My Psycho Husband

My Psycho Husband
Menghilang


__ADS_3

“Apa kamu lelah?” tanya Stive saat melihat wajah Ella sudah mulai gelisah.


“Hem, aku juga ingin ke toilet,” bisik Ella pelan sambil berjinjit.


“Aku antar.” Stive beranjak dari tempat duduk nya, saat hendak melangkahkan kaki nya untuk mengantarkan Ella, tiba-tiba salah satu rekan bisnis nya datang untuk memberikan nya ucapan.


Menghela nafas nya berat, akhirnya Stive membiarkan Ella untuk pergi ke toilet seorang diri. Acara pesta, kini gaun yang di kenakan Ella sudah tidak sebesar acara siang tadi, makanya Ella bisa untuk pergi sendiri tanpa bantuan.


“Selamat Tuan Stive, saya doakan agar pernikahan anda langgeng dan bahagia,” ujar salah satu rekan bsnis na.


“Terimakasih Tuan Louis, saya doakan juga, semoga anda segera menyusul.” Jawab Stive dengan senyum tipis nya. Kini keduanya terlibat beberapa percakapan dan menjurus ke hal bisnis, hingga Stive melupakan keberadaan Ella.


Hampir satu jam ia masih terus mengobrol dnegan tuan Louis, hingga tiba-tiba kedatangan Jasmine membuat nya terpaksa menghentikan obrolan mereka.

__ADS_1


“Kakak, dimana Ella?” tanya Jasmine sambil terus meneliti mencari keberadaan kakak ipar nya.


Seketika itu juga mata Stive langsung membola dan mencari keberadaan istrinya. Dan benar saja, ia tidak menemukan dimana Ella, akhirnya Stive memutuskan untuk menyusul ke toilet.


“Bukankah tadi sama kakak?” tanya Jasmine ikut panik saat melihat kakak nya terus berlari ke sana sini.


“Tadi dia ke toilet, dan astaga aku melupakan nya,” umpat Stive sambil terus mengotak atik ponsel nya, “Dimana Jhon?’’


“Jhon istirahat, dia diare. Entahlah apa yang dia makan sampai begitu, padahal pagi tadi dia tidak apa apa. Eh siang sorejuga dia tidak apa-apa.” Kata Jasmine malah membuat Stive semakin pusing.


“Sayang, kamu dimana?’ gumam Stive terlhat begitu panik dan frustasi, ia sudah mencari di seluruh hotel, namun tidak juga menemukan keberadaan Ella. Bahkan, jejak cctv pun tidak ada. Entah tidak ada atau memnag sudah ada yang menghapus nya, kini Stive benar-benar frustasi di buatnya.


“Jhon, cepat kau cari dimana istriku!” panggil Stive mendatangi kamar Jhon.

__ADS_1


“Ba-baik Tuan,” kata Jhon setelah selesai berpakaian dan langsung menghubungi beberapa anak buah nya untuk melacak keberadaan Ella.


“Stive juga tak tinggal diam, ia mencoba menghubungi orang tua Ella dan juga sahabat nya, Jenny. Bukan jawaban yang ia dapatkan, malah berjuta pertanyaan dari Jenny yang membuat nya semakin di landa sakit kepala.


“Kenapa kakak biarin aja Ella pergi sendiri! Kenapa kakak tidak memanggil Jasmine kalau emang kakak tidak bisa mengantar nya? Kakak harusnya sadar dan tau kalau musuh kakak itu tidak sedikit, bisa bisa nya kakak biarin dia pergi sendirian!” omel Jasmine panjang lebar.


“Jasmine, bisa diam tidak!” sentak Stive begitu emosi mendengar suara omelan dari adik nya.


Jasmine langsung diam dan menundukkan kepala nya, bibir nya memanyun dan tangan nya sibuk meremass ujung drees nya. Hingga tak lama, Jhon datang dengan membawakan nya kabar.


“Tuan,” panggil Jhon dengan di ikuti dua orang di belakang nya.


“Bagaimana? Dimana istriku?” tanya Stive antusias

__ADS_1


“Tuan itu, aduh, ii- itu .. aaa nanti dulu lima menit!” seru Jhon yang langsung berlari menuju ke dalam toilet membuat Stive langsung menarik nafas nya panjang.


“Kan Jasmine udah bilang, perut Jhon itu lagi gak beres, kenapa masih di suruh kerja sih,” gumam Jasmine pelan namun masih bisa di dengar oleh Stive.


__ADS_2