
***
“Lo tadi kok bisa semobil sama anak baru sih Nyet?” tanya Renata saat mendudukkan dirinya di bangku. Jam istirahat mereka memutuskan untuk pergi ke kantin.
“Si Frozen ngambek di tengah jalan coba! Gara-gara kemarin belum jadi gue anter ke bengkel. Eh malah tadi ngadat lagi, dia udah beneran lelah kayaknya.” Keluh Michele sambil memakan kuaci nya.
“Ya lagi, udah tau dia sakit bukan nya cepet lo periksain malah lo paksa jalan. Bukan ngambek si Frozen tuh, tapi dia sekarat!” saut Rara menggelengkan kepala nya.
“Yaelah, baru bulan kemaren Nyet gue bawa dia servis. Eh, belum ada sebulan malah!” ata Michele dengan raut wajah kesal nya.
“Nyet dalam bulan ini lo berapa kali ajak si Frozen tanding?” tanya Denis dengan wajah datar nya, membuat sang empunya langsung menyengir tanpa dosa, “Oh iya tapi btw munggu besok lo ngadu lagi gak?”
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan orang tua nya, Michele diam – diam suka mengikuti balapan liar. Hal itu ia lakukan sejak ia memasuki SMA. Saat itu, Michele di tantang oleh siswi dari SMA lawan. Mereka adu debat dan untuk memenangkan debat itu mereka harus adu balap mobil.
Saat itu, Michele beralasan menginap di rumah salah satu sahabat nya atau menginap di rumah utama. Atau terkadang juga ia lakukan saat orang tua nya keluar kota. Sekali dua kali tiga kali, dan semakin lama Michele kecanduan. Di tambah musuh nya selalu mengajak nya adu balap. Michele yang memang sejak kecil tidak ingin di kalahkan dan selalu ingin menang, seolah merasa tertantang dan tanpa pikir panjang menerima tantangan demi tantangan itu.
Beruntung, bahwa Michele tidak pernah tertangkap oleh polisi karena ikut balapan liar. Dan, setiap Michele memenangkan pertandingan nya, maka uang yang ia dapat juga tidak akan ia ambil. Ia lebih suka membelikan pakaian atau barang yang bisa ia bagikan kepada yang lebih membutuhkan.
“Anjir, malem minggu besok undangan nya kak Leo Nyet!” seru Michele langsung melempar kulit kuaci bekas gigitan nya ke arah Denis, hingga membuat sang empunya spontan memejamkan mata dan mengumpat Michele.
“Sorry sorry, gue sengaja.” Kata Michele menyengir kuda, lalu ia kembali memakan kuaci nya seolah tak ada masalah.
“ahh, males gue kalau ngumpul, terus lo makan kuaci. Gue mulu yang jadi sasaran!” keluh Denis lalu ia memilih untuk pindah tempat duduk.
__ADS_1
Ketiga nya pun langsung tertawa saat melihat wajah Denis yang kesal, hingga tiba – tiba tawa mereka terhenti karena kedatangan seseorang.
“Ini kunci mobil kamu. Besok udah bisa di ambil,” kata nya datar sambil memberikan kunci mobil.
“Dimana? Kok lo gak bilang sama gue dulu? Bagus gak itu tempat nya? Ingat yah, Frozen itu gak bisa sembarangan!” seloroh nya kesal, lantaran Aldi asal sembarangan memasukkan mobil nya ke bengkel yang ia tidak tahu.
Padahal, ia sudah berencana mengajak Rasya untuk menemani nya ke bengkel. Sekalian kencan yang tertunda, tapi ternyata Aldi malah lebih dulu mencuri start dari nya.
“Itu rekomen dari Papa, jadi kalau kamu ngerasa itu bengkel buruk. Kamu bisa protes sama Papa.” Ucap nya datar lalu tanpa permisi dia memilih pergi.
“Papa?” gumam ketiga sahabat Michele yang sedari tadi menyimak obrolan Michele dengan Aldi, “kayaknya kalian deket banget yah? Ampe ada kata PAPA di obrolan kalian?” kata Denis mengerutkan dahinya menatap Michele.
__ADS_1