
“Saya terima, nikah dan kawin nya, Michele Pranata binti Farel Pranata dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!” ucap seorang laki laki tampan dan gagah dengan suara lantangnya. Dan tak lama, terdengarlah suara kata SAH dari beberapa orang di sekitar.
“Alhamdulilah.”
Setelah mengucapkan ijab qobul, kini Aldi dan Michele sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka bukan lagi berpacaran, kini Michele sudah menjadi tanggung jawab Aldi sepenuhnya. Dan hidup baru keduanya akan segera di mulai.
“Papa gak nyangka, akan secepat ini papa melepaskan kamu. Papa kira kamu masih putri kecil papa, tapi sekarang, kamu sudah bisa menentukan jalan kamu sendiri. Michele, doa papa akan selalu menyertai kalian, berbahagialah dan cepat berikan papa cucu, agar Papa tidak kesepian lagi,” ujar papa Farel yang awalnya membuat Michele terharu, kini langsung cemberut dengan di iringi wajah yang merona karena malu.
“Dan untuk kamu Aldi, mulai sekarang, saya serahkan Michele sama kamu. Jaga dia, sayangi dia, sebagaimana aku menyayangi putri ku. Meskipun dia sudah menikah dengan mu, bukan berarti dia milik kamu seutuhnya. Dia masih milik Papa, jadi jangan berani untuk menyakiti nya, atau kamu akan berhadapan dengan papa.” Ancam papa Farel kepada anak mantu nya.
“Iya Pah, insya’Allah Aldi akan menjaga dan melindungi Michele, menyayangi nya sepenuh hati Aldi.” Jawab Aldi dengan tegas dan yakin.
“Selamat ya Sayang. Doa terbaik dari mama untuk kalian berdua.” Ucap mama Crystal sambil memeluk anak pertamanya.
__ADS_1
Setelah memberikan ucapan selamat dan beberapa wejangan untuk anaknya, papa Farel dan mama Crystal pun berpamitan untuk menjamu para kolega nya. Sementara Michele, ia juga langsung menyalami beberapa sahabat nya dan juga sahabat Aldi.
“Mama Icel!” seru seorang gadis kecil yang sedang berlari ke arah nya. Dialah Arshyla, gadis kecil yang baru berusia enam tahunan, dengan memakai balutan gaun seperti Frozen, gadis itu langsung menghampiri Michele dan segera meminta gendong.
“Kamu cantik sekali sih hem, anak siapa ini?” Michele langsung menghujani Arshyla dengan ciuman saat Aldi sudah mengangkat tubuh mungil keponakan nya itu.
“Anak mama Icel sama papa Adi,” jawab Arshyla yang berhasil membuat Michele terkekeh, terlebih saat melihat wajah sang ayah kandung Arshyla yang mendengus.
“Oh begitu,” saut seorang lelaki tampan bertubuh tegap namun tetap terlihat begitu hangat.
“Papa gak boleh ngambek, kaya anak kecil,” kata Arshyla dengan senyum lebar nya yang mampu membuat hati sang ayah menghangat.
“Uhh, kamu ini pinter banget sih. Suka bener kalau ngomong,” kata Michele kembali terkekeh.
__ADS_1
“Selamat ya Chel, kakak berharap kamu akan bahagia dan selalu bersama Aldi sampai akhir hayat. Dan semoga Arshyla segera memiliki adik dari kalian.”
“Makasih ya Kak, dan Michele juga berharap, kakak segera menemukan Bunda untuk Arshyla.” Doa Michele tulus dan hanya di balas dengan anggukan kepala saja.
Untuk mendapatkan Bunda yang cocok dan benar benar bisa menerima dirinya juga Arshyla, akan sangat sulit menurut nya. Sudah beberapa kali dirinya di kenalkan dengan anak dari rekan bisnis nya, namun belum ada yang sesuai dengan kemauan Arshyla. Kebanyakan dari mereka hanya menginginkan dirinya dan uangnya saja, ia belum bisa menemukan yang benar benar tulus dan mau menerima Arshyla.
.
.
.
Hayooo, ada yang tahu siapa kah Arshiya? Ada yang mau tau tentang kelanjutan nya gak?
__ADS_1