My Spesial Brother

My Spesial Brother
Informasi dari Vino


__ADS_3

“Baby, kamu yakin ingin menemuinya?” tanya Vino Sambil membawa beberapa berkas di tangan nya.


“Why, kenapa tidak yakin? Tujuan ku kemari kan memang untuk bertemu dengan manusia salju,” jawab Michele sambil menyisir rambut nya di depan meja rias.


“Kalau hanya manusia salju, aku bisa membuatkan nya untuk mu,” goda Vino seketika membuat Michele Langsung membrengut kesal.


“Ommmm!” rengek Michele membuat Vino terkekeh, ia pun langsung menghampiri Michele dan memberikan beberapa informasi yang sudah ia dapatkan dari anak buah nya.


“Apa ini?” tanya Michele mengerutkan dahi nya.


“Buka saja, “jawab Vino santai, ia memilih untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur sambil menunggu keputusan Michele.


“O-Om, ini ..” ucap Michele terbata, tubuhnya bergetar, ia sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa ternyata dugaan nya tentang papa nya yang berbohong adalah benar. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah keadaan laki-laki yang sangat ia cintai.

__ADS_1


“Heem, dia kecelakaan belum lama ini, mungkin sebulan atau dua bulan. Dia sempat koma dan kakinya lumpuh. Tidak permanen sih, dia masih bisa sembuh dan berjalan normal lagi, tapi kayaknya laki laki itu terlalu pengecut. Jadi ia lebih memilih menghilang dari kamu, dia tidak ingin bertemu dengan mu lagi, makanya dia sampa bisa membuat drama seperti itu agar kamu melupakan nya." Jelas Vino panjang lebar, tanpa sadar air mata Michele langsung mengalir deras membasahi pipi nya.


“ke-kenapa dia tega begini sama aku om hiks hiks,” Vino segera bangkit dari tempat tidur saat mendengar suara Michele yang berubah dan terisak.


“Dia masih hancur, dia terpuruk dan tak ingin membaginya dengan mu, itulah laki-laki. Dia tak ingin menyusahkan mu dan menjadi beban untuk mu,” jelas Vino sambil memeluk Michele.


“Tapi aku tidak akan merasa terbebani!” kilah Michele menghapus air mata nya.


“Oh iya, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu,” ucap Vino, Michele mendongakkan kepala nya, menatap wajah Vino dengan lekat.


“Sebelum kejadian, dia bersama kekasih mu.”


“Kekasihku?” gumam Michele pelan, ia berfikir siapa dan kenapa, “Kak Rasya?” tebak nya dan Vino mengangguk.

__ADS_1


“Wait, memang nya kak Rasya ada disini?” tanya nya.


“Dia memang disini, tapi aku tidak berhak mengatakan apa dan bagaimana tragedi masalah mereka berdua. Jadi lebih baik kamu tanyakan sendiri pada mereka.” Ucap Vino, ia memilih untuk kembali duduk di pinggiran kasur.


“Om tahu masalah mereka? Mereka ada masalah? Apa masalah nya? Kenapa aku tidak tahu,” gumam Michele beruntun.


“Itu bukan hak ku, kalau kamu ingin tahu kamu temui langsung mereka dan tanyakan. Kalau kamu tidak dapat jawaban, baru kau tanyakan padaku.”


“Baiklah, sekarang ayo ke rumah Aldi.” Michele langsung beranjak dan berjalan mendahului Vino, membuat lelaki itu tersenyum getir.


‘Nasib menyukai bocah SMA begini,’ gumam nya lalu ia dengan malas mengikuti Michele dan mengantarkan gadis itu untuk memperjuangkan cintanya.


Vino memang menyukai Michele sejak pertama kali mereka bertemu di arena balap. Lambat laun, rasa sukanya semakin bertambah dengan kedekatan mereka. Namun, Vino harus membuang rasa suka nya itu tatkala ia mengetahui bahwa kisah percintaan gadis SMA itu begitu rumit. Vino sudah mencari tahu tentang Michele, Aldi dan juga Rasya. Melihat betapa rumit nya masalah mereka, akhirnya ia memilih mundur dan menganggap Michele sebagai adik nya. Terlebih saat dirinya sudah di jodohkan oleh orang tuanya dengan anak dari rekan bisnis papa nya, membuatnya hanya bisa pasrah dan harus melupakan perasaan nya pada Michele.

__ADS_1


__ADS_2