My Psycho Husband

My Psycho Husband
Mawar berduri


__ADS_3

“Kau menemukan nya?” tanya Stive saat sudah sampai di ruang kerja nya.


“Silahkan Tuan,” kata Jhon memberikan beberapa laporan yang ia dapatkan.


“Dia—" gumam Stive begit terkejut saat melihat foto seseorang.


“Iya Tuan, selama ini dialah yang merawat nyonya Melanie. Dan dialah yang memberikan racun kepada nyonya Melanie,” tutur Jhon seketika membuat Stive begitu terkejut.


“Jhon, lelucon apa yang kau katakan hah! Dia tidak mungkin—" gumam Stive tidak habis pikir.


“Tapi itulah info yang saya dapatkan Tuan, dan menurut analisa saya, selama ini dia bersama tuan Marko.”


“Siapa Marko?” tanya Stive mengerutkan dahinya menatap Jhon.

__ADS_1


“Anak kandung dari tuan Hendra. Dan menurut info yang saya dapatkan, tuan Marko dan nona Mawar pernah menjalin hubungan sebelum dengan anda, namun Tuan Hendra tidak setuju karena latar belakang nona Mawar. Makanya dia sempat terkejut saat tahu bahwa ternyata nona Mawar sempat berada di mansion ini dan akrab dengan nyonya Melanie dan Tuan Stive, saat itu tuan Hendra hanya bisa diam. Dan kini sepertinya tuan Hendra kembali bertindak untuk menghancurkan anda lewat nona Mawar, karena ia tahu itulah kelemahan anda.”


“Tapi tunggu, kenapa laki-laki tua itu ingin melenyapkan ku dan mama?” tanya Stive berfikir, mama nya adalah istri Hendra, lalu mengapa laki-laki itu membunuh mama nya.


“Tuan Hendra menikahi Nyonya Melanie tidak lain hanyalah untuk status dan juga harta, anda pun mengetahui nya Tuan.” Tekan Jhon menghela napas nya kasar, “terlebih anda sudah berulang kali mempermalukan beliau di depan umum, dan yang lebih fatal lagi anda membatalkan pertunangan anda dengan nona Clau.”


“Lalu Jasmine? Kau baca surat itu,” kata Stive melemparkan surat Jasmine dari mama nya, “Kau tahu siapa yang mereka maksud Dia?”


“Mengapa harus Mawar? Dia masih hidup, tapi dia tidak mencari ku, malah dia datang hanya untuk membunuh mama ku?’ gumam Stive begitu lirih.


“Untuk itu, saya akan menyelidiki nya lagi Tuan,’’ kata Jhon.


“Bawa Mawar secepatnya padaku, hidup atau mati, aku ingin bertemu dengan nya!” ucap Stive dingin dan datar.

__ADS_1


“Baik Tuan,” jawab Jhon, “Lalu bagaimana dengan nona Ella?” tanya nya, namun malah membuat Stive terdiam.


“Lakukan apa yang ku perintahkan,” katanya dengan singkat, lalu ia memutar kursi nya dan membelakangi Jhon.


Jhon pun akhirnya pamit dan segera meninggalkan ruang kerja Jhon. Sementara Stive, ia hanya mampu diam dan berfikir, mengapa bisa orang yang sangat di cintai nya bisa membunuh mama nya sendiri. Mawar yang ia kenal dulu begitu lembut dan penyayang, namun mengapa kini berubah menjadi seperti itu.


Sementara itu, Ella yang masih berada di dalam kamar, meringkuk saat merasakan perut nya yang begitu sakit dan melilit. Rasanya ia sudah sangat lelah menangis, ia pun akhirnya berusaha memejamkan matanya sambil meringkuk dan memeluk lutut nya sendiri, ia berharap dengan ia tidur maka rasa sakit nya akan segera berkurang.


‘Bapak, Ella mau pulang hiks hiks hiks,” isak tangis nya begitu lirih, sebelum akhirnya ia benar-benar tertidur lelap.


“Ella, Ella ... Ella bangun ... Jangan begini, bangun lah.. Ella ... “ suara yang begitu mengusik pendengaran Ella, membuat nya mau tak mau akhirnya membuka matanya dengan perlahan.


‘A—aku dimana?’ gumam Ella dalam hati saat dirinya menatap sekeliling .

__ADS_1


__ADS_2