My Spesial Brother

My Spesial Brother
Wedding day


__ADS_3

Seven years later ...


Setelah sekian lama menjalin hubungan, kini waktu yang di tunggu telah tiba. Tentu saja setelah memantapkan hati, dan juga berkat desakan yang kakak, Aldi akhirnya memberanikan diri untuk meminang Michele. Kekasih kecil nya, gadis yang mampu mengubah seluruh hidup nya. Gadis yang sukses membuat hidupnya berwarna dan berhamburan secara bersamaan.


Hari ini, setelah dirinya berhasil mendirikan sebuah perusahaan bersama Rasya, kini akhirnya akan melangsungkan pernikahan nya. Walau pun berat bagi Aldi karena merasa melangkahi sang kakak, namun bagi Rasya tidak mempermasalahkan nya, terlebih, lelaki itu memang belum ada niatan untuk menikah atau mencari pasangan.


Dan kini, dirinya sudah duduk di sebuah kursi yang di kelilingi oleh orang orang terdekatnya karena sebentar lagi, prosesi akad nikah akan di langsungkan. Jangan tanyakan bagaimana perasaan Aldi saat ini, jantung nya berdetak begitu kencang, kedua tangan nya saling meremat di bawah meja sana, gugup sudah pasti dan juga ia sangat penasaran bagaimana melihat Michele, gadis ter bar bar yang pernah ia kenal, mengenakan pakaian pengantin kebaya.


“Jangan gugup, tarik napas keluarkan, ulangi beberapa kali sampai keluar,” bisik Angga terkekeh, membuat Aldi langsung menatap nya dengan tajam.


“Apa kau pikir aku akan melahirkan?” decak Aldi menatap sahabat nya kesal.

__ADS_1


“Bener Al, santai saja. Jangan terlalu kelihatan gugup begitu,” imbuh Rasya yang begitu menggampangkan kan keadaan.


“Kamu belum berada disini, nanti saat kau seperti ini, dan sampai kau nerves. Aku orang pertama yang akan mentertawakan kalian berdua!” sungut Aldi setengah berbisik, lalu ia menghela napas nya kasar saat melihat kedua orang di belakang nya itu terkekeh.


****


“Michele!” teriak seorang gadis berambut pendek yang tiba tiba masuk ke dalam kamar yang di khusus kan untuk make up wedding.


Denis, hanya dialah yang tersisa saat ini. Hanya dialah yang datang di acara pernikahan nya, sedih, tentu saja. Namun ia mencoba memaklumi keadaan para sahabat nya. Renata, dirinya sedang hamil besar dan tidak memungkinkan untuk hadir. Rara, dia menghilang bak di telan bumi, setelah kejadian beberapa tahun lalu, ia menghilang entah kemana.


“Gila, lo cantik banget. Duh, gue jadi pengen hihihi,” ucap Denis terkekeh sendiri.

__ADS_1


“LO datang sendiri? Kemana cowok lo? Jangan bilang jomblo lagi,” tanya Michele sedikit mengerutkan dahinya.


“Hehehe, lo kan tahu gue Chel. Oh ya, gue kesini buat jemput elo. Ayo, udah siap kan,” kata Denis mengajak Michele untuk segera keluar, karena dirinya sudah di tunggu tunggu dari tadi.


Dengan di apit oleh Denis dan mama Crystal, Michele dengan perlahan berjalan memasuki tempat acara. Semua mata menatap takjub pada sang mempelai wanita, tak urun membuat seorang laki laki paruh paya yang sejak tadi menunggu kedatangan putri nya ikut meneteskan air mata. Dengan perlahan, ia segera bangkit dan menjemput sang putri untuk ia antarkan ke tempat acara akad.


“Anak gadis Papa sudah besar,” gumam papa Farel kembali menitikkan air mata saat tangan nya sudah memegang tangan Michele.


“Papa merasa, baru kemarin kamu menangis dan meminta gendong papa, tapi lihat sekarang, kamu sudah besar. Kamu sudah dewasa, dan hari ini, kamu akan di ambil oleh orang yang lebih berhak dari papa.” Ucap papa Farel lalu menghapus air matanya dengan sapu tangan nya, “Ayo, calon suami kamu sudah menunggu.”


“Papa,” gumam Michele ikut meneteskan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2