tidak mau di perkosa lagi, aku masih cukup trauma,” desis Ella begitu lirih.


“Lalu, apakah aku harus menghajar laki-laki itu, karena sudah membuat mu trauma dan bersedih begini hem?” tanya Stive lembut, lalu ia menyentuh rahang halus Ella dan mendongakkan kepala Ella hingga kini wajah mereka begitu dekat, bahkan kening mereka sudah bersatu.

__ADS_1


__ADS_2