
“Posisi!” isi pesan Chat yang Michele kirimkan kepada teman teman nya di dalam grup WhatsApp.
“Sarapan sama bonyok.” Jawab Renata.
“Otw sekolah sama Rara.” Jawab Denis.
“Anjrtt, Frozen gue ngambek lagi woy! Udah berapa bulan dia gak di ajak have fun kayaknya. Makanya dia ngambek.” Curhat Michele dengan kesal sambil menyandarkan tubuh nya ke sisi mobil.
Saat ini, mobil nya memnag tengah mogok di pinggir jalan. Untung saja tadi ada orang baik yang membantu nya menepikan mobil. Bisa bayangin kalau tidak ada yang membantu, dirinya kan terjebak di tengah jalan raya.
“Jangan bilang lo mau maen lagi?” seru ketiganya bersamaan membalas isi chat Michele.
“Lo gak ada kapok nya ya Chel. Ngeri gue ah, gak mau lagi. Gara gara waktu itu gue juga kena dampak nya, gak boleh bawa mobil selama dua bulan. Lo kata enak apa!” omel Denis mendumel panjang lebar.
__ADS_1
Memang benar, saat mengetahui Michele mengikuti balapan liar bersama ketiga teman nya, saat itu juga Farel langsung menghubungi semua orang tua sahabat Michele untuk memberikan hukuman masing masing kepada putri mereka. Dan dengan kekuasaan yang farel miliki, akhirnya semua orang tua sahabat Michele mengiyakan dan memberikan hukuman yang sama.
Dulu, Michele masih menjadi kekasih rasya, jadi ia tidak ambil pusing, ia setiap hari di antar dan jemput oleh Rasya. Sementara ketiga sahabat nya selalu di antar jemput oleh supir.
“Sekali kali gapapa kali ah.” Akta Michele terkekeh sendiri melihat beberapa emoticon dan titel kemarahan dari para sahabat nya.
“Gue tunggu di kelas, siap siap aja lo!” ancam Denis, lalu ia segera menambah kecepatan gas nya agar ia segera sampai di sekolah dan bersiap menghajar Michele.
Saat Michele tengah tertawa di pinggir jalan layaknya orang gila. Tiba-tiba sebuah mobil sport mewah berhenti tepat di depan nya. Membuat tawa nya langsung menghilang seketika.
“kamu bukannya berangkat sekolah, malah cekikikan kaya kunti di pinggir jalan begini.” Kata Vino berdecak sambil menggelengkan kepala nya.
“Noh lihat,Frozen ngambek lagi. Karena udah lama gak di ajak main main, makanya dia ngambek.” Keluh Michele memanyunkan bibir nya.
__ADS_1
Vino pun langsung menghampiri Michele dan mengecek mobil nya, ia langsung menggelengkan kepala nya kembali dan dengan gemas mengacak acak rambut Michele.
“Ini bukan ngambek karena gak kamu ajak main. Tapi ngambek gak kamu kasih makan!” kata Vino menghela napas nya panjang.
Yah, Frozen hanya kehabisan bensin, bukan mogok.Dan hal itu membuat Michele langsung menatap Vino tak percaya.
“Masa sih, kok dia gak bilang kalau laper, tau gitu kan tadi aku ajak mampir ke kafe sana buat sarapan.” Ucap Michele semakin membuat Vino tertawa.
“Sudahlah, ayo aku antar.” Katanya sambil membuka pintu mobil nya.
“Emang om gak kerja? Ah iya aku lupa Om kan Bos yak, Jadinya santuy.” Ujar Michele terkekeh sendiri sambil menaiki mobil mewah milik Vino.
Sejak balapan waktu itu, kini Michele semakin dekat dengan Vino. Bahkan ia tak pernah canggung dan ragu untuk meminta bantuan Vino. Dia juga sering memesan perhiasan untuk ia jadikan kado sang mama atau keluarga nya yang lain.
__ADS_1
“Om mau cari sugar baby gak?” tanya Michele tiba tiba, membuat Vino langsung menghentikan mobil nya dan langsung Menatap Michele dengan heran