
“Kok kakak udah pulang?” pekik Anna terkejut saat melihat Aldi bersusah payah memakai tongkat saat memasuki rumah. Anna pun langsung menghampiri nya dan membantu sang kakak untuk duduk di sofa.
“Kakak gak boleh pulang?” tanya Aldi langsung menatap Anna dengan raut wajah kecewa.
“Kakak berantem lagi sama kak Michele?” Anna tau dan bisa merasakan kenapa kakak nya pulang dan langsung baper mendengar pertanyaan nya.
“Kakak mau ke kamar!” Aldi berusaha bangkit lagi, namun Anna langsung menahan nya agar tetap duduk dengan nya.
“Kakak gak mau cerita sama Anna? Biarpun Anna masih kecil, tapi Anna tahu loh.” Kata Anna sok dewasa.
“Lain kali aja,” ucap Aldi mengusap kepala Anna, lalu ia segera beranjak pergi ke kamar nya.
“Iks, kenapa lagi sih? Kenapa makin kesini makin baperan coba! Penyakit di cari sendiri, susah kan sekarang.” Anna menghela napas nya dengan kasar, ia tidak habis pikir dengan sikap kakak nya belakangan ini.
Beberapa hari yang lalu, saking kurang kerjaannya, Aldi membututi Michele yang sedang kencan dengan Rasya. Hingga akhirnya ia kecelakaan, dan sekarang ia tiba-tiba merajuk tidak jelas. Jika boleh jujur, Anna sangat geram dan sangat ingin memukul kepala sang kakak biar peka dan sadar.
__ADS_1
Yah, sadar bahwa dia sangat mencintai Michele dan tidak ingin Michele di miliki siapapun. Anna tahu jelas, bahwa Aldi cemburu dengan hubungan Michele dan Rasya, namun Aldi begitu sulit mengatakan nya, bahkan untuk jujur pada dirinya sendiri, Anna rasa dia tak akan mampu.
“AL ... Aldi ... “ Michele terus berteriak mencari keberadaan Aldi, sejak semalam ia belum bertemu lagi dengan manusia salju itu. Ini hari weekend, dan seperti biasa dia bangun sangat pagi, ( Jam sebelas ) dan saat ia bangun dia langsung mencari keberadaan Aldi, namun nihil.
“Aldi!” teriaknya lagi sambil menuruni tangga, ia berfikir mungkin saja Aldi ada di bawah.
“kakak berisik!” saut Mike yang sedang rebahan di sofa sambil bermain game..
“Eh anak tuyul, Aldi mana?” tanya Michele yang langsung duduk di depan Mike.
“Pulang!” jawab Mike singkat tanpa melihat ke arah Michele.
“Pulang ke rumah om Tian lah, memang nya mau pulang kemana lagi! Makanya kalau tidur jangan kaya kebo!”
“Anjirr, lo masih SD mulut lo pedes juga woy!” seru Michele langsung melempar bantal sofa hingga terkena wajah sang adik dan mengenai HP nya hingga terjatuh.
__ADS_1
“Kakakkkk!” teriak nya marah karena permainan game nya terganggu oleh sang kakak.
Michele yang melihat kilatan amarah di mata Mike, akhirnya lebih memilih berlari pergi menjauh. Ia tidak ingin terkena amukan lagi dan lagi.
“Kalian ini bisa gak kalau sehari saja tidak bertengkar?” kata farel yang baru saja datang dan duduk di sofa.
“Anak tuyul tuh yang ngajak ribut!” teriak Michele dari tengah tangga lalu ia melanjutkan langkah nya menuju kamar.
“Kakak rese!” jerit Mike tak kalah seru membuat Farel seketika langsung menutup telinga nya.
Di dalam kamar, Michele tampak sedang berfikir di depan cermin. Menimang nimang, ia hendak kemana. Yah, dia di ambang dilema, apakah dia harus pergi ke rumah Aldi untuk kembali membujuk agar tak marah, atau dia menemui Rasya. Karena semalam, Rasya sudah bilang akan mengajak nya jalan jalan.
“Huaaaa, resiko jadi orang cantik tuh begini, dilema kan mau jalan sama siapa!” sungut Michele mengumpat kecantikan nya di depan cermin.
.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.
Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍