My Spesial Brother

My Spesial Brother
Episodes 11 S2


__ADS_3

“Sayang, kamu kenapa sih? Dari tadi diem terus?” tanya Michele saat sudah berada di dalam mobil. Kini ia memutuskan untuk pulang ke rumah setelah mendengarkan semua cerita dari Rasya.


“Gapapa,” jawab Aldi seraya menghela napas nya berat, lalu ia menarik kepala Michele ke dalam pelukan nya, matanya menatap ke arah luar jendela, pikiran nya masih melayang memikirkan Rasya.


“Gak mungkin banget gapapa, aku yakin pasti ada apa-apa. Bukan kah kamu sendiri yang bilang kalau kita harus saling terbuka, lalu kenapa kamu diem gak mau cerita sama aku? Kamu masih ada masalah sama kak Rasya? Atau kamu masih cemburu karena dia mantan pacar aku?” tanya Michele beruntun, “Kamu tenang saja Sayang, hati aku, cinta aku dan tubuh aku hanya milik kamu seorang. Kak Rasya hanyalah masa lalu ku, cup.”


Aldi langsung terkekeh saat Michele mengecup pipi nya dan menjelaskan perasaan nya padanya. Sejujurnya ia tidak ada masalah tentang hubungan Michele dan Rasya, hanya saja dirinya memang masih belum siap bertemu langsung dengan nya, mengingat tentang rumit nya hubungan keluarga mereka. Dan hingga saat ini Michele belum mengetahui bahwa dirinya dan rasya adalah saudara.


“iyah, semua yang ada di diri kamu adalah milik aku,” bisik Aldi begitu pelan agar supir tak mendengarkan pembicaraan mereka.


“Kamu nginep yah, udah malem banget. Kamu pasti masih capek karena kita baru sampai, maaf.” Kata Michele menyesal, karena ia sudah mengganggu waktu istirahat Aldi.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, justru kalau tadi kamu ke sana sendiri dan tidak mengajak ku, maka aku akan marah sama kamu,”


“Hehehe.”


***


“Kak, aku takut sama Mama,” gumam Renata pelan, sedari tadi tangan nya terus mere mas kuat ujung baju nya. Jantung nya berdetak dengan begitu cepat, tubuh nya sedikit bergetar dan pikiran nya sangat kacau.


Meski Rasya tidak mencintai Renata, namun hatinya begitu lembut dan tulus, ia selalu memperlakukan wanita seperti ia memperlakukan ibunya. Terlebih saat ini ia tahu bahwa dalam rahim Renata ada buah hatinya, darah daging nya, walau berasal dari sebuah kecelakaan.


Kini mobil Aldi sudah sampai di depan rumah Renata, dengan langkah yakin dan tegas, ia menggandeng Renata masuk dan menemui keluarga nya.

__ADS_1


Pranggg!


Sebuah vas melayang tepat di samping kepala Rasya dan hampir mengenainya. Tentu saja ibu dari Renata sangat marah saat mendengar bahwa putri nya hamil di luar nikah. Ia sangat marah dan kecewa, terlebih besok adalah hari pernikahan Renata dengan Vino, bagaimana bisa Renata membuat keluarga nya malu.


“Mama maafin Rena,” kini tubuh Renata bersimpuh di depan mama nya dengan menangis tersedu-sedu.


“Saya akan bertanggung jawab Tante,” ujar Rasya pelan, namun tegas.


“Tanggung jawab? Dengan apa? Besok adalah hari pernikahan Renata dengan Vino, bagaimana kamu bisa tanggung jawab hah! Bocah ingusan kaya kamu bisa apa? Apa kamu bisa menangani seluruh tamu undangan yang hadir besok, terlebih keluarga besar Dawson hah!” Pekik ibu Renata dengan sangat marah.


“Dan kamu Ren, susah payah Mama menyekolahkan kamu, bekerja keras banting tulang buat kamu, dan sekarang kamu sudah mencoreng kotoran di wajah Mama. Pikiran kamu itu dimana hah! Apa yang harus mama katakan sama keluarga Vino nanti hah!”

__ADS_1


Renata dan Rasya hanya diam mendengarkan amukan dari mama nya Renata. Rasya sengaja diam karena memberikan waktu untuk mama nya Renata meluapkan segala Amarahnya,karena ia menyadari bahwa ini memang kesalahannya.


__ADS_2