
Warning!!!
Untuk yang masih di bahwa umur tolong skip dan yang tidak suka kekerasan mohon di skip. Mohon jangan berkomentar pedas yang akan membuat author down dan ngambek gak mau up yah 🙈🙈
Di Part ini sedikit kasar dan mungkin akan sedikit menjijikan, tapi kembali lagi, mohon agar tidak berkomentar pedas! Terimakasih 😘😘🥰🥰
Bug!
“Apakah menurutmu, Putri anda pantas untuk menyentuh tuan kami!" seru Jhon setelah melayangkan beberapa kali pukulan di tubuh tuan Gunawan.
“Ampun Tuan, maafkan saya. Saya ahhhh!!"
Jhon sama sekali tidak memberikan celah bagi tuan Gunawan untuk membela diri. Saat ini dirinya tengah berada di sebuah gedung kosong dimana ia menyuruh beberapa pengawal nya untuk menyekap tuan Gunawan. Dan, yah memang sejak kejadian malam tadi, Stive sudah menyuruh Jhon untuk menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
Sementara Jhon tengah membabi buta, memukul dan menendang, menghajar tuan Gunawan yang sudah tak berdaya di lantai. Stive hanya menonton sambil duduk di kursi kebesaran nya, kakinya menopang pada meja dan tangan nya menyesap secangkir kopi untuk menikmati aksi Jhon.
“Tuan Stive, maafkan saya. Saya sungguh- sungguh menyesal maafkan saya.” Ujar tuan Gunawan yang terus memohon ampun, namun sia-sia karena Stive sama sekali tidka memperdulikan nya.
“Jhon, ampuni dia. Apa kau tak punya rasa kasian sudah menghajar nya sampai seperti itu?” ucap Stive sedih, membuat wajah tuan Gunawan sedikit tersenyum lega.
“Baik Tuan,” jawab Jhon menundukkan kepalanya memberi hormat pada tuan Stive, lalu setelah itu ia mengambil HP nya untuk menghubungi seseorang.
“Lakukan sekarang!” perintah Jhon lalu ia kembali menatap Stive yang tampak tersenyum menyeringai padanya, “Laporan selesai.”
Dor!
Satu peluru nya berhasil menembus kaki kanan nya, membuat tuan Gunawan langsung mengaduh kesakitan. Ia berfikir bahwa tuan Stive benar sudah memaafkan nya, namun ternyata pikiran nya salah. Tuan Stive memang lah orang paling terkejam karena baginya tidak akan ada ampun bagi siapapun yang berani menyentuh hidupnya.
__ADS_1
“Anggap ini sebagai ucapan terimakasih ku pada mu.” Ucap Stive datar, lalu ia memasukkan kedua tangan nya kembali ke dalam saku dan pergi berlalu pergi meninggalkan tuan Gunawan yang masih meringis menahan sakit di kaki nya.
Jhon menyuruh pengawal nya agar membebaskan asisten tuan Gunawan yang sejak awal ia sekap. Dan kini, ia ikut pergi meninggalkan gedung tersebut, sementara asisten tuan Gunawan ia dengan cepat membantu tuan Gunawan dan membawa nya ke rumah sakit.
Sementara itu, di sebuah kamar hotel, nampak seorang wanita yang tengah menangis dan menjerit, meronta agar laki-laki yang kini tengah menggagahinya membebaskan nya. Sudah hampir satu jam ia di paksa untuk melayani napsu beberapa laki-laki suruhan Jhon.
“Bukankah ini yang kau inginkan hah!” bentak salah seorang laki laki menjambak rambut wanita tersebut.
“Hiks hiks, lepaskan. Ku mohon hiks hiks, sakit. A-aku janji tidak akan mengganggu tuan Stive lagi hiks hiks, a-aku aaahhhhh!” wanita itu berteriak saat disiksa oleh tiga pria sekaligus.
“Nikmatilah Ja lang, bukankah kau menyukai seperti ini hem?” tanya laki laki lain yang tengah menghajarnya dari belakang.
“Kami hanya memberikan apa yang kau mau, apa salah kami? Jadi nikmati saja, lagi pula goa mu sudah longgar, kau pasti sudah sering melakukan hal seperti ini.” sambung laki laki yang menghajar nya dari bawah.
__ADS_1
“Ja lang seperti mu mau mencoba menjebak bos kami, cih! Bahkan sebenar nya kau dengan kami pun tak pantas! Sangat menjijikkan!” ucap laki laki yang di depan nya sambil meludah ke wajah nya.
Begitulah tuan Stive setiap kali memberikan pelajaran pada seorang wanita yang berani macam – macam padanya. Dan, bagi orang terdekat Stive, pelajaran seperti tuan Gunawan dan anak nya ini adalah pelajaran ringan, karena biasanya ia tak akan tanggung tanggung membunuh, bahkan memotong motong tubuh musuh nya.