My Psycho Husband

My Psycho Husband
Keceplosan


__ADS_3

Pagi harinya, Ella sudah membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah Stive yang saat ini tengah tertidur di samping nya dengan terus menggenggam tangan nya. Ella tersenyum tipis, perlahan ia mengusap rambut Stive, hingga membuat laki laki itu merasa terusik dan terpaksa membuka matanya.


“Kamu sudah sadar?” Stive langsung menerbitkan senyumnya saat melihat istri nya sudah bangun dan baik baik saja. Semalaman ia tidak bisa tidur karena memikirkan Ella, ia begitu panik dan khawatir, ia takut bila Ella tidak akan bangun lagi, bahkan ia belum sempat melihat anak pertama nya.


“Dimana baby?” tanya Ella pelan.


“Dia masih di ruang bayi, kamu tenang dulu, istirahat dulu. Nanti suster akan membawa baby kesini,” ujar Stive lembut, “Aku ke kamar mandi dulu,” imbuh nya setelah mencium kening Ella.


Setelah beberapa saat, ia keluar dengan sudah berganti pakaian, namun bukan pakaian kerja. Dan saat ia keluar dari kamar mandi, ternyata kamar itu sudah ramai dengan kedatangan tamu yang tak di undang.


“Kapan kau datang?” tanya Stive menatap heran pada adik dan asisten nya yang sudah duduk di sisi tempat tidur Ella.

__ADS_1


“Kami langsung pulang saat tahu dari Marcel kalau Ella mau melahirkan,” jawab gadis itu yang tak lain adalah Jasmine, “Kakak, coba kau lihat, sangat menggemaskan dan lucu,” imbuh Jasmine dengan menggendong seorang bayi.


“Dia siapa? Kau sudah punya anak?” seru Stive langsung menatap Jasmine dengan begitu tajam, seketika itu juga, Ella yang sedang meminum susu nya langsung tersedak saat mendengar pertanyaan bodoh suami nya.


“El, apakah kakak belum melihat anak nya?” tanya Jasmine sedikit berbisik pada Ella.


“Mana ku tahu,” jawab Ella seraya mengangkat kedua bahu nya.


“Jodohin siapa sih? Anak siapa sama siapa yang kakak maksud?” tanya Jasmine tak mengerti.


“Sudahlah, kau kesini untuk menengok keponakan mu atau ingin pamer anak laki laki padaku.” Cetus Stive sedikit kesal dnegan Jasmine, terlebih saat ia melihat Jasmine menggendong seorang bayi laki laki, yah ia tahu bahwa bayi yang di gendong Jasmine laki-laki karena bayi itu mengenakan pakaian laki laki, bukan lagi di bedong.

__ADS_1


Ia sangat mendambakan anak laki laki, dan kini ia harus mengurungkan keinginan nya itu, ia tidak mau lagi membuat Ella merasakan sakit saat hamil dan melahirkan.


“Marcel, kau bawa anakku kemari.” Perintah Stive saat melihat Marcel tengah diam menyimak obrolan para senior. Senior gila maksud nya, terlebih Stive yang sudah sangat senior. Ia masih kesal lantaran semalam Stive tidak fokus pada anak nya, bahkan hingga pagi harinya Stive belum juga mencari atau menemui bayinya. Dan kini, ia semakin terkejut dan jengkel saat melihat bahwa Stive tidak mengenali anak nya sendiri, bukankah itu gila.


“Jasmine berikan pada kakak mu!” kata Marcel menggelengkan kepala.


“Aku ingin anakku, bukan anak dia.” Saut Stive menolak.


“Kakak, aku masih kuliah. Dan Jhon belum menyentuhku, bagaimana bisa aku punya anak!” kata Jasmine begitu kesal, hingga tanpa ia sadari mengatakan hal aneh yang membuat semua orang di sana langsung menatap horor padanya.


“Eumm, i—itu maksud ku itu, a- aku belum menikah, bagaimana bisa aku punya anak. Begitu maksud ku. Dan ini baby boy, anak kakak sama Ella, bukan anak Jasmine dan Jhon,” celetuk nya lagi dan lagi membuat semua kembali menatap ke arah nya, sementara Jhon hanya mampu menghela nafas nya kasar, lalu ia memilih pergi dari sana sebelum mendengar berbagai pertanyaan berended dari bos nya.

__ADS_1


__ADS_2