My Spesial Brother

My Spesial Brother
Episode 8 S2


__ADS_3

“Sayang, kamu darimana saja? Aku sudah menghubungi mu sejak kemarin,” ujar Vino menyambut kedatangan Renata di rumah nya.


Tubuh Renata terpaku di ambang pintu, ia menatap Vino dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah. Ia membenci Vino, juga membenci dirinya. Mengapa dirinya nekat mengikuti Vino ke Hotel, harusnya dirinya tetap pergi ke sekolah dan fokus belajar. Lalu kini dirinya sudah kehilangan mahkota nya gara gara Vino.


‘Yah, ini semua gara-gara om Vino!’ gumam nya dalam hati sambil menatap Vino penuh kemarahan.


“Hey, kamu kenapa?” tanya Vino menyentuh kedua bahu Renata, namun dengan cepat ia menghempaskan tangan Vino.


“Ren,’ panggil Vino mengerutkan dahinya heran.


“Kemarin pagi om kemana?” tanya renata dengan wajah datar nya.


“pagi?” Vino berfikir sejenak, lalu senyum terbit di wajah nya, “Pagi aku-“

__ADS_1


“Hotel Arasha?” tebak Renata mengepalkan tangannya, namun Vino malah tersenyum dan mengiyakan tebakan Renata.


“Kok kamu tahu? Aku kemarin mengantarkan Nathali ke sana, dia tak mau menginap di rumah ku, makanya dia meminta ku untuk mencarikan hotel.”


“Siapa Nathali?” tanya Renata memotong penjelasan Vino.


“Dia adik mama aku, yah bisa di bilang dia itu tante aku, tapi karena umur nya gak beda jauh dariku maka kita seperti teman dan seumuran.” Jelas Vino dengan santai dan jujur.


Deg!


“Loh, kamu kenapa?” Vino begitu terkejut melihat Renata yang terisak, ia pun langsung merengkuh tubuh Renata dan membawanya ke sofa.


“Kenapa aku tidak melihat mobil mu di depan?” tanya Renata lagi sambil menangis di pelukan Vino.

__ADS_1


“Ah, mobil ku di bawa sama dia. Kemarin aku pulang di jemput Toni. Makanya aku sedikit kesal lantaran mobil kesayangan ku di palak oleh nya, padahal itu mobil terbaik ku, karena dengan mobil itu aku berhasil memenangkan beberapa kali balapan.” Jelas Vino panjang lebar, membuat tangis Renata semakin pecah.


“Maafin aku hiks hiks, maafin aku hiks hiks.”


“Kenapa kamu meminta maaf?” tanya Vino heran, dan saat renata mendongakkan wajah nya ke Vino, ia sedikit menjauhkan kepalanya. Dan betapa terkejut nya Vino saat tanpa sengaja matanya melihat beberapa cerry tertanam di leher Renata.


Eheemm


Vino berdeham, mencoba mengalihkan pandangan nya dan mencoba berfikir positif, mungkin saja renata masuk angin, habis kerokan. MUNGKIN.


Tapi ia juga bukan cowok ABG yang tidak bisa membedakan mana cerry buatan laki laki atau cerry bekas kerokan, ia kembali menghela napas nya panjang dan menunggu penjelasan Renata.


“Katakan ada apa?” tanya Vino memejamkan matanya, ia mencoba bersabar dan bersiap menerima apapun penjelasan dari Renata. Karena Vino sudah merasa bahwa ada yang tidak beres dan di sembunyikan oleh Renata.

__ADS_1


“A—aku,” Renata kembali menundukkan wajahnya ke bawah, ia sedang mencoba mengumpulkan keberanian untuk jujur pada Vino, tapi ternyata itu sangat sulit, dan ia memutuskan untuk memendam nya sendiri.


“A— aku mau mandi dulu. Nanti aku akan menemui om lagi, om lebih baik ke kantor atau pulang dulu. Permisi,” setelah mengatakan itu, Renata langsung berlari menuju kamar nya.


__ADS_2