
“Untuk kelulusan kita!” seru Leon mengangkat gelas minuman nya ke udara.
“Chers!” seru semuanya termasuk Michele dan Rasya.
Mereka terlihat biasa, tidak seperti orang habis putus hubungan. Keduanya masih duduk berdampingan dan seolah tak ada apapun. Di antara para sahabat nya belum ada yang tahu bahwa dirinya dan Rasya sudah putus.
Mereka menghabiskan waktu hingga hampir jam sembilan malam. Michele sudah izin kepada orang tuanya tadi bahwa drinya pergi bersama Rasya dan sahabat nya untuk merayakan hari kelulusan, maka Farel dan Crystal tidak khawatir. Mereka percaya kepada Rasya, terlebih para sahabat nya juga ikut.
“Eh, kalian nginep rumah gue ya?” ajak Michele saat keluar dari Kafe.
“Kami boleh gak Cel?” goda Leon terkekeh.
“Boleh ayok, tapi nanti kalian bikin tenda di halaman, oke!” jawab Michele yang langsung di sambut gelak tawa dari semuanya.
“jahat banget sih Cel, kirain boleh gitu tidur bareng.” Kata Leon berdecak.
“Tidur bareng siapa ini maksudnya?” leon langsung diam saat Rasya sudah bersuara dan menatap nya dengan tajam.
“Hehehe, canda Ras,” ucap Leon tak enak.
“Kalian ikut gue ke rumah aja.” Ajak Rasya.
__ADS_1
“Oh iya, besok pagi jadi aku jemput yah?” ucap Rasya kepada Michele.
“Woealah, weekend woy! Gak cukup ini hari berduaan seharian?” saut Angga berdecak.
“Udah sih, lo diem aja. Jomblo mana paham hahaha.” Kata Leon tertawa.
“LO gak ngaca? Di jidat lo itu udah terpampang nyata bahwa lo itu juga JONES!” ketus Angga mendengus kesal.
“Hahahaha, sesama jomblo jangan saling mendahului, udah buruan cabut. Gue mau anter Michele dulu, ini kunci rumah gue.”
Rasya memberikan kunci rumah nya kepada Leon dan Angga, lalu ia masuk ke mobil dan mengantarkan Michele pulang. Sementara Renata, rara dan Denis membawa mobil sendiri.
“Oh iya kak, besok Michele ajak Anna boleh yah?” tanya Michele mulai membuka pembicaraan.
“Boleh, gapapa kok. Senyaman nya kamu aja,” jawab Rasya masih dengan senyum lembut.
“Bukan gak nyaman kak, hanya saja tadi Michelle baru dapat kabar dari Om Tian kalau besok om Tian mau ke luar kota dan nitip Anna. Kakak tahu sendiri Anna bagaimana, jadi Michele khawatir kalau dia di rumah sendiri. Kakak jangan salah paham,” jelas Michele kembali membuat Rasya terkekeh.
“Aku tidak masalah Sayang, aku malah seneng di dampingi dua gadis cantik.” Goda Rasya terkekeh, dan sukses mendapatkan pukulan di bahu dari Michele.
“Modus banget sumpah, dasar buaya!” ketus Michele mendengus kesal namun juga tertawa.
__ADS_1
“Hahaha, loh kan bener,” kata Rasya masih dengan tawa nya, “Cel,”panggil nya dengan suara yang terdengar serius.
“Hem?” jawab Michele langsung menatap ke arah Rasya.
“Bolehkah bila aku ingin seperti ini? jangan ada jaga jarak dan kecanggungan? Meski hubungan kita sudah berakhir, bisakah kita masih tetap bersahabat? Bolehkah aku tetap berada di sekitar kamu walau hanya sebagai sahabat mu?” tanya Rasya dengan tulus.
“Kenapa enggak?” jawab Michele tersenyum lebar membuat hati Rasya kembali menghangat dan lega.
Tak apa bagi Rasya tidak bisa memiliki hati Michele. Setidaknya, dirinya masih bisa terus berada di sisinya. Walau sebagai sahabat, tapi menurut nya tidak apa. Toh selama ini dirinya dan Michele juga berpacaran biasa saja. Sakit? Jangan di tanya, Rasya sudah sangat mencintai Michele, namun kini dirinya harus merelakan nya demi kebahagiaan Michele.
‘Bukankah cinta itu tak harus memiliki? Lagi pula perbedaan di antara kami tidak akan pernah bisa menyatu. Mungkin ini lebih baik, karena dia tak akan terluka bila nanti aku yang mengakhirinya.’
Sebenarnya, Rasya juga sudah sadar, bahwa hubungan nya dengan Michele tidak akan bertahan lama. Selain karena laki laki dari masa lalu Michele yaitu Aldi, namun ada satu hal juga yang membuat Rasya pasti akan mengakhiri hubungan nya dengan Michele.
‘Setidak nya, aku pernah memiliki kamu.’ Gumam Rasya dalam hati dan kembali menggenggam tangan Michele.
.
.
Yang mommy maksud END, itu hubungan Rasya dan Michele. Kenapa mommy di demo 🙈🙈🤣🤣🤣🤣
__ADS_1