
Bug!
Michele langsung melemparkan bantal nya kepada Aldi. Hatinya sudah semakin panas mendengar alasan Aldi akan segera kembali ke korea. Lalu untuk apa penantian nya selama ini? Meski ia berpacaran dengan Rasya, Michele akui itu hanya alasan agar Aldi cemburu dan semakin ingin memperjuangkan nya, tapi apa ini? Dia tiba tiba akan kembali lagi. Ingin rasanya Michele mengumpat dan memaki laki laki di depan nya ini.
“Dasar ba jingan! Egois, pengecut!” jerit Michele begitu histeris, dadanya terasa semakin sesak, saat ia melihat Aldi tak juga membalikkan tubuh nya.
“Gue benci sama lo Al, gue benci! Kenapa sih ada manusia kaya lo di dunia ini hah! Gue benci sama lo hiks hiks hiks.”
“Mungkin itu lebih baik,” jawab Aldi singkat dengan suara sedikit serak, Michele tahu bahwa Aldi juga sedang menahan sesuatu di hatinya. Apakah Aldi menangis? Batin nya.
“Bencilah aku, dan jangan mencintaiku. Kamu akan bahagia bersama Rasya, jaga diri baik baik.” Aldi hendak melangkah keluar, namun secepat kilat, Michele langsung beranjak dari tempat tidur dan berhambur lari memeluk Aldi dari belakang.
Ralat, bukan memeluk, tapi Michele langsung menemplok seperti cicak di punggung Aldi.
__ADS_1
“Jangan pergi hiks hiks hiks. Gue tuh udah nungguin lo bertahun tahun, tapi kenapa lo malah mau pergi lagi. Gue lagi berusaha nyembuhin rasa kecewa gue, hiks hiks tapi kenapa lo malah mau pergi lagi dari hidup gue hiks hiks.”
“Hiks Hiks, Olaf, don’t to go. Don’t leave me again.” Isak tangis Michele semakin terasa memilukan di telinga Aldi, namun ia juga tidak mau merubah keputusan nya.
“Dulu, gue gak bisa nahan lo karena gue begitu mudah lo bohongin. Tapi sekarang, gue gak akan mau begitu lagi. Plis jangan pergi, jangan tinggalin gue hiks hiks.”
“Cel, ada Rasya yang akan terus bersama kamu. Dia yang akan menggantikan aku,” ucap Aldi sambil mengepalkan tangan nya dengan kuat.
“Gue gak mau!” teriak Michele tepat di dekat telinga Aldi, hingga membuat Aldi seketika langsung menjauhkan telinga nya dari Michele.
“Gimana gue bisa bahagia, kalau orang yang harus bikin gue bahagia malah selalu pergi ninggalin gue hiks hiks. Gue serius Al, kalau lo pergi, gue gak akan main main lagi. LO akan nyesel,” ucap Michele menghentikan tangis nya, lalu ia segera turun dari gendongan Aldi dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Pyarrrr!
__ADS_1
Braakk!!!
Aldi terdiam menatap pintu kamar mandi Michele. Aldi masih bisa mendengar dengan jelas tangis Michele serta suara beberapa barang yang ia lemparkan. Aldi hanya mampu menghela napas nya berat.
*****
“Jadi, kamu serius mau kembali?” tanya Tian, setelah dari rumah Michele, Aldi memutuskan untuk pergi ke kantor papa angkatnya. Ia mengurungkan niat untuk pergi ke sekolah.
“Iya Pa, mungkin ini lebih baik,” jawab Aldi menundukkan kepala nya.
“Bagaimana Michele?” tanya Tian dengan mengerutkan dahinya menatap Aldi.
Aldi mendongak, lalu menggelengkan kepalanya menatap sang papa. Ia juga berat meninggalkan semuanya, namun ia tak ingin semakin melukai hati banyak orang. Jadi dia memutuskan untuk pergi.
__ADS_1
“Al, percaya ini bukan kesalahan kamu. Jangan terlalu menyalahkan diri kamu sendiri.” Kata Tian mencoba menenangkan hati putra nya.
“Tapi Aldi ingin berbakti Pa. Bila Aldi tidak bisa menyembuhkan luka itu, setidaknya Aldi bisa mencegahnya agar tak semakin bernanah.” Ucap Aldi lirih. Tian tidak bisa memaksa keputusan Aldi, ia hanya bisa menghela napas berat, Ia akan mendukung semua yang Aldi lakukan. Tapi, sejujurnya ia juga sangat berat berjauhan lagi dengan putra sulungnya.