My Spesial Brother

My Spesial Brother
Lihat apaan?


__ADS_3

***


“Sayang, kamu tunggu disini. Papa akan menebus obatnya.” Ujar Tian saat hendak menebus obat putrinya. Yah, karena Anna lahir secara prematur , maka jantung nya tidak bisa bekerja normal seperti yang lainnya. Di tambah alm. ibunya juga memiliki penyakit jantung bawaan, maka kesehatan Anna sering kali drop dan membutuhkan perhatian extra.


Itu juga yang membuat Tian enggan menikah lagi, ia tidak mau putrinya memiliki ibu tiri yang nantinya hanya akan menyakiti hati nya. Lagi pula, ia masih sangat mencintai Cristy, ia tidak ingin mengkhianati istrinya, maka ia memilih untuk bertahan menjadi seorang duren.


“Iya Pah,” jawab Anna tersenyum lalu ia memilih duduk di sebuah bangku panjang untuk menunggu sang papa. Namun, di tengah keasikan nya bermain HP, ia mendengar sebuah tawa yang seperti ia kenal.


Ia pun mendongakkan kepala nya dan melihat sekeliling hingga matanya menangkap beberapa pria yang salah satunya ada yang ia kenal, “Kak Rasya.” Panggilnya untuk meyakinkan.


Dan ternyata dugaan nya benar, itu memang Rasya. Dan tanpa ia duga juga, Rasya langsung menengok dan menghampiri nya, “Kamu ngapain disini?” tanya Rasya saat sudah sampai di depan Anna.


“Main,” jawab Anna tersenyum lebar, “Nungguin papa.”


“Iks, kamu bisa juga yah bercanda nya,” kata Rasya terkekeh.


“Kalau kakak ngapain? Sama kak Michele juga gak?” tanya Anna seperti mencari keberadaan kakak sepupu nya.


“Enggak!” jawab Rasya dengan cepat, “Tuh sama temen temen.” Imbuhnya, lalu tangan nya melambai ke arah dua teman nya agar menghampirinya dan Anna.


Rasya mengenalkan dua teman nya kepada Anna. Dan mereka sempat mengobrol sedikit hingga saat Tian datang dan mengajak Anna pulang.


“Cantik banget ya Ras,” gumam Leo yang sepertinya terpesona oleh kecantikan Anna.

__ADS_1


“Astaga, itu masih bocah! Jangan macem macem lo!” saut Rasya berdecak dan langsung memukul bahu leo.


“Hehehe, gue rela nunggu sampai dia kuliah,” kata Leo membuat Rasya hanya menggelengkan kepala nya.


***


“Al, ajarin yang ini.” kata Michele tiba tiba memasuki kamar Aldi tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu.


“Icheeeellll!” teriak Aldi terkejut membuat Michele seketika langsung berbalik dan menutup pintu. Jantung nya berdegup dengan begitu cepat, tubuhnya langsung terasa panas dan bergetar hebat.


“Astagfirullah, gue lihat apaan?” gumam Michele pelan sambil mengusap dadaa dan mengatur napas nya.


“Michele, ada apa?” tanya Crystal saat melihat wajah anak nya terlihat begitu gugup di depan pintu kamar Aldi.


“Gapapa kok kamu keringetan? Wajah kamu kenapa merah begitu? Apa disini AC nya mati?” Crystal langsung mengadahkan kepala nya ke atas, menatap beberapa Aldi lantai itu, “Perasaan baru di servis belom lama, apa udah rusak lagi?” gumam nya lalu ia mengambil remot dan segera mengecek nya lagi.


Sementara Michele, ia memilih segera masuk ke dalam kamar sambil memeluk bukunya. Ia tidak jadi meminta bantuan pada Aldi untuk mengajari nya PR Matematika, matanya sudah cukup mendapatkan pelajaran tak terduga. Ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan pikiran pikiran aneh yang menghantui pikiran nya.


“Aldi sialaaannnn!” pekik Michele di dalam kamar mandi. Bayangan bayangan itu terus muncul seolah enggan untuk pergi dari kepala Michele, membuat sang empunya begitu frustasi.


.


Mommy : Kamu lihat apaan Cel?? #Bingung

__ADS_1


Michele : ( Mengerjapkan mata )


Mommy : Chel ..


Michele : Mom, tadi apaan yak?? #Masih oleng


Mommy : Emang nya apaan?? gimana bentuknya? #Penasaran


Michele : Bentuk nya— (Diam)


Mommy : Kamu kurang aqua atau kurang sajen sih Chel? jadi mendadak begok begitu #Kesal


Michele : Bukan kurang Aqua mom


Mommy : Terus kurang apaan? #Mengerutkan dahi


Michele : Kurang jelas tadi lihatnya mom, jadinya kurang gimana gitu mastiin bentuknya.


Mommy : Dasar anak tuyul! #Timpuk Michele pake sendal swaloh


Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.


Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2