My Spesial Brother

My Spesial Brother
Marahnya Icel


__ADS_3

“Al, jawab gue.” Berulang kali Michele menatap wajah Aldi, namun sang empunya selalu memalingkan wajah. Aldi juga sama dengan farel, ia sangat lemah bila melihat Michele menangis, namun ia juga tidak bisa menjawab pertanyaan Michele saat ini.


“Ali,” panggil Michele lagi, namun Aldi masih terdiam.


Michele yang merasa kesal dan jengah dengan sikap dingin Aldi, akhirnya tanpa berkata lagi, ia langsung beranjak dari duduk nya. Aldi pikir, Michele marah dan hendak pergi ke kamar. Tapi Ternyata dugaan nya salah, tanpa ia sangka, Michele malah naik dan duduk di pangkuan nya.


“Cel!” pekik Aldi tertahan dan berusaha menyingkirkan tubuh Michele, namun gadis itu tetap kekeuh duduk di sana dan langsung mencangkup kedua pipi Aldi.


“Al, jawab pertanyaan gue. Do you love me?” tanya Michele lagi dengan raut wajah serius.


“Sadar Cel, kita ini sepupu, tidak lebih.” Tekan Aldi seketika membuat wajah Michele langsung berubah.


“Lo ... “ Michele menarik napas nya panjang, lalu ia kembali menatap Aldi dengan intens, “Jadi gue Cuma sepupu lo? Atau, karena ini lo gak balik?”


“Jangan pernah mencari tahu jawaban yang nantinya hanya akan melukaimu. Lebih baik seperti ini. Kamu akan bahagia dengan Rasya.” Ucap Aldi dingin.


“Ah iya, kak Rasya. Bahkan gue sampai lupa kalau punya pacar.” Kata Michele terkekeh, “Baiklah, gue rasa jawab dari lo itu udah cukup.” Michele pun langsung beranjak dari duduk nya, lalu tanpa permisi ia segera pergi meninggalkan Aldi.


“Maafin aku Cel,” gumam Aldi pelan sambil menarik napas berat.


****


Semalam, Aldi terpaksa menginap lagi di rumah Michele. Karena hari sudah sangat larut, hingga membuat Farel melarang nya untuk pulang. Dan kini, saat sarapan, semua sudah berkumpul di meja makan. Aldi dan Michele hanya saling diam, tidak seperti biasanya.

__ADS_1


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Crystal saat melihat kening Michele, memang Crystal belum tahu tentang kejadian semalam.


“Kepentok pintu Mah,” jawab Michele lemas sambil memakan roti nya.


“Pintu kok bisa begitu?” Crystal hendak menghampiri Michele, namun dengan cepat Michele menghindar dan melarang mama nya mendekati nya.


“Icel gapapa Mah, beneran deh.” Kata Michele meyakinkan.


“Sudahlah Sayang, dia sudah dewasa.” Kata Farel datar, membuat Michele langsung cemberut kesal.


“Udah ah, Icel mau duluan.” Ucap Michele sambil sedikit menghentakkan kakinya, lalu ia segera berpamitan dengan orang tuanya.


“Kamu mau bareng sama siapa? Yakin Frozen kamu bisa nganter kamu?” sindir Farel membuat Michele langsung menghentikan langkah nya.


Dia baru ingat, bahwa semalam luka Frozen lumayan parah. Dan pasti masih dalam tahap operasi oleh Erick. “Terus Icel sama siapa?” rengek nya kesal dan hampir menangis.


“Kamu apain dia?” tanya Crystal yang langsung menatap tajam ke arah suaminya.


“Sayang, kenapa jadi aku?” kata Farel heran.


“Ya karena kamu itu gak biasa kaya gini. Biasanya dia kamu sayang dan manja, kenapa pagi ini kamu aneh banget sih?” Ucap Crystal bingung, “Kalau Aldi yang dingin sama Michele, aku paham dan sudah biasa. Tapi kamu mas? Ckckck!” Crystal pun akhirnya beranjak dari duduknya dan berusaha untuk membujuk putri sulung nya.


Ia sangat hapal dengan Michele sejak kecil, memang anak itu kalau sudah marah dan merajuk, maka pasti akan hilang mood dan gak akan masuk sekolah.

__ADS_1


“Kamu sih Al,” ujar Farel menatap tajam ke arah Aldi.


Uhukk, uhuukk


“Kenapa Aldi om?” tanya Aldi sampai tersedak akibat ucapan Farel.


.


.


*Hallo semuanya, mommy mau kasih rekomendasi Novel seru lainnya nih, jangan lupa mampir yah, pasti suka 😍😍



*





*

__ADS_1



Ah iya, pengumuman pemenang ada di bab selanjutnya* ...


__ADS_2