My Spesial Brother

My Spesial Brother
TAMAT


__ADS_3

Setelah pesawat yang di tumpangi Aldi dan Michele lepas landas, kini waktunya bagi Rasa dan mama nya untuk pulang ke rumah. Namun, saat dirinya hendak mendorong kursi roda mama nya kembali, tiba-tiba Renata memanggilnya, membuat nya dengan ragu menghentikan langkah.


“Ada apa?” tanya Rasya mengerutkan dahi nya, menatap Renata dan Vino.


“Bi—bisakah kita bicara berdua, sebentar saja.” Pinta Renata begitu lirih, untuk sesaat Rasya menatap kepada Vino seolah meminta izin.


“Biar aku yang menjaga mama mu,” kata Vino menghela napas nya berat, memang sudah sedari tadi Renata meminta izin pada nya untuk bisa berbicara dengan Rasya sebentar.


Dan Vino, mau tak mau mengizinkan nya, karena ia yakin bahwa Renata bisa menjaga diri nya, ia mempercayai cinta Renata hanya untuk nya. Setelah mendapatkan izin dari Vino, Rasya pun mengangguk dan pamit kepada mama nya, ia pun pergi bersama Renata untuk ke tempat yang agak jauh dari Vino.


“Ada apa?” tanya Rasya saat mereka sudah berdua.

__ADS_1


“Bisakah kau mengusap perut ku sebentar? Kepala ku terasa sangat pusing dan begitu mual sedari tadi. Entah mengapa saat kak Rasya datang, rasanya perut ku ingin sekali di usap, namun saat di usap sama suamiku rasanya sangat berbeda. Aku mohon, sebelum kami pergi, lakukan sekali saja. Mungkin itu bisa mengurangi sedikit rasa mual ku,” ucap Renata pelan, dengan menggigit bibir bawah nya, sejujur nya ia begitu takut dan ragu meminta hal seperti ini kepada Rasya, karena ia takut bahwa Rasya akan menolak nya dan akan membuatnya malu.


Tapi ternyata ia salah, tanpa meminta dua kali, rasa pun langsung berjongkok di depan perut nya dan segera mengusap perut nya dengan lembut, rasanya sangat nyaman hingga membuat Renata memejamkan matanya sambil tersenyum.


“Halo jagoan Papa, baik-baik ya di sana. Tumbuhlah jadi anak yang sehat dan kuat. Sebentar lagi kita akan bertemu, dan sampai waktu itu tiba baik-baik lah di perut mama mu. Jangan menyusahkan nya, bila kamu menjadi anak baik selama jauh dari papa, nanti papa akan memberikan mu hadiah saat kita bertemu nanti. Cup!”


Renata sedikit terkejut saat Rasya mengecup perut nya, namun sedetik kemudian ia berusaha menetralkan dirinya. Dan memnag benar, setelah Rasa mengusap perut nya, kini ia sudah tidak mual lagi.


“Hem, kamu berhati-hatilah di sana. Kabari aku bila waktu itu tiba. Aku akan segera menyusul kalian,” ucap Rasya dan Renata nampak menganggukkan kepala nya, “Baiklah, ayo kembali, Vino dan mama ku sudah lama menunggu,” katana lagi, lalu mereka kembali dimana Vino dan mama Rasya berada.


Sementara itu, di dalam pesawat, Michele menyandarkan kepala nya di bahu Aldi, dengan tangan yang saling terpaut. Michele hanya diam mendengarkan semua cerita penjelasan dari Aldi mengenai hubungan nya dengan Rasya, dan Michele cukup terharu mendengarnya.

__ADS_1


“Aku gak nyangka ternyata dunia ini begitu sempit,” gumam Michele sampai meneteskan air mata nya.


“Hem, dan aku bersyukur karena kini aku benar-benar bisa memiliki kamu,” kata Aldi lalu ia mencium tangan Michele.


“Aku lebih bersyukur bisa mendapatkan laki-laki hebat seperti mu,” kata Michele semakin mengeratkan tautan tangan mereka.


“Semoga kebersamaan kita selamanya,” gumam Aldi dan Michele bersamaan, lalu mereka tertawa bersama sambil menikmati pemandangan di atas awan yang begitu cerah.


.


Halo semua sahabat Mommy_Ar, cukup sampai disini yah kisah keseruan Michele dan kawan-kawan nya. Nantikan extra-part nya, dan untuk yang menunggu kisah papa ganteng Rasya, nantikan di kamar baru nya nanti 😘 jangan khawatir, kisah papa Rasya masih tetap di aplikasi @Noveltoon kok 😉😍😍

__ADS_1


Biarkan mommy istirahat dulu sambil memikirkan ide perjalanan mereka berikutnya 🙈🙈🙈🤣 Bye bye semuanya dan terimakasih 😘😘😘🥰🥰


__ADS_2