
Brug!
Tubuh Michele langsung luruh ke lantai dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya. Ia genggam erat berkas yang ada di tangan nya, berulang kali ia juga memukuli dada nya berharap bisa mengurangi rasa sesak nya.
“Ja—jadi Papa keluar negri itu untuk ke sana?” tanya Michele dengan nada bergetar.
“Maafkan papa. Awalnya, papa ingin merahasiakan ini dari kamu, tapi papa gak bisa lama lama membohongi kamu. Papa harap kamu bisa menerima semua ini, ini keputusan yang sudah dia buat.” Kata Farel dengan tegas.
“Enggak Pah! Sampai kapan pun Michele gak akan bisa menerima ini semua!” seru Michele menatap tajam sang papa.
“Sayang ...”
“Kenapa papa jahat sama Michele. Kenapa Pah? Hisk hiks hiks, kenapa semua orang jahat sama Michele? Michele benci kalian semua, Michele bencii!” jerit nya, lalu dengan sekuat tenaga ia berlari keluar dari ruang kerja sang papa dengan membanting pintu nya sekuat mungkin.
__ADS_1
Sementara itu, Farel yang melihat kehancuran sang putri hanya bisa menghela napas nya panjang. Ia tidak menyangka bahwa anak nya akan se hancur ini saat mengetahui bahwa Aldi menikah dengan perempuan lain.
Yah, map yang di bawa oleh Farel adalah map berisi foto serta beberapa hasil print chat nya dengan Aldi.
Jelas saja Michele sangat hancur, ia sudah bertekad saat lulus SMA ia akan segera menyusul Aldi ke korea. Tapi apa ini? belum sampai dirinya lulus, Aldi sudah lebih dulu memilih jalan dengan gadis lain.
‘Astaga Al, kenapa kamu memilih jalan seperti ini.’ gumam Farel sambil meremass kuat kertas di tangan nya.
“Ini gak adil! Kenapa semua nya tega nyakitin gue, kenapa!” jerit Michele frustasi.
“Elo Al, lo laki laki pertama yang gue cintai, dan gue masih sangat berharap lo juga yang akan jadi laki laki terakhir buat gue, tapi kenapa lo tega ninggalin gue, nyakitin gue berkali kali begini hah. Kenapa!”
Michele berteriak tepat di depan fotonya bersama Aldi. Foto yang terus menghiasi dinding kamar nya, namun kini foto itu ia lepaskan dari dinding, dan ia lembar kan ke lantai dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Foto itu pecah, berhamburan ke lantai Ia sangat marah dan kecewa dengan sikap orang orang di sekeliling nya.
Crystal dan Farel yang sejak tadi berada di depan kamar Michele, mereka turut sedih mendengarkan umpatan demi umpatan serta suara beberapa barang pecah dari dalam kamar Michele.
“Kenapa kamu tega buat dia begini sih mas?” tanya Crystal terisak di pelukan Farel.
“Mau bagaimana lagi, ini permintaan Aldi. Mungkin ini memang yang terbaik, agar Michele bisa melupakan nya.” Jawab farel yang juga ikut sedih melihat putrinya hancur.
“Lalu bagaimana dengan Aldi sekarang? Aku yakin, ini juga tak mudah baginya.”
“Di sana sudah ada Anna dan Tian. Kamu jangan khawatir.”
“Jadi, Tian dan Anna pindah ke sana?” tanya Crsytal dan Farel menjawab nya dengan anggukan kepala.
__ADS_1